Minggu, 26 September 2021

BELAJAR DARI KATA SABAR

S A B A R 




HIDUP adalah proses PEMBELAJARAN & KEDEWASAAN 


PEMBELAJARAN

hanya bisa DIPEROLEH pada situasi yang tidak sesuai HARAPAN kita, ... bukan  ....saat KENYAMANAN


Jadilah  murid kehidupan dengan belajar BERSYUKUR & MENGAMBIL hal yang POSITIF dari setiap PERISTIWA yang kita hadapi.


SABAR

Itu ilmu tingkat TINGGI

Belajarnya Setiap Hari

Latihannya Setiap saat

Ujiannya Sering Mendadak

Sekolahnya Seumur Hidup


Berusahalah SABAR dalam Kesedihan,

Berusahalah SABAR dalam Kekecewaan,

Berusahalah SABAR dalam Kesakitan,

Berusahalah SABAR dalam Musibah,

Berusahalah SABAR dalam Ujian Hidup...


SABAR itu Sulit,

SABAR itu Lelah,

SABAR itu Sakit,

SABAR itu Bikin Stress,


Akan tetapi jika kita mampu Melewatinya, ...m a k a ... 

SABAR itu akan menjadi sebuah KEINDAHAN & ARTI sebuah KEHIDUPAN


Ada kalanya di butuhkan... Senyuman untuk Menangis,

Ada kalanya di butuhkan 

Airmata untuk Bahagia,

Ada kalanya di butuhkan 

Canda untuk Melepas Lelah,

Ada kalanya di butuhkan.....

Penat untuk mengukur arti Kedamaian,

Ada kalanya di butuhkan....

Rasa Kekecewaan" untuk menjadi Koreksi Diri,

Ada kalanya di butuhkan 

Teman" untuk Berbagi,


N a m u n ....

Setiap saat ..dan..

Bukan Ada Kalanya

 kita butuh BERSYUKUR,

agar semua yang ada didepan mata kita menjadi hal yang WAJAR

  

Selamat Berakhir Pekan  Saudaraku Semua

BERFIKIR POSITIF - PERBEDAAN RELIGIUS & SPIRITUAL

PERBEDAAN RELIGIUS & SPIRITUAL




Fenomena yang terjadi di negara kita tercinta akhir-akhir ini, sungguh sangat memprihatinkan . Bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang religius, banyak orang yang taat beragama, tempat ibadah ada di mana-mana. Namun ternyata kejahatan, korupsi dan fitnah terus terjadi, bahkan makin merajalela. 


Hal ini menunjukkan, bahwa kita hanya mampu membawa perbedaan, antara yang beragama dengan yang tidak beragama serta masih terpaku pada religiusitas dan bukan spiritualitas.


Orang yang Religius, adalah orang yang agamis, rajin ibadah, terkadang dari penampilannya terlihat atau sengaja diperlihatkan simbol-simbol agama..


Sementara Spiritualis, adalah orang yang baik, bukan hanya dalam menjalankan perintah agama saja, atau di tempat ibadah saja, tetapi ia baik di manapun ia berada..


Ada 5 perbedaan antara orang yang Religius dengan yang Spiritual:


1. Orang Religius, adalah orang yang percaya, bahwa Tuhan itu ada. 


Sedangkan Orang Spiritual, adalah orang yang percaya, bahwa Tuhan itu hadir. 


Orang berani melakukan perbuatan tidak baik, karena ia berpikir Tuhan hanya ada, tetapi tidak hadir. Sedangkan orang spiritual senantiasa berpikir, bahwa Tuhan selalu hadir di manapun ia berada. 


2. Orang Religius, adalah orang yang merasa paling suci dan paling benar. 


Orang Spiritual, adalah orang yang melihat semua orang setara, semua punya kelebihan dan kekurangan.


3. Orang Religius, adalah orang yang mudah mencari perbedaan, selalu melihat perbedaan, dan sensitif dengan perbedaan. 


Orang Spiritual, adalah orang yang mudah mencari persamaan, selalu melihat persamaan dan mau menerima perbedaan.


4. Orang Religius, adalah orang yang hanya mementingkan simbol-simbol agama dan ritual agama saja. 


Orang Spiritual, adalah orang yang menyembunyikan ibadahnya dari orang lain, dan mempraktekkan keagamaannya di manapun dan kapanpun.


5. Orang Religius, adalah orang yang baik dalam urusan ibadah saja. 


Orang Spiritual, adalah orang yang baik dalam semua urusan, karena menganggap semua urusan, adalah ibadah.


Jadilah pribadi yang terbaik.

BERFIKIR BIJAKSANA - TELADAN IBNU SINA DAN DIAMNYA ANIES BASWEDAN

TELADAN IBNU SINA DAN DIAMNYA ANIES BASWEDAN




Sambil mencari hikmahnya, pak Anies Baswedan bercerita tentang perlunya diam disaat menghadapi orang-orang yang bodoh.


Sebelum memulai cerita, seperti biasanya, beliau menyeruput kopi susu kesukaannya. Lalu pak Anies Baswedan bertanya, tahukah kalian siapa Ibnu Sina ?


Adalah tahun 980 sampai 1037 ada seorang mumpuni bernama Ibnu Sina. Seorang filsuf, penulis, ahli obat dan pengobatan, juga ilmuwan yang cukup handal. Adapun karyanya yang tersohor adalah al-Qanun fi at-Tibb tentang ilmu obat dan pengobatan.


Suatu hari Ibnu Sina melakukan perjalanan dengan kuda kesayangannya. Pada suatu tempat yang dianggap nyaman, ia berhenti beristirahat. Kuda diikat ditempat yang sedikit teduh. Diberi makan jerami dan dicampur rumput pilihan. Ibnu Sina tahu binatang itu tidak boleh dimusuhi bahkan disiksa. Harus disayang karena membantu manusia.


Ibnu Sina duduk ditempat lebih teduh tak jauh dari kuda, sambil menikmati bekal yang dibawanya.


Tiba-tiba datang seseorang menunggang keledai. Ia turun dan mengikat keledai berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina. Dengan maksud supaya keledainya bisa memakan jerami dan rumput pilihan. Dan orang tersebut pun duduk dengan Ibnu Sina berada. 


Ketika ia duduk dan ikut makan, Ibnu Sina mengingatkan, "Keledaimu jauhkan dari Kudaku supaya tidak dislentak/ditendang." Orang yang diajak bicara itu tersenyum sambil menoleh ke kuda dan keledai. 


Namun plak. Si keledai ditendang kuda hingga terluka cidera. 

Pemilik keledai marah-marah kepada Ibnu Sina dan meminta tanggung jawabnya. Ibnu Sina diam saja. Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta agar Ibnu Sina membayar atas luka cidera keledainya.

Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina terdiam.


Hakim kemudian berkata kepada orang yang mengadu, "Apakah ia bisu.....?" Orang itu menjawab, "Tidak, tadi dia bicara padaku." Hakim bertanya lagi, "Apa yang ia katakan.....?" Orang itu kembali menjawab, "Jangan dekatkan Keledaimu nanti ditendang Kudaku." Setelah mendengar jawaban itu, sang Hakim tersenyum dan berkata kepada Ibnu Sina, "Anda ternyata pintar. Cukup diam dan kebenaran terungkap." 


Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada Hakim, "Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang bodoh adalah dengan diam." Dan kebenaran akan menunjukkan jalannya sendiri. 


Itulah kenapa sebabnya kenapa saya memilih diam.


#AniesKeren

#Goodbener