Kamis, 09 Maret 2017

CIRI-CIRI ORANG BAIK


Orang itu baik atau tidak :

1. Orang Baik cenderung LEBIH BANYAK TERSENYUM. Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka *Hawa Positif akan bertebaran di sekitarnya*. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan *lebih ramah dan bisa dipercaya*.

2. Pikiran-pikiran negatif jarang menghinggapi orang baik, sedangkan orang jahat biasanya diliputi rasa iri hati dan dengki.
Orang Baik akan selalu MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun. Berbeda dengan orang jahat, saat kita berbicara dengannya akan banyak pikiran-pikiran atau gagasan buruk yang dia tebarkan. Bahkan dia bisa menyebar hawa iri dengki di sekitar kita. Sehingga suasana jadi tidak nyaman.

3. Lihat seberapa sering seseorang mengganti nomor handphone. Orang Baik, jarang mengganti nomor handphonenya. Mungkin pada awalnya terdengar konyol dan main-main. Tapi percayalah orang baik JARANG MENGGANTI NO HP NYA.  Mereka beranggapan jika suatu saat orang membutuhkan mereka, gonta-ganti nomor handphone bisa menjadi petaka tersendiri. Orang akan kesulitan mencari nomor kita dan kita kehilangan satu kesempatan untuk menolong orang. Jika ada sebagian orang yang beralasan mengganti nomor ponsel untuk menghindari gangguan, orang baik tidak akan merasa dirugikan dengan apa pun yang orang lain lakukan padanya.

4. Orang Baik biasanya lebih sering MENYAPA DULUAN. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dari rasa ingin dicari dan dibutuhkan. Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.

5. Orang Baik TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk dirinya.

6. Orang Baik selalu PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI. Mereka terlihat sangat sabar dan toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri. Sebaliknya selalu mengutamakan kepentingan orang lain.

7. Orang Baik akan bercerita atau MEMBAGIKAN HAL-HAL YANG BERMANFAAT dengan tujuan memberi tahu. Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yang benar.

8. Orang Baik selalu merapal 3 kata sakti. Yaitu MAAF, TOLONG, dan TERIMA KASIH.

9. Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa salah. Mereka tidak akan segan-segan untuk MEMINTA MAAF DAN MEMPERBAIKI KESALAHAN. Berbeda dengan orang jahat yang memiliki gengsi tinggi dan menganggap dirinya selalu benar. Alamak... Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsinya minta ampun. Ada saja alasannya untuk menjatuhkan orang lain.

Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar.
                                        
MEMANG BAIK JADI ORANG PENTING, TAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG BAIK

SECANGKIR ILMU PAHAM

🍵 "SECANGKIR ILMU PAHAM"

Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah "paham".

Ini adalah wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati..
Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya...

Tingkat ke dua terbawah adalah "kurang paham".

Orang yang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham..
dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul-simpul pemahaman yang benar...

Naik setingkat lagi adalah mereka yang *"salah paham"*.

Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan..,
sehingga dia tidak sempat berfikir jernih..
Dan ketika dia akhirnya paham, maka biasanya dia meminta ma'af atas ke-salah paham-annya..
Jika tidak.., dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu...

Nah.., tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah "gagal paham".

Gagal paham ini biasanya lebih karena kesombongan...
Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain...
Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dan lainnya)...
Atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja.., bukan ilmu yang disampaikan, tetapi siapa yang menyampaikan...

Tertutup hatinya..
Tertutup akal pikirannya..
Tertutup pendengarannya..
Tertutup logikanya..

Dia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri...
Parahnya lagi...,
Dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu menjadi bahan tertawaan orang yang paham...

Dia tetap dengan pemahaman dirinya...,
dan dia bangga dengan
ke-gagal paham-annya..."

Pertanyaanya ;
"Kok paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi ..??
Apa tidak terbalik..?!"

Jawabannya ;
"Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk dan merendah!!"

Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui, dan dia merasa seakan-akan dia tidak tahu apa-apa...!!

Dia terus mau menerima ilmu, darimanapun ilmu itu datangnya...

Dia tidak melihat siapa yang bicara, tetapi dia melihat apa yang disampaikan...

Dia paham ...,
ilmu itu seperti air...,
dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah...
Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya...

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi...!!

Dia seperti balon gas yang berada di atas awan...
Dia terbang tinggi dengan kesombongannya...,
Memandang rendah keilmuan orang lain yang tak sepaham dengannya...
Dan merasa akulah kebenaran ... !!!

Masalahnya ..., dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin tanpa mampu menolak...
Sering berubah arah tanpa kejelasan yang pasti...

Akhirnya dia terbawa kemana-mana sampai terlupa jalan pulang...,
dia tersesat dengan pemahamannya...,
dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya...!!

Dia akan mengakui ke-gagal paham-annya dengan penyesalan yang amat sangat dalam...!!

"Jadi yang perlu diingat ...
akal akan berfungsi dengan benar, ketika hati merendah ...
Namun tatkala hati meninggi, maka ilmu jugalah yang akan membutakan si pemilik akal ..."

Ternyata di situlah kuncinya...!!

"Lidah orang bijaksana berada didalam hatinya, dan tidak pernah melukai hati siapapun yang mendengarnya ...
Akan tetapi hati orang dungu berada di belakang lidahnya, dan selalu hanya ingin perkataannya saja yang paling benar dan harus didengar ..."

"Ilmu itu open ending"..

Makin digali makin terasa dangkal..

Jadi... kalau ada orang yang merasa sudah tahu segalanya, berarti dia tidak tahu apa-apa...!!

Hanya Allah Yang Maha Pemberi Taufiq dan Hidayah..
Semoga bermanfa'at..