Minggu, 02 April 2017

PETUAH KOPI

Kyai : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

Santri : Baik, kyai.

Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya  beserta sendok kecil.

Kyai : Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

Santri : rasanya sangat pahit sekali kyai

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : sangat manis sekali, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.

Kyai : Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.

Santri : Ya kyai, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih  atas pelajaran ini, kyai.

Kyai : Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.

Kyai : Bagaimana rasanya?

Santri : rasanya nikmat, kyai...

Kyai : Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan yang memerlukan.

Santri : Terima kasih atas petuahnya, kyai.

Selamat ngopi
☕☕☕

TUHAN DAN ARWAH

Seorang manusia meninggal...

Ketika ia menyadarinya, ia melihat Tuhan mendekati dirinya dg sambil memegang sebuah koper di tangan-Nya.

Berikut dialog antara TUHAN & arwah manusia tersebut:

Tuhan : "Mari kita pergi."

Arwah : "Begitu cepat ? Tapi saya masih memiliki banyak rencana."

Tuhanv: "Maaf, waktumu sudah habis, saatnya untuk pergi."

Arwah : "Apakah isi koper yg Engkau pegang itu ?"

Tuhan : "Benda kamu."

Arwah :  "Benda saya ? Maksudnya barang - barang saya ? Spt baju saya, uang saya, perhiasan saya ?"

Tuhan : "Bukan, barang itu tak pernah menjadi milikmu. Itu milik Dunia."

Arwah : "Apakah itu ingatan & kenangan saya?"

Tuhanv: "Bukan, itu milik Waktu."

Arwah : "Apakah itu bakat & kesuksesan saya ?"

Tuhan : "Bukan juga, itu milik Anugerah."

Arwah : "Apakah itu istri & anak2 saya ?"

Tuhan : "Tidak juga, itu milik hatimu."

Arwah : "Kalau begitu, itu pasti tubuh saya."

Tuhan : "Tidak, bukan. Tubuhmu milik debu tanah."

Arwah : "Jika demikian isinya tentu jiwa saya."

Tuhan : "Kamu salah besar nak, sebab jiwamu itu milik-KU."

Tuhan lalu menyerahkan koper tsb ke sang Arwah. Dengan kebingungan & dengan ketakutan sang Arwah membuka koper tsb.

Dan ternyata isinya KOSONG !

Dengan hati kecewa & airmata berlinang sang Arwah bertanya pd Tuhan, "Maksud Tuhan, saya tak pernah memiliki apapun ?!"

Tuhan menjawab: "Iya, benar. Sesungguhnya kamu itu tak pernah memiliki apapun."

Arwah: "Lalu, apa yg menjadi milikku, Tuhan ?!"

Tuhan: "WAKTU-mu. Saat - saat di waktu kamu HIDUP.  Itulah milikmu !"

Sahabatku semua,
Hidup adalah waktu

Hargai waktu yg ada tersisa,
Jalani hidup dengan penuh rasa syukur & kebahagiaan.

Berhentilah bersungut-sungut dan mengomel.

Nikmatilah setiap saat - saat yang dilalui bersama pasangan dan anak - anakmu, dan bahagiakan mereka selagi kamu masih punya waktu.

Jangan simpan kebencian, dendam, kepahitan ; Tetaplah menjadi baik sampai akhir hidup...

Kamis, 09 Maret 2017

CIRI-CIRI ORANG BAIK


Orang itu baik atau tidak :

1. Orang Baik cenderung LEBIH BANYAK TERSENYUM. Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka *Hawa Positif akan bertebaran di sekitarnya*. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan *lebih ramah dan bisa dipercaya*.

2. Pikiran-pikiran negatif jarang menghinggapi orang baik, sedangkan orang jahat biasanya diliputi rasa iri hati dan dengki.
Orang Baik akan selalu MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun. Berbeda dengan orang jahat, saat kita berbicara dengannya akan banyak pikiran-pikiran atau gagasan buruk yang dia tebarkan. Bahkan dia bisa menyebar hawa iri dengki di sekitar kita. Sehingga suasana jadi tidak nyaman.

3. Lihat seberapa sering seseorang mengganti nomor handphone. Orang Baik, jarang mengganti nomor handphonenya. Mungkin pada awalnya terdengar konyol dan main-main. Tapi percayalah orang baik JARANG MENGGANTI NO HP NYA.  Mereka beranggapan jika suatu saat orang membutuhkan mereka, gonta-ganti nomor handphone bisa menjadi petaka tersendiri. Orang akan kesulitan mencari nomor kita dan kita kehilangan satu kesempatan untuk menolong orang. Jika ada sebagian orang yang beralasan mengganti nomor ponsel untuk menghindari gangguan, orang baik tidak akan merasa dirugikan dengan apa pun yang orang lain lakukan padanya.

4. Orang Baik biasanya lebih sering MENYAPA DULUAN. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dari rasa ingin dicari dan dibutuhkan. Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.

5. Orang Baik TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk dirinya.

6. Orang Baik selalu PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI. Mereka terlihat sangat sabar dan toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri. Sebaliknya selalu mengutamakan kepentingan orang lain.

7. Orang Baik akan bercerita atau MEMBAGIKAN HAL-HAL YANG BERMANFAAT dengan tujuan memberi tahu. Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yang benar.

8. Orang Baik selalu merapal 3 kata sakti. Yaitu MAAF, TOLONG, dan TERIMA KASIH.

9. Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa salah. Mereka tidak akan segan-segan untuk MEMINTA MAAF DAN MEMPERBAIKI KESALAHAN. Berbeda dengan orang jahat yang memiliki gengsi tinggi dan menganggap dirinya selalu benar. Alamak... Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsinya minta ampun. Ada saja alasannya untuk menjatuhkan orang lain.

Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar.
                                        
MEMANG BAIK JADI ORANG PENTING, TAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG BAIK

SECANGKIR ILMU PAHAM

🍵 "SECANGKIR ILMU PAHAM"

Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah "paham".

Ini adalah wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati..
Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya...

Tingkat ke dua terbawah adalah "kurang paham".

Orang yang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham..
dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul-simpul pemahaman yang benar...

Naik setingkat lagi adalah mereka yang *"salah paham"*.

Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan..,
sehingga dia tidak sempat berfikir jernih..
Dan ketika dia akhirnya paham, maka biasanya dia meminta ma'af atas ke-salah paham-annya..
Jika tidak.., dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu...

Nah.., tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah "gagal paham".

Gagal paham ini biasanya lebih karena kesombongan...
Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain...
Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dan lainnya)...
Atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja.., bukan ilmu yang disampaikan, tetapi siapa yang menyampaikan...

Tertutup hatinya..
Tertutup akal pikirannya..
Tertutup pendengarannya..
Tertutup logikanya..

Dia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri...
Parahnya lagi...,
Dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu menjadi bahan tertawaan orang yang paham...

Dia tetap dengan pemahaman dirinya...,
dan dia bangga dengan
ke-gagal paham-annya..."

Pertanyaanya ;
"Kok paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi ..??
Apa tidak terbalik..?!"

Jawabannya ;
"Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk dan merendah!!"

Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui, dan dia merasa seakan-akan dia tidak tahu apa-apa...!!

Dia terus mau menerima ilmu, darimanapun ilmu itu datangnya...

Dia tidak melihat siapa yang bicara, tetapi dia melihat apa yang disampaikan...

Dia paham ...,
ilmu itu seperti air...,
dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah...
Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya...

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi...!!

Dia seperti balon gas yang berada di atas awan...
Dia terbang tinggi dengan kesombongannya...,
Memandang rendah keilmuan orang lain yang tak sepaham dengannya...
Dan merasa akulah kebenaran ... !!!

Masalahnya ..., dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin tanpa mampu menolak...
Sering berubah arah tanpa kejelasan yang pasti...

Akhirnya dia terbawa kemana-mana sampai terlupa jalan pulang...,
dia tersesat dengan pemahamannya...,
dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya...!!

Dia akan mengakui ke-gagal paham-annya dengan penyesalan yang amat sangat dalam...!!

"Jadi yang perlu diingat ...
akal akan berfungsi dengan benar, ketika hati merendah ...
Namun tatkala hati meninggi, maka ilmu jugalah yang akan membutakan si pemilik akal ..."

Ternyata di situlah kuncinya...!!

"Lidah orang bijaksana berada didalam hatinya, dan tidak pernah melukai hati siapapun yang mendengarnya ...
Akan tetapi hati orang dungu berada di belakang lidahnya, dan selalu hanya ingin perkataannya saja yang paling benar dan harus didengar ..."

"Ilmu itu open ending"..

Makin digali makin terasa dangkal..

Jadi... kalau ada orang yang merasa sudah tahu segalanya, berarti dia tidak tahu apa-apa...!!

Hanya Allah Yang Maha Pemberi Taufiq dan Hidayah..
Semoga bermanfa'at..

Selasa, 14 Februari 2017

BANYAK MINUM AIR PUTIH LEBIH BAHAYA DIBANDING DAGING KAMBING

*BANYAK MINUM AIR PUTIH LEBIH BAHAYA DIBANDING DAGING KAMBING...SO, KURANGI MINUM AIR PUTIH SEKARANG JUGA,? BERBAHAYA...*

Menurut penelitian terbaru, mengkonsumsi Air Putih bisa memicu darah tinggi, dibandingkan makan daging kambing...
Air Putih  yang selama ini dicitrakan sebagai minuman sehat, ternyata lebih memicu darah tinggi dibanding daging kambing.
Percobaan oleh Calon Ahli Gizi pada 2 orang kembar budi 25th dan Amir 25th).

Setiap makan malam selama 3 hari diberikan perlakuan sbb:

Hari 1 :
√ Budi diberi makan sop kambing...
√ Amir diberi Air mineral 3 botol sedang.
• Reaksi Budi dan Amir normal.

Hari 2 :
√ Budi diberi gulai kambing,
√ Amir diberi Air Puitih 1 liter
.
• Reaksi Budi normal, & Amir melirik-lirik makanan Budi.

Hari 3 :
√ Budi diberi Sate Kambing.
√ Amir diberi Air Putih 2 Liter

• Reaksi Budi normal walau sdh 3 hari makan kambing, tetapi reaksi Amir sangat emosional. Dia membanting piring dan merampas sebagian sate kambing Budi sambil berteriak: _*"Aing unggal poe disuguhan cai herang bae... modar aing...!!!"*_

Kesimpulan :
Minum Air Putih ternyata memicu darah tinggi dan membuat emosi tidak terkendali, sedangkan makan daging kambing tidak demikian.

Semoga bermanfaat !!!

Senin, 06 Februari 2017

BANYAK MINUM AIR PUTIH LEBIH BAHAYA DIBANDING DAGING KAMBING

*BANYAK MINUM AIR PUTIH LEBIH BAHAYA DIBANDING DAGING KAMBING...SO, KURANGI MINUM AIR PUTIH SEKARANG JUGA,? BERBAHAYA...*

Menurut penelitian terbaru, mengkonsumsi Air Putih bisa memicu darah tinggi, dibandingkan makan daging kambing...
Air Putih  yang selama ini dicitrakan sebagai minuman sehat, ternyata lebih memicu darah tinggi dibanding daging kambing.
Percobaan oleh Calon Ahli Gizi pada 2 orang kembar budi 25th dan Amir 25th).

Setiap makan malam selama 3 hari diberikan perlakuan sbb:

Hari 1 :
√ Budi diberi makan sop kambing...
√ Amir diberi Air mineral 3 botol sedang.
• Reaksi Budi dan Amir normal.

Hari 2 :
√ Budi diberi gulai kambing,
√ Amir diberi Air Puitih 1 liter
.
• Reaksi Budi normal, & Amir melirik-lirik makanan Budi.

Hari 3 :
√ Budi diberi Sate Kambing.
√ Amir diberi Air Putih 2 Liter

• Reaksi Budi normal walau sdh 3 hari makan kambing, tetapi reaksi Amir sangat emosional. Dia membanting piring dan merampas sebagian sate kambing Budi sambil berteriak: _*"Aing unggal poe disuguhan cai herang bae... modar aing...!!!"*_

Kesimpulan :
Minum Air Putih ternyata memicu darah tinggi dan membuat emosi tidak terkendali, sedangkan makan daging kambing tidak demikian.

Semoga bermanfaat !!!

Jumat, 03 Februari 2017

PEMBANTU MINTA NAIK GAJI


""Pembantu Minta Naik Gaji""

Pembantu : "Nyonya, saya mau minta naik gaji!"
Nyonya : "Kenapa saya harus naikkan gaji kamu?"

Pembantu : "Ada 3 alasan nyonya! Pertama saya membersihkan rumah lebih bersih daripada Nyonya."
Nyonya : "Siapa yang bilang?"

Pembantu : "Tuan yang bilang..."
Nyonya : "Oh?" (sambil menahan amarah)

Pembantu : "Kedua, saya memasak lebih enak daripada Nyonya..."
Nyonya : "Siapa yang bilang?"

Pembantu : "Tuan yang bilang..."
Nyonya : "Oh?" (Ggrrrrrkkk..!!)
Pembantu : "Ketiga, saya di ranjang lebih hebat daripada Nyonya..."
Nyonya : "Oh?! Tuan juga yang bilang?!!!"

Pembantu : "Bukan, Nyonya.. Tuan sebelah rumah yang bilang, katanya nyonya kurang hebat di ranjang..."
Nyonya : "Ssssstt!!! Kamu minta naik berapa?!!!"