Minggu, 31 Desember 2017

"REFLEKSI AKHIR TAHUN 2017"

KETIKA ~ aku ingin hidup KAYA,...... aku lupa,  bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.

KETIKA....
Aku takut MEMBERI, ...aku lupa..... bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

KETIKA....
aku  ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN...
kuasaNYA  memberikan aku KEKUATAN

KETIKA.....
aku takut RUGI,..... aku lupa, bahwa  Hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN karena AnugerahNYA

Ternyata hidup ini sangat indah...... ketika kita selalu bersyukur kepadaNYA

BUKAN.....
karna hari ini INDAH kita BAHAGIA...tapi karna kita BAHAGIA hari ini menjadi INDAH

BUKAN....
karna tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS...tapi karna kita OPTIMIS, RINTANGAN menjadi tak terasa

BUKAN...
karna MUDAH kita YAKIN BISA...tapi karna kita YAKIN BISA, semuanya menjadi MUDAH

BUKAN...
karna semua BAIK kita TERSENYUM...tapi karna kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT

BILA...
kita tidak dapat menjadi JALAN BESAR...cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang

BILA...
kita tidak dapat menjadi MATAHARI...cukup lah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar

BILA...
kita tidak dapat BERBUAT SESUATU untuk seseorang...........cukuplah BERDOA supaya ia selalu diberikan kemudahan dan selalu  dilindungi oleh Allah.S.W.T  ....

Biarlah Refleksi ini mengantar kita menutup tahun 2017 ..... dan  Optimisme menyongsong tahun baru 2018 tahun yang penuh dengan rakhmat dan barakah... yang akan memberikan kebahagiaan dan kesuksesan dunia dan akhirat....
Aamiinn

Kamis, 28 Desember 2017

RENUNGAN JELANG PERGANTIAN TAHUN

"RENUNGAN" di Akhir Th  2017

 "PERSAUDARAAN ADALAH    ANUGRAH"

Persaudaraan adalah menyayangi, bukan menyaingi

Persaudaraan adalah mendidik, bukan membidik

Persaudaraan merangkul, bukan memukul

Persaudaraan membina, bukan  menghina

Persaudaraan mencurahkan, bukan memurahkan

Persaudaraan mencari solusi bukan mencari sensasi

Persaudaraan membutuhkan, bukan meruntuhkan

Persaudaraan menghargai, bukan melukai

Persaudaraan  membela, bukan mencela

Kadang saudara yang suka mentraktir kita, BUKAN karena mereka BERLEBIHAN
tapi... karena mereka meletakkan Persaudaraan MELEBIHI UANG...

Kadang Saudara yang memohon MAAF TERLEBIH DULU setelah Pertengkaran, BUKAN karena mereka SALAH
tapi... karena mereka MENGHARGAI sebuah persaudaraan.

Kadang2 Saudara yang selalu share WA ke kita, bukan karena merasa PINTAR & menggurui  tapi... karena INGAT pada KITA.

Suatu Hari ada yang mengingatkan tentang Agama dan Iman.

Bukan karena merasa baik dan sudah sempurna, tapi.... itulah perwujudan Persaudaraan karena ALLAH

Suatu saat, kita semua akan TERPISAH, baik oleh jarak maupun ajal yang menjemput kita.

Namun ada Saudara yang terus mendoa'kan kita

Suatu saat Anak-anak dan Cucu-Cucu kita akan bertemu mereka dan bercerita... Dulu Kita Pernah Bersama.

Persaudaraan tidak mencari cari kesalahan tapi.... nenutupi kesalahan

Persaudaraan berlandaskan Hati yg  TULUS dan IKHLAS

Persaudaraan akan terus berlangsung walau banyak sekali halangannya

Pada satu Waktu Sebagian cuma memperhatikan KESUKSESAN kita, tapi... ada Sebagian saudara yg peduli akan kondisi KESEHATAN kita, maka itulah Persaudaraan yg sejati.

Suatu hari kita terlena dalam canda dan tawa tapi... ada yang mengingatkan agar kita tidak pernah Lalai.

Itulah SAUDARA.

Saudaraku,  meskipun tidak sering BERTEMU, tapi... selalu DIINGAT,
Itulah SAUDARA.

Seorang SAUDARA tidak akan berpikiran NEGATIF tapi Selalu POSITIF

Yuk, kita bangun PERSAUDARAAN dengan keikhlasan Se utuh nya

MANUSIA

Orang Bijak ketika ditanya "Apakah yang Paling Membingungkan di Dunia ini ?"

Is menjawab: "Manusia",

Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya" hanya "Demi Uang";
Lalu dia "Mengorbankan Uangnya demi Kesehatan".

Lalu dia "Sangat Khawatir" dengan "Masa Depannya".
sampai’ dia "Tidak Menikmati Masa Kini";
akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini";

Dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati",
Lalu dia "Mati" tanpa "Benar-benar Menikmati" apa itu "Hidup"....

Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapat dan nikmati.....
Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok..

Ketika lahir dua tangan kita kosong.....
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong...

Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa²......

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan..
Jangan minder karena miskin...

Kaya belum tentu mulia...
Miskin belum tentu hina...

Kaya belum tentu bahagia...
Miskin belum tentu menderita....

Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman..

Tetaplah RENDAH HATI seberapa pun tinggi kedudukan kita.....

Tetaplah PERCAYA DIRI seberapa pun kekurangan kita.

Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa.
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.

Datang kita menangis....
Pergi juga ditemani oleh tangis.....

Maka dari itu tetaplah BERSYUKUR dalam segala keadaan apa pun....

Hiduplah di saat yg benar-benar ADA dan NYATA untuk kita, yaitu SAAT INI...
bukan dari bayang-bayang masa lalu maupun mencemaskan masa mendatang yg belum tiba..

“Pemenang kehidupan” adalah orang yang TETAP SEJUK di tempat yang panas...
yang TETAP MANIS di tempat yang pahit....

yang TETAP RENDAH HATI meskipun telah menjadi besar....

serta TETAP TENANG di tengah badai yang paling hebat...

HIDUPlah dengan BAHAGIA
karena  Anda berHAK BAHAGIA...

Selamat BAHAGIA !

Selasa, 12 Desember 2017

GAGAL BEROPINI

Bagaimana seekor kerbau bisa mati hanya karena sebuah OPINI :

1. Sehabis pulang dari sawah KERBAU rebahan dikandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. datanglah seekor kodok , kemudian kerbau berkata: "aah..temanku aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat sehari saja"

2. Kodok pergi dan ditengah jalan dia berjumpa dengan kucing yang sedang duduk di sudut tembok, kemudian kodok berkata: "tadi saya bertemu dengan kerbau dan dia besok ingin beristirahat dulu. sudah sepantasnya sebab boss beri kerjaan terlalu berat"

3. KUCING lalu bercerita kepada kambing: "Kerbau komplain boss kasi kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tidak mau kerja lagi"

4. KAMBING pun bertemu ayam dan dia berkata: "Kerbau tidak senang bekerja dengan boss lagi , mungkin ada pekerjaan yang lebih baik lagi".

5. AYAM pun berjumpa dengan monyet dan dia bercerita pula: "Kerbau tidak akan kerja lagi untuk boss dan ingin kerja ditempat yang lain".

6. Saat makan malam MONYET bertemu boss dan berkata: "Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifat nya dan dia sangat tidak suka kerja dengan boss dia ingin meninggalkan boss untuk kerja di boss yang lain"

7. Mendengar ucapan monyet sang BOSS MARAH BESAR dan tanpa bertanya terlebih dahulu dia lalu menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Ucapan asli kerbau: "SAYA LELAH DAN BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI" lewat beberapa teman ucapan ini telah berubah dan sampai kepada sang boss menjadi: "Si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dia sangat tidak suka dengan boss dan dia ingin meninggalkan boss dan kerja pada boss yang lain".

Sangat baik untuk disimak :
1. Adakalanya SATU PEMBICARAAN BERHENTI hanya sampai telinga kita saja dan TIDAK USAH sampai kepada telinga orang lain.

2. JANGAN TELAN BULAT-BULAT atau percaya begitu saja SETIAP BERITA atau perkataan orang lain sekalipun itu keluar dari mulut orang yang dekat dengan kita. kita perlu CHECK KEBENARANNYA sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, konfirmasi dan crosscheck kepada sumbernya langsung.

3. KEBIASAAN MENERUSKAN PERKATAAN / berita dari orang lain bahkan dengan menambah atau menguranginya atau menggantinya dengan persepsi dan asumsi kita sendiri BISA BERAKIBAT FATAL.

4. BILA RAGU dengan ucapan / berita dari seseorang atau siapapun sebaiknya kita bertanya langsung kepada yang bersangkutan untuk MENANYAKAN KEBENARAN INFORMASINYA tsb.

Note:
JADIKAN DIRI KITA Penyambungn silahturahmi  sehingga kita tidak mendatangkan celaka bagi orang lain atau  KEKELIRUAN INFORMASI

Rabu, 06 Desember 2017

PROFESOR ATHEIS TENTANG TUHAN

Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika.

Profesor: "Apakah TUHAN menciptakan segala yang ada?"

Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika TUHAN menciptakan segalanya, berarti TUHAN juga menciptakan kejahatan."

(Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"

Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."

Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. TUHAN tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan TUHAN dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya TUHAN dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!

Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan TUHAN dalam hatinya..

Hadirkan TUHAN dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita...

Itulah IMAN..

SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA.

SMALL MINDS THE ROOSEVELT

Cukup menarik apa yang pernah dikatakan FD Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan :

"Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas".

Pikiran Kecil membicarakan orang..
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan”.

Maka sebagai akibatnya...

PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yg lebih mendominasi kita, begitulah apa yg dihasilkannya.

Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak mnghasilkan apa2, kecuali perseteruan.

Akan tetapi bila Pikiran Besar yg mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru??

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,

PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata: “ADA APA”,

sedangkan

PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.

Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA SIH YG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?"

Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?"

Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS ?"

Dan..pikiran yang terakhir itulah yg konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang sangat terkenal!

Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.

Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yg berbeda.

Si PIKIRAN KECIL biasanya senang "melahap" TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.

Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.

Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI.

Semoga berbagai bentuk pikiran tersebut, maka kita lebih cenderung untuk didominasi oleh Pikiran Besar (Great Minds)...

YOU ARE WHAT YOU THINK, belajar selalu mencari solusi dengan pikiran bukan dengan perasaan, ketahuilah dengan perasaan yang nyaman, insya Allah akan menghasilkan buah cemerlang

KIDS JAMAN NOW DAN KIDS JAMAN SEMONO

Kids Zaman Now dan Kids Zaman Semono

Metode mendidik anak dalam ajaran Islam sebenarnya tidak banyak mengalami perubahan. Dari sejak zaman Nabi Muhammad dan sampai Kiamat sekali pun. Mengapa saya katakan demikian? Karena kita sesungguhnya hidup di zaman yang sama, yaitu zaman akhir. Rasul junjungan kita pun sudah menegaskan bahwa beliau adalah Rasul akhirnya zaman. Diutusnya beliau adalah juga merupakan salah satu tanda bahwa zaman hampir finish. Sehingga apa saja yang akan kita wariskan kepada anak-anak kita berupa pendidikan adalah sama dengan apa yang dulu kita dapatkan dari orangtua kita.

Kata kunci yang dapat kita pegang dalam mendidik anak dalam kurun ini adalah hadits Nabi SAW tentang fitnah akhir zaman yang akan menimpa ummat beliau. Ada banyak riwayat yang menerangkan tentang peringatan Rasûlullâh akan datangnya beberapa fitnah di akhir zaman. Tugas kita selaku orang tua maupun pendidik adalah memberi bekal agar generasi yang akan datang mampu menghadapi fitnah-fitnah tersebut. Dan bekal-bekal tersebut (yang kesemuanya sudah disampaikan oleh Nabi SAW) sudah pula diajarkan oleh guru-guru kita dan juga orangtua kita dulu.

Dari kata kunci tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa apa pun generasi yang ada dan dengan bentuk seperti apa pun mestinya harus tunduk dengan ajaran Islam. Singkatnya, zamanlah yang harus tunduk kepada ajaran Islam, bukan ajaran Islam yang direvisi demi mengadopsi perubahan zaman. Kata almarhum ustadz Zainuddin MZ: “Dimana-mana kayu harus mengikuti meteran, jika kayu kepanjangan maka kayu harus dipotong. Jadi bukan meteran yang mengikuti kayu, sehingga jika kayu tidak sesuai justru meteran yang dipotong.”

Demikian pula dengan istilah Kids Zaman Now yang sedang populer ini. Istilah ini akan menjadi aneh ketika dimaknai bahwa kita harus merubah konten pendidikan yang akan kita ajarkan kepada anak-anak kita karena mengikuti tren mereka atau mengikuti nilai-nilai yang sedang merambah generasi muda ini. Seolah kita harus tunduk dan menundukkan ajaran Islam demi menerima generasi kids zaman now tersebut. Namun istilah tersebut tidak menjadi masalah jika yang kita modifikasi adalah metodenya saja. Ini perlu kita tekankan karena banyak masyarakat yang menganggap bahwa dikarenakan generasi Kids Zaman Now ini maka nilai-nilai harus berubah. Ini tidak benar.

Misalnya, pacaran. Sejak zaman dulu sampai zaman kapan pun akan tetap haram hukumnya karena pacaran itu adalah perbuatan yang mendekati zina. Maka, aktivitas apa pun yang mendekati zina dilarang dalam Islam. Jangan karena alasan Kids Zaman Now lalu pacaran menjadi halal. Inilah yang tidak dimengerti oleh sebagian orangtua maupun pendidik. Sehingga mereka pun memberikan lampu hijau pada aktivitas ini. Jamak kali kita dengar kalimat: “Sudahlah, biarkanlah mereka. Maklum anak zaman sekarang!”, atau kalimat: “Ah, bapak-ibu seperti tidak pernah mengalami masa muda saja”. Hal ini tentu saja tidak bisa kita biarkan.

Zaman boleh berubah, tetapi ajaran Islam dan nilai-nilai luhurnya harus tetap sama persis. Bukankah al-Qur’an yang kita baca sekarang juga masih sama dengan al-Qur’an yang diturunkan di zaman nabi dulu? Demikian pula cara kita menafsirkan al-Qur’an mestinya juga tidak jauh beda dengan bagaimana yang dipahami oleh Rasul dan para shahabat zaman dulu. Ayat-ayat yang terbuka penafsirannya adalah ayat-ayat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengapa? Karena ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berubah dan berkembang.

Nah, metode pendidikan yang kita terapkan kepada anak-anak kita mestinya juga mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kids zaman now adalah generasi yang sangat akrab dengan gadget. Mereka tidak pernah lepas dan berpisah sedetik pun dengan benda modern ini. Nah, kita sebagai orangtua maupun pendidik bertugas mengarahkan penggunaan gadget tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai.

Gadget adalah sekedar alat. Sesuai dengan kaidah usul fiqh, bahwa sebuah alat tidak bisa dihukumi halal atau haram. Yang halal atau haram adalah penggunaannya. Sebilah pisau jika dipakai untuk memasak maka hukumnya halal, tetapi jika dipakai untuk membunuh tanpa haq maka haram hukumnya. Demikian pula dengan gadget; jika hanya dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan melalaikan maka hukumnya makruh. Jika dipakai untuk bermaksiat maka haram hukumnya. Namun jika dipakai untuk menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islam maka halal hukumnya.

Oleh karena itu, kita selaku orangtua atau pendidik tidak bisa mengasingkan gadget ini dari anak-anak kita. Orangtua atau pendidik justru harus mengenalkan perangkat modern ini kepada mereka, tentu saja plus kegunaan positif yang dapat kita ajarkan kepada mereka. Menjauhkan gadget dari anak-anak bukanlah solusi. Hal ini justru lebih berbahaya karena mereka akan mengenal gadget dari teman-teman mereka. Ya kalau kebetulan mereka bertemu dengan teman yang baik. Jika mereka bertemu dengan teman yang salah, maka petakalah yang akan terjadi.

Kids Zaman Semono

Jika saat ini sedang populer dengan istilah kids zaman now, maka sebenarnya ada generasi lain yang perlu mendapat perhatian kita, yaitu generasi zaman dulu, saya menyebutnya dengan istilah kids zaman semono. Dimana zaman itu masih “lebih bersih” dari zaman sekarang. Merekalah yang saat ini telah menjadi orangtua dan para pendidik yang sedang diuji untuk mengarahkan anak-anak mereka yaitu kids zaman now.

Perbedaan mendasar kedua zaman itu adalah pada perubahan kecanggihan teknologi. Misalnya perubahan atau perkembangan teknologi handphone. Dulu, HP hanya berfungsi untuk SMS dan telepon saja. Namun sekarang HP sudah memiliki fungsi yang sangat beragam. Dulu untuk bersosial atau berhubungan dengan orang lain kita harus menempuh jarak yang kadang melelahkan. Namun sekarang kita bisa berkomunikasi jarak jauh plus dapat melihat penampakan lawan bicara kita lewat video call.

Melihat perbedaan teknologi itu maka kids zaman semono harus mampu mengikuti perkembangan yang ada. Mereka tidak boleh gaptek (gagap teknologi). Mereka harus up to date agar tidak mudah dikibuli oleh anak-anak mereka. Jika kids zaman now akrab dengan media sosial semisal twitter, whatsapp, instagram, facebook, dan lain-lain maka kids zaman semono pun mau tak mau harus mengikuti itu.

Bagaimana kita bisa mengecek akhlaq anak-anak kita di media sosial jika kita sendiri tidak memiliki akun media sosial? Bagaimana kita bisa mengarahkan penggunaan gadget jika kita sendiri gagap teknologi? Maka kita musti belajar banyak tentang perkembangan teknologi. Kita tidak boleh kalah dengan anak-anak kita dalam memanfaatkan teknologi. Syukur-syukur jika kita lebih pandai dan lebih mahir dari mereka, sehingga kita menjadi rujukan atau tempat bertanya anak-anak kita.

Jadi meskipun kita adalah generasi kids zaman semono tetapi kita tetap mampu hidup dan bersaing di zaman kids zaman now. Ringkasnya, kita harus mampu menjalani kehidupan dengan tetap menjalankan nilai-nilai Islam meskipun zaman berubah pesat. Dalam bahasa agamanya, Islam itu shalih likulli zamanin wa makanin. Islam itu cocok untuk zaman seperti apa pun dan tempat seperti apa pun jua.

Selasa, 05 Desember 2017

SIFAT-SIFAT HATI "BISAKAH KITA SEPERTI INI"

BISAKAH KITA SEPERTI INI

Untuk lebih jelas akan saya paparkan sifat-sifat hati yang saya maksudkan:

1. Rasa malu kepada Allah karena senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.

2. Rasa takut dan hebat pada Allah karena terasa diri selalu berada dalam kuasa Allah, sehingga Allah bisa berbuat apa saja seperti sakit, miskin, mati dan lain-lain.

3. Selalu merasa berdosa pada Allah, bukan hanya di depan manusia karena ada kesalahan tersembunyi yang tidak dapat diketahui seperti dosa-dosa hati. Sebab itu dia selalu menangis seorang diri, bukan di depan orang, karena takut dosanya tidak terampuni.

4. Tidak menunda-nunda urusan dengan Allah karena hati selalu merasa kedatangan maut itu bisa terjadi kapan saja.

5. Setiap kali membuat kesalahan yang kecil hatinya merasa takut dan terhina di depan Allah, sehingga cepat-cepat meminta ampun kepada Allah SWT.

6. Setiap kali selesai beramal, hati merasa itu adalah karunia Allah, bukan kemampuan dirinya. Dia tidak merasa bangga karena merasa amalannya tidak sempurna. Karena itu ia mengharapkan belas kasihan dari Allah agar menerima amalannya. 7. Kalau Allah menentukan satu peristiwa terjadi pada dirinya, hatinya akan redha dengan apa yang terjadi tanpa kesal dan keluh-kesah. Dia sadar dirinya yang rendah layak menerima apa pun takdir Allah.

8. Setiap kali melihat pemandangan alam yang indah, hati segera merasakan kebesaran Allah.

9. Kalau dia mendapat kejayaan atau nikmat, hatinya segera merasakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah bukan kemampuan sendiri. Karena itu dia merasa takut pada Allah, karena menyalahgunakan atau kurang mensyukuri nikmat yang diperoleh.

10. Kalau dia menderita kemiskinan atau tidak memperoleh nikmat, hatinya terasa tentram karena dia merasa bebas dari tanggungjawab untuk menjaga amanah Allah.

11. Kalau mendapat musibah seperti sakit, hati bisa merasa tenang karena merasakan bahwa bencana (musibah) adalah kifaraf (balasan) dosanya. Dia merasa lebih baik dihukum di dunia daripada dihukum di akhirat. Penderitaan di dunia adalah pengampunan dosa di akhirat.

12.. Bila mendapat pujian, hati merasa tidak senang sebab pujian itu tidak layak baginya dan bisa merusak rasa kehambaannya.

13. Kalau dikeji atau dihina orang, hatinya merasa kasihan pada orang yang menghinanya dan segera memaafkan orang itu tanpa diminta. Dia merasa bahwa dosanya telah menyebabkan dia dihukum seperti itu. Kalau tidak begitu dia tidak akan mendapat pahala dari penghinaan itu. Sebab itu dia tidak berniat sama sekali untuk membalas perbuatan orang itu.

14. Dia selalu berlapang dada berhadapan dengan aneka ragam manusia dan kesusahan yang manusia timpakan ke atasnya.

15. Dia tidak bangga dengan nikmat, tidak gelisah dengan musibah, tidak merasa tenang dengan pujian dan tidak menderita dengan cacian. Hatinya selalu merasa sebagai hamba yang serba kekurangan dan sangat memerlukan Allah SWT dalam setiap keadaan.

16. Kalau dia melihat atau mengetahui orang membuat maksiat, dia bersyukur pada Allah karena dirinya selamat dari maksiat. Sebab itu dia tidak menghina orang itu bahkan dia merasa kasihan, ingin menolong dengan memberi nasihat. Bahkan dia tidak menaruh sangka jahat pada orang itu. Dia menganggap kesalahan itu adalah karena tidak tahu, lupa ataupun tidak sengaja.

17. Ketika berhadapan dengan orang yang memarahinya, dia tidak ikut marah dan tidak melawan berdebat sekalipun dia benar.

18.. Bila berhadapan dengan kepandaian orang lain, dia akan menerima ilmu atau kebenaran sekalipun dari seorang kanak-kanak. Kalau bermuzakarah dia tidak memperlihatkan bahwa dirinya pandai sehingga tidak merasa bangga diri Kalau ada yang memuji orang lain di hadapannya dia tidak sakit hati sebab dia faham bahwa kuasa hak Allah yang melebihkan dan mengurangkan nikmat pada hamba-hamba-Nya.

19. Kalau ada orang lain menyelesaikan kerjanya, dia tidak menggerutu sebab dia merasa dia dibantu.

20. Kalau dia digemari oleh banyak orang, dia tidak merasa bangga sebaliknya dia bimbang kalau hal itu membuat dirinya riya’.

21. Dia tidak makan seorang diri. Kalau memberi bantuan pada seseorang, tidak di hadapan orang lain.

22. Beramal dan betul-betul beribadah karena Allah bukan lagi karena Syurga atau Neraka.

10 KUNCI KETENANGAN HATI

1. TIDAK MEMBENCI
Jangan sekali-kali membenci seseorang walaupun dia berbuat kesalahan kepadamu tetapi doakan dia untuk berubah dan menjadi baik

2. TIDAK BERKELUH KESAH
Jangan berkeluh kesah karena apa yang kita alami sebuah proses untuk kita menjadi lebih dewasa dalam banyak hal ,sebaliknya perbanyaklah berdoa kepada Tuhan.

3. HIDUP SEDERHANA
Hidup sederhana walaupun punya kedudukan tinggi & harta melimpah karena apa yang kita terima semuanya titipan

4. BERPRASANGKA BAIK
Senantiasa berfikir positif meskipun kerap ditimpa musibah karena dari setiap persoalan kita dapat merasakan bahwa Tuhan tidak pernah memberi cobaan melebihi kekuatan kita

5. SELALU TERSENYUM
Senyumlah walaupun hati terluka karena hinaan orang dengan  satu pemahaman  kita mengampuni dia karena dia tidak tau apa yang dia katakan kepada kita .

6. SELALU MEMBERI
Gemar memberi dan berbagi walaupun kita tidak berlebih karena kita sesungguhnya bendahara Tuhan didunia ini .

7. BERDOA TANPA SEPENGETAHUAN MEREKA
Jangan lelah dan jemu jemu selalu mendoakan sahabat -2 kita untuk kebaikan mereka tanpa  sepengetahuannya.

8. TIDAK DENGKI & IRI HATI
Jangan iri & dengki dengan kejayaan dan kesuksesan teman-teman anda, karena setiap orang yang menerima lebih akan diminta lebih dalam hidup ini , sehingga kita tidak perlu iri

9. MUDAH MEMAAFKAN
Jangan merasa malas dan susah dalam memaafkan kesalahan orang lain, karena terdapat kelegaan dan ketenangan dalam kita memaafkan

10. HINDARI PERMUSUHAN
Jangan menganggap orang yang berbeda pendapat sebagai lawan, karena sesungguhnya dia tetap saudara kita yang kita kasihi

Semoga bermanfaat....