- Cognitive Domain (Ranah
Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek
intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
- Affective Domain (Ranah
Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan
emosi, seperti minat, sikap apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
- Psychomotor Domain (Ranah
Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan
motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan
mesin.
Bimbingan Konseling, Pengembangan Diri dan Motivasi (MARI KITA LEBIH MENGENAL DIRI KITA DENGAN MENGETAHUI SEGALA KELEBIHAN DAN POTENSI YANG ADA PADA DIRI KITA SENDIRI ) M A N F A A T Bimbingan Konseling. Dapat digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi yang cocok dengan kepribadian.
Senin, 18 Januari 2016
PENDIDIKAN - HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS)
Rabu, 13 Januari 2016
BERMUHASABAH
Melihat ke Atas, agar saya memperoleh semangat untuk maju.
Melihat ke Bawah, agar saya bersyukur atas semua yang ada.
Melihat ke Belakang, agar saya ingat sebagai pengalaman berharga.
Melihat ke Dalam, agar saya berintrospeksi diri.
Melihat ke Depan, agar saya berjalan lebih baik.
Salam ECHO MOTIVE & CULTURE :-)
"Muhasabah Selalu"
Senin, 04 Januari 2016
KISAH si BEBEK TUA
Humor hari ceria .smg ckp menghibur.Slm peduli.(Di sebuah peternakan bebek ada 25 bebek betina & 1 bebek cowok tapi sudah tua.. dan sudah lewat masa produktifnya, maka pemilik peternakan membeli 1 bebek cowok yg masih muda lagi.
Hal ini membuat si bebek tua tersaingi...
Bebek Tua : "heii.., kamu jangan serakah yaaa...!!, Bebek betina ada 25.. kamu boleh ambil 15, sedang aku 10 ekor"
Bebek Muda : "tidak bisa..!!, kau sudah tua dan loyo.., pokoknya semua buat aku...!!!"
Bebek Tua : "kalau begitu kita lomba aja.. siapa yg menang boleh ambil semua bebek betina yg ada disini..."
Bebek Muda : "boleh.., mau lomba apa??"
Bebek Tua : "lari 100 meter..!!!, dan karena aku udah tua.. aku minta untuk lari dulu 15 meter didepanmu, gimana..??"
Bebek Muda : "boleeehhhh.....!!!
Lomba lari pun dimulai.....
Bebek tua lari dulu 15 meter baru bebek muda lari menyusul.
Saat hampir menyusul bebek tua, tiba2 si bebek muda menggelepar & mati sekarat karena
disambit oleh si pemilik peternakan bebek.
Sambil memungut bebek muda yg mati tadi si pemilik menggerutu :
"SIALAN.. INI BEBEK MUDA HOMO KE-10 yg Gue BELI BULAN INI..... BUKAN'NYA NGEJAR BETINA, MALAH NGEJAR BEBEK TUA..!!!"
Bebek Tua : "..��������. rasa'in lo..... Senior kok di lawan...���� senyum2 dipagi hari)
USIA LAKI PESAWAT
Laki_laki itu ibarat PESAWAT
Umur 25 kaya pesawat tempur.., dimana ada lawan langsung sergap n tembak ...
Mulai umur 50 kaya pesawat pembom..., intai dulu baru 1x seminggu ngebom ...
Umur 60 kaya pesawat pengintai..., bisanya cuma mengintai teruss.., apa daya nggak bisa nembak ...
Umur 65 th udah kaya helikopter..., ributnya aja yg seru, cuma bisa naik turun ...
��������������
WANITA
Wanita umur 20an....ibarat benua Afrika....serba misterius, gelap....genuine, asli...belum ada yang tergali.
Wanita umur 30an.....ibarat jazirah India....semua serba gemerlap, glamour, modis....acesoriesnya mahal2, mengkilat, mencorong.
Wanita umur 40an.....ibarat benua Amerika....semua serba modern, canggih, lengkap, kaya dan matang.
Wanita umur 50an.....ibarat benua Eropa....semua terlihat antik, namun sudah kuno, meskipun lebih mapan.
Wanita umur 60an......ibarat daratan Siberia.....semua orang tahu dimana tempatnya.....namun tiada seorangpun yang ingin pergi dan plesir kesana... ������
RASA SYUKUR
Sahabat, didalam hidup ini kita harus mengerti bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur.
Namun rasa syukurlah yang membuat kita bahagia.
Berlatihlah melihat suatu masalah dari sudut pandang positif, diiringi dengan ucapan rasa syukur kepada Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Penyayang.
Semoga bermanfa'at...
Salam ECHO MOTIVE & CULTURE ^_^
"Rasa Syukur"
PEMENANG KEHIDUPAN
“PEMENANG KEHIDUPAN” adalah
⭐ Orang yang tetap sejuk di tempat yang panas,
⭐ Yang tetap manis di tempat yang sangat pahit,
⭐ Yang tetap merasa kecil dan rendah hati meskipun telah menjadi besar dalam segala hal
⭐ Serta yang tetap tenang di tengah badai hidup yang paling hebat sekalipun....
⭐ Yang selalu bersyukur atas nikmat dan Anugerah Nya
⭐ Yang selalu mencari Allah di dalam ibadah kita
⭐ Dan yang selalu sabar disetiap cobaan dan ujian-Nya.
ANAK SEHARUSNYA BERMAIN AKTIV DILUAR, BUKAN ASIK DENGAN GADGET.
Manusia yang hidup di era modern sekarang ini begitu dekat dengan gadget. Mulai dari membuka mata hingga tidur pada malam hari, tangan tak bisa lepas dari gadget. Ponsel, pemutar MP3, video game, televisi, tablet merupakan benda yang membuat siapa pun kecanduan. Tak terkecuali anak-anak.
Bahkan, kini tak sedikit orang tua yang menjadikan gadget sebagai cara untuk menenangkan anak-anak mereka, sebagai sarana hiburan, sekaligus pendidikan. Namun, tak banyak orang tua menyadari bahaya yang mengintai anak akibat aktivitas berlebihan menggunakan gadget.
Sebuah penelitian dari Common Sense Media - Jim Seyer menjelaskan, gadget mengubah gaya hidup masa kecil, bahkan menggantikan peran televisi, mainan, bermain, dan buku cerita. Gadget menjadi bagian dari masa kecil seorang anak dengan cara yang tak terbayangkan sebelumnya.
Kaiser Family Foundation melaporkan bahwa rata-rata anak menghabiskan hampir tujuh setengah jam menatap layar gadget. Selain itu, anak-anak sekarang telah belajar cara menggunakan gadget pertamanya, bahkan sebelum mereka bisa berjalan atau mengikat tali sepatu.
Para ahli menyarankan agar orang tua mengurangi akses anak dengan gadget. Sebab, terlalu banyak berinteraksi dengan gadget membawa pengaruh buruk bagi tumbuh kembang anak. Berikut ini efek buruk penggunaan gadget terhadap anak.
1. Penurunan perkembangan otak Pada lima tahun pertama hidupnya, otak anak berkembang sangat pesat. Studi menunjukkan bahwa terlalu banyak gadget akan memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan anak menjadi kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar. Anak juga akan mengalami keterlambatan kognitif, gangguan proses belajar, peningkatan impulsif, dan penurunan kemampuan mengontrol diri. Ahli parenting menyarankan orang tua untuk mengajak anak bernyanyi, membaca, dan berbicara dengan anak-anak mereka daripada membiarkannya bermain gadget atau menonton televisi.
2. Radiasi Menurut laporan dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) pada 2011, ponsel dan perangkat nirkabel lainnya masuk dalam kategori 2B karena risiko emisi radiasi yang dihasilkannya. Pada Desember 2013, Dr. Anthony Miller dari University of Toronto School of Public Health mengungkapkan bahwa paparan frekuensi radio merupakan ancaman nyata bagi anak-anak.
Penelitian yang dilakukan Universitas Leeds di Nottingham dan Universitas Manchester and Institute of Cancer Research di London, Inggris, menyatakan bahwa syaraf anak masih berkembang dan tengkorak tipis membuat anak rentan terserang radiasi dari ponsel. Penggunaan telepon genggam di dekat kepala anak dikhawatirkan akan menghancurkan sel otak balita.
3. Mengurangi kemampuan interaksi sosial Dengan tablet, anak bisa bermain seorang sendiri. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The New York Times, penulis buku iBrain:Surviving the Technological Alteration of the Modern Mind dan Direktur Longevity Center di Universitas California, Dr Gary Small mengatakan anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teknologi, akan mengurangi interaksi dan mengganggu keterampilan komunikasi.
4. Temperamental Coba sesekali perhatikan perilaku anak yang berinteraksi dengan gadget berjam-jam lamanya. Apakah anak Anda menjadi agresif? Tantrum adalah bentuk paling umum dari agresivitas di kalangan balita. Sikap agresif dan tantrum merupakan akibat dari paparan gadget. Saat mereka tumbuh dewasa, anak-anak yang kecanduan game lebih mungkin untuk tidak mematuhi orang tuanya.
5. Obesitas Anak-anak yang mengandalkan waktu bermain mereka di depan layar gadget daripada di taman bermain, tidak dapat membakar kalori di tubuhnya. Satu dari tiga anak Amerika mengalami obesitas yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke. Orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk bermain di luar rumah. Orang tua harus memahami bahwa ada banyak manfaat bermain seperti berjalan, berlari, dan melompat.
6. Merusak penglihatan Kontak yang terlalu lama di layar komputer dapat merusak mata. Para ahli mengatakan, penglihatan yang baik diperoleh jika menatap benda dari jarak yang bervariasi. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kecanduan bermain game komputer lebih mungkin mengalami gangguan pada mata mereka.
7. Kurang minat bermain di alam terbuka Gadget 'membunuh' perkembangan anak. Sudah seharusnya anak keluar rumah, berjalan di taman, dan bersosiali.
Untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan diatas, mari kita berikan atau kita libatkan anak - anak kita pada aktivitas kegiatan yang bermanfaat, seperti olah raga, salah satunya adalah olah raga Bela Diri Karate ☺