Jumat, 30 September 2016

PERJALANAN UMUR




PERJALANAN UMUR
Ketika umur kita dibawah 10 tahun, kita merasa bahwa bermain merupakan suatu yang sangat penting. 

Sebab itu,
Kita suka bermain. Pagi, sore, siang, malam, bermain terus.

Ketika umur kita belasan tahun, kita merasakan kebebasan itu lebih penting.
Sebab itu,  kita ingin menyuarakan pendapat sendiri. 

Ingin suara didengari.
Kita banyak memberontak dan sedikit keras kepala.
Kita mulai bandel dan tidak suka dengar nasihat.

Beranjak ke umur 20-an, kita merasakan pendidikan dan kerja begitu penting.
Sebab itu, kita belajar sungguh-sungguh untuk memperoleh kerja yang sesuai.
Kadang-kadang kita menyesal, kenapa dulu tidak belajar sungguh-sungguh, biar dapat pekerjaan yang baik seperti kawan-kawan yang lain. 
Alangkah ruginya kita telah berleha-leha sebelum ini.

Meningkat ke umur 30-an, kita semakin sadar bahwa keuangan itu sangat penting.
Sebab itu, masa inilah kita membina hidup. 
Membina keluarga.
Ingin membeli kenderaan,  rumah, tanah, aset, melancong dan sebagainya.

Namun akhirnya, kita pun memasuki fase 40-an. Perkara yang paling penting dalam hidup ialah kesehatan.

Kekayaan dan lain-lain tidak berarti dengan kesehatan yang tidak memuaskan. Pada masa ini darah tinggi, diabetes, asam urat, kolesterol, jantung koroner  dan lain-lain sedang melamar kita.

Masa inilah kita bisa menyesal karena sudah terlalu sering makan yang enak2 dan sibuk kerja sehingga lupa untuk bersenam dan menjaga kesehatan.

Memasuki era 50-an, tatkala kita sudah memiliki semua impian, akhirnya kita sadar bahwa perkara yang lebih penting dalam hidup ialah kasih sayang.
Kita sedikit kesunyian tatkala anak-anak sudah berumah tangga dan tinggal di tempat lain.
Anak-anak yang sibuk dengan kerjanya masing-masing menjadikan kita rindu saat-saat indah bersama mereka dahulu. 
Rumah besar, mobil besar seakan-akan tidak lagi berarti.
Kehidupan terus berjalan.

Tatkala memasuki usia 60-an, kitapun semakin sadar bahwa hanya amal ibadahlah bekal yang akan dibawa ke alam sana.
Segala kemewahan dan kebendaan tidak lagi bermakna.
Kubur bakal menjemput kapan saja.
Mujurlah kita sempat sadar dan Allah masih membuka pintu taubat yang kita mohonkan.
Masih tersisa waktu untuk menambah bekal.

Rosulullah SAW bersabda :
"Cari kesempatan yang lima,  sebelum datang lima lainnya".
1. Masa mudamu sebelum datang masa tua,
2. Masa sehatmu sebelum datang masa sakit,
3. Masa kayamu sebelum datang masa miskin,
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibuk,
5. Masa hidupmu sebelum datang kematian.”
(HR. Al Hakim)

Mari siapkan bekal, hidup ini hanya sementara.
Selamat menjalankan ibadah puasa, hari ke - 8

TUGAS DARI SEORANG GURU


Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.
Malamnya sang guru memeriksa tugas itu.

Sebagian besar siswa menulis demikian,
Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Candi Borobudur

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.
Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut.
Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir…
Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam…

Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa Disayangi
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdoa...

Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam dikelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu:

Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...
Keajaiban itu ada disekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!
Apa yg kita cari dalam hidup ini...?
  1. Kita hidup di kebun merindukan kota ...
  2. Kita hidup di kota merindukan kebun...
  3. Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
  4. Di musim hujan kita tanya kapan kemarau ?
  5. Diam di rumah inginnya pergi...
  6. Setelah pergi inginnya pulang ke rumah...
  7. Waktu tenang cari keramaian...
  8. Waktu ramai cari ketenangan...
  9. Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya hidup dan pendidikan...
  10. Ternyata SESUATU itu tampak indah karena belum kita miliki...
  11. Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR dengan rahmat yang sudah kita miliki...
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??
Menutupi telapak tangan saja sulit...

Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana

Bumi ini pun akan tampak buruk...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk walau cuma seujung kuku...

SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...
Karena hidup adalah :
WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAT yang dipercayakan...
dan semua itu kelak akan di mintai pertanggungjawaban.
Jadi bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki...
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki...
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...
Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.
Segeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang ..
Aamiin.

PAGI & KITA


Pagi selalu mengurai satu arti, menjadi sejuta deskripsi,
jujur mengungkap satu kata, menjadi beribu-ribu makna.

Pagi adalah sebuah pembaharuan, manakala kita mau peduli,
akan indahnya bias sinar mentari, yang langgeng bersama kehidupan.

Pagi tidak untuk dihindari, tidak pula untuk menakuti janji,
karena tak ada yang perlu ditakuti, kecuali rasa takut itu sendiri.

Pagi tidak untuk dibenci, karena dia adalah sebuah harapan,
untuk membangun satu keyakinan, akan indahnya hidup di depan.

Pagi akan selalu menjadi pagi, dengan warna-warni alaminya, seindah senyum para petani, menuai padi menyambung hidup.

Pagi akan selalu bersama kita, menghangatkan jiwa kita,
membakar gelora di dada kita, memudahkan terwujudnya keinginan kita

GUYONAN BURUNG BEO YANG PINTAR :


Diasrama Putri ada seekor Burung Beo yg pintar,suka menyapa para Mahasiswi yg lewat,kadang muncul kalimat dari mulut Beo, misalnya : 

" Selamat pagi .."
" Capeek ,,, dech "
" Uooey ada tamu.."
"Bangun..bangun..bangun "

Suatu pagi tiga mahasiswi sekamar berangkat kuliah dan melintas di depan sangkar Beo ..
tiba-tiba Beo nyeletuk dengan nyaringnya
" biru - putih - ijo !!!"
Spontan 3 mahasiswi kaget dan saling pandang ,,,
" Lho,kayaknya warna CD kita deeh..!"
" Wah.. jangan-jangan Beo suka ngintip kita..?"celetuk salah satu mahasiswi
" Biarin dech..mungkin kebetulan aja,timpal teman nya "

Keesokan harinya tiga mahasiswi melintas lagi di depan kandang Beo ..
tiba-tiba terdengar ..
"hitam - coklat - pink"
Ke 3 mahasiswi kaget & saling pandang ..
" Gile ,,koq Beo tahu warna CD kita ?" 
"yah udah..,besok kita tes, kita jangan pakai CD .. 

Lihat dia tahu nggak !!!"
Esokan harinya ketiga mahasiswi sengaja tidak pakai CD berangkat ke kampus...pelan-pelan melintas di kandang Beo ...
" sssttt ,,, lihat tuh Beo nampak kebingungan melihat kita !!! " ... celetuk salah seorang mahasiswi ..
.
Tanpa disangka Beo teriak ..
"GONDRONG -. KRIBO - GUNDUL.!!!"   Salam Sehat