Senin, 06 November 2017

MUHASABAH MASA LALU DAN MASA DEPAN

MUHASABAH

Tidak ada "orang baik" yang tidak punya masa lalu. Tidak ada pula "orang jahat" yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apapun lingkungannya dahulu, dan seburuk apapun perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena, seseorang yang "hampir membunuh Rasul" pun, kini berbaring di sebelah makam beliau. : Umar bin Khattab

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Karena seseorang yang pernah "berperang melawan agama Allah" pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah : Khalid bin Walid

Jangan memandang seeorang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir'aun berada di neraka. Sedangkan terompah Bilal bin Rabah terdengar di Syurga.

Intinya, jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Karena bunga teratai tetap mekar cantik, meski tinggal di air yang kotor. Maka, untuk menjadi hebat, yang diperlukan adalah kuatnya tekad.

Tidak perlu pusingkan masa lalu. Tidak perlu malu dengan tempat asal kita. Jika kita mau, kita bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor, namun tetap mekar mengagumkan.

Berubah dan bangkit, jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.
Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata. Seseorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit di hidupnya.

Tetap SEMANGAT. Tetap SABAR. Tetap IKHLAS. Tetap SYUKUR. Karena kita sedang kuliah di Universitas Kehidupan.

Di mana, jika di sekolah formal atau kampus-kampus pada umumnya, kita mendapatkan pelajaran dahulu baru kemudian diuji, maka di dalam Universitas Kehidupan, kita diberi ujian dahulu, baru kemudian mendapatkan pelajaran.

Orang yang Hebat, TIDAK dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan, dan Kenyamanan. Mereka dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN dan bahkan AIR MATA.

Jumat, 03 November 2017

RENUNGAN HATI

MUHASABAH

Tidak ada "orang baik" yang tidak punya masa lalu. Tidak ada pula "orang jahat" yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apapun lingkungannya dahulu, dan seburuk apapun perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena, seseorang yang "hampir membunuh Rasul" pun, kini berbaring di sebelah makam beliau. : Umar bin Khattab

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Karena seseorang yang pernah "berperang melawan agama Allah" pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah : Khalid bin Walid

Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir'aun berada di neraka. Sedangkan terompah Bilal bin Rabah terdengar di Syurga.

Intinya, jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Karena bunga teratai tetap mekar cantik, meski tinggal di air yang kotor. Maka, untuk menjadi hebat, yang diperlukan adalah kuatnya tekad.

Tidak perlu pusingkan masa lalu. Tidak perlu malu dengan tempat asal kita. Jika kita mau, kita bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor, namun tetap mekar mengagumkan.

Berubah dan bangkit, jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.
Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata. Seseorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit di hidupnya.

Tetap SEMANGAT. Tetap SABAR. Tetap IKHLAS. Tetap SYUKUR. Karena kita sedang kuliah di Universitas Kehidupan.

Di mana, jika di sekolah formal atau kampus-kampus pada umumnya, kita mendapatkan pelajaran dahulu baru kemudian diuji, maka di dalam Universitas Kehidupan, kita diberi ujian dahulu, baru kemudian mendapatkan pelajaran.

Orang yang Hebat, TIDAK dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan, dan Kenyamanan. Mereka dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN dan bahkan AIR MATA.

Kamis, 02 November 2017

PENDIDIKAN YANG MENUMBUHKAN

PENDIDIKAN YANG MENUMBUHKAN - Berikut ini adalah catatan ringkas dari sambutan Bapak Anies Rasyid Baswedan, mantan menteri pendidikan yang sekarang menjabat sebagai gubernur Jakarta ketika membuka acara Education Expo ASESI (Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia) di TMII tanggal 29 Oktober 2017. Catatan ini dinukil dari grup ASESI dengan sedikit penyesuaian.

Pendidikan adalah tentang masa depan. Pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru. Pendidikan bukanlah membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan. Karena ia menumbuhkan, maka hal yang fundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan juga iklim yang baik.

Kalau kita membayangkan anak- anak itu sebagai bibit (biji), maka biji itu tidak kelihatan batangnya, tidak kelihatan akarnya, dan tidak kelihatan daunnya karena ia masih biji. Sehebat apapun sebuah biji, maka tidak akan kelihatan semua komponennya. Namun nanti ketika biji tanaman itu sudah tumbuh berkembang, maka akan terlihat batangnya, akan terlihat daunnya, akan terlihat buahnya, akan terlihat bunganya. Tapi saat itu masih berupa biji belum terlihat.

Kadang-kadang kita melihat biji seperti melihat tanaman yang lengkap. Lalu kita ingin biji ini punya semuanya. Punya bunga dan lainnya. Tentu tidak bisa.

Untuk menjadi tumbuhan yang lengkap, biji itu memerlukan waktu, memerlukan proses penumbuhan. Biji yang baik juga membutuhkan lahan yang subur. Di mana lahan yg subur itu?

Di antaranya:

1. Di rumah. Rumahnya harus menjadi lahan yang subur.

2. Di sekolah.

3. Di antara rumah dan sekolah, yaitu di lingkungannya.

Karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan maka bayangkan seperti kita menumbuhkan biji itu. Karena itu saya sering mengatakan jangan gunakan kata membentuk, apalagi kalau akhlaq. Akhlaq itu ditumbuhkan,karakter itu ditumbuhkan tidak bisa dibentuk.

Dulu saat kita sekolah pasti pernah praktek biologi tentang dua tanaman yang satu dipasang dekat matahari, yang satu jauh dari matahari. Beloknya beda bukan? Bibitnya sama, tanahnya sama, potnya sama, arah tumbuhnya sama tidak? Maka jawabannya tidak sama. Jadi kita mau belok kanan- belok kiri itu bukan daunnya yang dibelokkan, tapi rangsangannya yang berbeda. Cuacanya diatur, lokasinya diatur. Karena itu mengelola sebuah sekolah, mengelola sebuah intitusi pendidikan itu adalah mengelola rekayasa.

Sebagai contoh, di rumah kita bisa menjadikan anak kita menjadi anak yang individualis atau anak yang dekat dengan saudara-saudaranya.

Misalnya sebuah keluarga dengan empat anak. Kita buat setiap kamar ada kamar mandinya agar semuanya rapi bersih semua. Kamar mandi di dalam kamar. Sementara keluarga yang lain, dengan empat anak juga memiliki rumah dengan kamar mandi satu, di luar kamar. Maka apa yang terjadi? Keluarga yang pertama anak-anaknya tumbuh individualis. Semuanya diselesaikan sendiri. Keluar kamar semua sudah bersih.

Sedangkan keluarga kedua, anak-anak tiap hari rebutan kamar mandi: Ada yang sikatannya lama, ada yg kalau mandi harus diketok-ketok, ada yang sering samponya ketinggalan. Mereka akan tumbuh berbeda dengan anak-anak di keluarga pertama.

Oleh karena itu jangan bayangkan pendidikan itu sesuatu yang tertulis, dibaca, dihafalkan, lalu diuji. Karena pendidikan itu adalah proses pembiasaan.

Jadi kita bisa merancang anak kita sesuai skenario yang kita buat. Karena itu kemewahan keluarga dan kemewahan institusi pendididkan adalah bagaimana membuat aturan main yang membentuk perilaku.

Saya berharap kita yang bergerak dalam bidang pendididkan memikirkan rekayasa itu. Sekolah kita hari ini: anaknya abad 21, gurunya abad 20, ruang kelasnya abad 19.

Kalau mau memikirkan sekolah dan pendidikan, maka pikirkanlah masa depan. Rekayasalah untuk masa depan. Umat islam gagal atau berhasil bukan masalah mampu dan tidak mampu, tapi bagaimana cara mengantisipasi perubahan. Ini PR -nya.

Karena itu kalau mengukur keberhasilan anak-anak kita sekarang kita jangan lihat hari ini. Bijinya di nilai nanti kalau sudah tumbuh baru akan nampak dan bisa dinilai, biji, daunnya, dan batangnya.

Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berharap Anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.

Dalam proyeksi pendididkan abad 21 ada 3 komponen yang mendasar:

1. Karakter/akhlaq

a. karakter moral (iman, taqwa, jujur, rendah hati)

b. karakter kinerja (ulet, kerjakeras, tangguh, tidak mudah menyerah, tuntas)

2. Kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif / kerjasama)

3. Literasi/Keterbukaan wawasan (baca, budaya, teknologi, keuangan)

Di masa sekarang, dalam ujian anak-anak disuruh menjawab pertanyaan di sebuah kertas. Di masa depan mungkin ujian hanya dengan kertas kosong tanpa pertanyaan.

Tukang pos bersaing dengan teknologi: WA, email. Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada anak-anak besok mau membuat apa. Jangan bertanya mau jadi apa.

Pengelola pendidikan jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di ruang keluarga dan di ruang kelas....

Selasa, 31 Oktober 2017

DO'A SAUDARA ISLAM

Assalamu'alaikum  
Ya Allah aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Mu                

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada di antara Kami yang sakit...
Mohon angkatlah penyakitnya...
Ya Allah berilah kesembuhan untuknya...
Karena hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan...

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada diantara kami yang bermasalah dengan pekerjaannya atau sedang kesulitan rizki....
Mohon mudahkanlah dan bukalah jalan rizki nya.
Ya Allah...
Karena hanya Engkau Sang Maha Pemberi Rezeki...

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada diantara kami...
Hatinya sedang susah, sedih dan berduka, atau sedang menerima dan menghadapi ujian-Mu...
Mohon Kuatkanlah dia untuk bisa bertahan dan bersabar..
Dan hiburlah dia dengan penuh karunia-Mu..
Karena janji-Mu yang tak pernah Kau ingkari...
Setelah kesusahan ada kemudahan...

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada diantara kami yang sedang ada benih-benih sakit hati dihatinya...
Sombong, Iri hati, dengki dan dusta...
Mohon bersihkan...
dan sucikanlah Ya Allah. 

Ya Allah....
Ampunilah segala kesalahan dan Dosa ke dua orang tua kami baik yang masih ada maupun yang sudah tiada.....
                                                            Ya Allah...
Mohon ampunilah segala dosa dan khilaf kami...
Pun jika sampai hari ini...
Ada diantara kami, yg merasa tersakiti dan terdzolimi....
Kesalahan kami yang disengaja atau pun yang tidak disengaja...
Bukakanlah pintu hatinya...
Agar bisa memaafkan kami...

Ya Allah...
Hanya Engkau yg tahu semua rencana untuk kami.....
Apapun itu, berikanlah yang terbaik utk hari ini dan hari2 selanjutnya....

Jadikanlah hari ini awal yg indah bagi terbukanya pintu rahmat-Mu kepada kami...

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya hingga akhir zaman

Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin....

Jumat, 27 Oktober 2017

IBU - IBU HEBAT

Renungan buat ibu2 hebat disini ( bacanya besok pagi ngga apa2😊)....

Sebuah narasi antara Iblis dan Syetan :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi

jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya

biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya

setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri

sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki,

buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga

jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya,

gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya, dari suaminya

goda lisannya untuk berkata kasar,
Hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura syurga dalam rumah

dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang IBU
....

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu,

Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya syetan,

Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu,

Jangan biarkan syetan mengambil itu,
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu merasa sakit sendiri
jika kau pandai menghargai dirimu,

Ringankan tugasmu bu,
Jangan menekan dirimu terlalu keras,
Sesekali tak masalah rumahmu kotor
tak masalah betapa banyaknya pekerjaan yang belum kau tuntaskan

Jangan terjebak dalam waktumu bu,
sungguh tugas muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas yang kau lakukan setiap harinya

rehatlah,
Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri,

Sekedar menepi, menepilah
beri waktu untuk dirimu sendiri,

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya,
betapa manisnya keceriaan anak-anakmu,
betapa bertanggungjawabnya suamimu,

rasakan pelukannya,
ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya

Kau berharga ibu, jangan pernah lupakan itu.

tapi, saat mendengar masalah orang lain,kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah

jika kita melihat peran ini sebagai beban,maka kita hanya akan sampai pada titik lelah

jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas,kita tidak akan menemukan ruhnya

rewarding your self mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu

jangan biarkan syetan merusak bahagia dengan mengambil rasa SABAR dan SYUKURMU

karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga

semoga pesan ini ada manfaatnya....demi niat yg tulus dn berharga.....Baarakallahu fiikum...

Selamat menjemput surga dalam aktifitas mu Ibu2 Hebat..

Minggu, 08 Oktober 2017

JIN PUN TIDAK BISA BERBUAT APA APA


Seorang  pengusaha sedang memancing di tengah sebuah danau.

Di saat sedang menunggui mata kail pancingnya disambar ikan, ia melihat  sebuah botol terapung.

Diambilnya dan dibukanya penutup botol.

Setelah tutup botol terbuka, keluar asap tebal yang tak lama kemudian menjelma menjadi jin raksasa dan mengambang di depan si pengusaha.

"Terimakasih Tuan. Tuan telah membebaskan saya. Untuk ini Tuan saya beri kesempatan mengajukan tiga permintaan.

Saya akan mengabulkannya," kata Jin,
Seperti dalam kisah-kisah lain yang mirip dengan kisah ini.

Setelah kagetnya reda, si pengusaha lalu berkata:

'"Baiklah Jin, saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di Indonesia"

Pertama saya ingin nilai rupiah menguat lagi menjadi Rp 2.500 per 1 dolar AS.

Kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan.

Ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di Indonesia."

Sang Jin diam.

Keningnya berkerut memperlihatkan dia sedang berpikir keras, sekeras-kerasnya.

Tak lama sang Jin menggeleng-gelengkan kepala.

Jasadnya perlahan-lahan kembali menjadi asap dan masuk lagi ke dalam botol.

Lalu dari dalam botol terdengar suara sang Jin seperti menahan tangis:

Tuan, tolong botolnya ditutup lagi, aku gak mampu, ribet

Si pengusaha sadar ternyata Sedemikian parah dan sulitnya situasi di  Indonesia, sampai Jin pun tak bisa berbuat apa-apa, padahal di Indonesia banyak orang pinternya, atau mrk hanya merasa pinter?!.

Sabtu, 07 Oktober 2017

JIN PUN TIDAK BISA BERBUAT APA APA


Seorang  pengusaha sedang memancing di tengah sebuah danau.

Di saat sedang menunggui mata kail pancingnya disambar ikan, ia melihat  sebuah botol terapung.

Diambilnya dan dibukanya penutup botol.

Setelah tutup botol terbuka, keluar asap tebal yang tak lama kemudian menjelma menjadi jin raksasa dan mengambang di depan si pengusaha.

"Terimakasih Tuan. Tuan telah membebaskan saya. Untuk ini Tuan saya beri kesempatan mengajukan tiga permintaan.

Saya akan mengabulkannya," kata Jin,
Seperti dalam kisah-kisah lain yang mirip dengan kisah ini.

Setelah kagetnya reda, si pengusaha lalu berkata:

'"Baiklah Jin, saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di Indonesia"

Pertama saya ingin nilai rupiah menguat lagi menjadi Rp 2.500 per 1 dolar AS.

Kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan.

Ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di Indonesia."

Sang Jin diam.

Keningnya berkerut memperlihatkan dia sedang berpikir keras, sekeras-kerasnya.

Tak lama sang Jin menggeleng-gelengkan kepala.

Jasadnya perlahan-lahan kembali menjadi asap dan masuk lagi ke dalam botol.

Lalu dari dalam botol terdengar suara sang Jin seperti menahan tangis:

Tuan, tolong botolnya ditutup lagi, aku gak mampu, ribet

Si pengusaha sadar ternyata Sedemikian parah dan sulitnya situasi di  Indonesia, sampai Jin pun tak bisa berbuat apa-apa, padahal di Indonesia banyak orang pinternya, atau mrk hanya merasa pinter?!.