Rabu, 11 April 2018

MENTAL KAYA VS MENTAL MISKIN

Yang membedakan orang kaya dan orang miskin adalah :
1. Pola pikir dan mental mereka berbeda.
2. Cara mereka mencari uang berbeda.
3. Cara mereka mengelola dan menggunakan uang berbeda.

Tidak punya uang hanyalah keadaan sementara, tetapi kemiskinan adalah mental.

Alasan utama mengapa orang miskin tetap miskin dan orang kaya semakin kaya adalah cara mereka berpikir (Mental) dan cara mereka mencari uang (Kebiasaan).

Orang miskin karena tidak bisa mengatur uang.

Bagi orang miskin uang banyak juga tidak akan menyelesaikan masalah jangka panjang mereka selama mental kemiskinan tersebut masih ada.

Mayoritas orang miskin hanya berpikir mencari uang, uang, dan uang. Tetapi setelah mendapatkannya, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Jika orang miskin diberikan uang 1 milyar cuma-cuma, kemungkinan besar mereka akan menghabiskannya begitu saja.

Pada tahun 2005, ada sebuah penelitian dan dibuat film dokumenter yang menceritakan tentang bagaimana jika seorang gelandangan diberikan uang $100.000 (sekitar 1,4 milyar rupiah) dan dibiarkan melakukan apapun yang dia inginkan. Dan ternyata 6 bulan setelah itu, dia kehabisan semua uangnya dan kembali ketempat yang sama seperti sebelumnya.

Aset paling berharga yang dimiliki oleh orang miskin adalah waktu dan tenaga. Sayangnya aset ini sering dihabiskan sia-sia digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat dan bernilai tambah tinggi.

Orang miskin lebih suka mengambil keputusan bodoh yang akan semakin menyakiti keadaan finansial masa depannya, orang miskin lebih sering lebih memikirkan dan menghabiskan uangnya untuk kesenangan sekarang dan jangka pendek. Jangankan orang miskin, orang kayapun bisa jatuh miskin karena keputusan yang bodoh.

Uang itu bagaikan sebuah magnifyer (kaca pembesar) kata Oprah Winfrey. Orang bodoh dengan uang yang banyak, kebodohannya akan bertambah. Orang yang malas akan menggunakan uang yang banyak untuk bisa mempertahankan kemalasannya. Orang yang pada dasarnya suka pamer akan pamer lebih gila lagi. Orang yang pelit, akan mungkin bertambah pelit karena takut uang yang banyak tersebut habis. Orang dermawan akan menjadi lebih dermawan lagi.

Cara Anda menghabiskan uang bisa jauh lebih penting dari cara Anda menghasilkan uang.

Orang yang memiliki pola pikir kaya dan bermental kaya menggunakan waktu, uang dan tenaganya untuk membuat dirinya terus bernilai tambah sehingga kemampuannya untuk menghasilkan uang terus bertambah.

Otak kita adalah aset utama kita, yaitu otak yang berisi ilmu pengetahuan. Jika otak kita ilmunya tidak bertambah maka aset keuangan kita tidak akan bertambah.

Orang kaya fokus menggunakan waktu, uang dan tenaganya pada meningkatkan kemampuan dirinya untuk menghasilkan lebih banyak lagi uang. Mereka berinvestasi dengan membeli dan membaca buku, menonton video2 pembelajaran yang menambah pengetahuan, ikut seminar, ikut pelatihan, membeli alat atau perlengkapan yang bisa meningkatkan produktivitas, berkumpul dengan orang-orang dan mengikuti kegiatan yang bernilai tambah.

Bagaimana dengan anda ?

AKU SIAPA... ?

Dulu ....
Aku sangat Kagum pd manusia yang : Cerdas, Kaya, Berhasil dalam Karir, Hidup sukses, dan Hebat  Dunianya.

Sekarang ...
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.

Aku kagum dengan : Manusia yang Hebat di mata Tuhan,  Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

Dulu ...
Aku memilih Marah ketika merasa 'Harga Diriku' dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepadaku' dan menyakitiku dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran'.

Sekarang ...
Aku memilih untuk Banyak Besabar dan Memaafkan, Karena aku yakin 'Ada Hikmah Lain'.  yang datang dari mereka ketika aku mampu unt 'Memaafkan & Bersabar'.

Dulu ...
Aku memilih Mengejar Dunia dan 'Menumpuknya' sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah 'Makan dan Minum' untuk hari ini.

Sekarang ...
Aku memilih untuk Bersyukur dan Bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa 'Mengisi Waktuku' hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat 'Untuk Sesamaku'.

Dulu ...
Aku berpikir bahwa aku bisa Membahagiakan Orang tua, Saudara, dan teman-temanku,

jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia 'Bukan Itu', melainkan : Ucapan, Sikap, Tingkah, dan Sapaanku kepada mereka.

Sekarang ...
Aku memilih untuk 'Membuat Mereka Bahagia' dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-Manfaat-an ku ditengah-tengah mereka...
(Sebaik-baik Manusia adalah yg Bermanfaat buat Manusia lainnya)

Dulu ...
Fokus pikiranku adalah membuat Rencana - Rencana Dahsyat untuk Duniaku...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-NYA...

Sekarang ...
yang menjadi 'Fokus Pikiran' dan 'Rencana-Rencana' ku adalah Bagaimana agar Hidupku dapat Berkenan di mata Tuhan dan Sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-Nya.

Τak ada yang  dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi'

Τak ada yang  bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa 'Menghirup udara Besok Hari'.

Jadi apabila 'Hari Ini dan Esok Hari' aku masih hidup, itu adalah karena kehendak Tuhan  semata, bukan kehendak siapa-siapa...

Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
'Dulu' aku ini siapa?
Dan 'Sekarang' aku mau kemana?

Selasa, 06 Maret 2018

PEPATAH TIONGKOK

Ketika ada Kesempatan, pergilah bersama Teman2 Lama, Kumpul2 bukan sekedar Makan dan Ngobrol, tetapi ingat Waktu Hidup kita semakin Singkat, Mungkin Lain Waktu Kita Tidak Bisa Bertemu lagi, Mungkin Lain Waktu Kita Sudah Semakin Susah Untuk Berjalan.

Menghabiskan Sebagian Waktu Dengan Teman Atau Sahabat Akan Membuat Hidup Lebih " Sehat " Secara Mental Dan Fisik.....

Umur itu seperti Es Batu !!!
Dipakai atau Tidak Dipakai akan Tetap Mencair,
Begitu juga dengan Umur,
Digunakan/Tdk Digunakan
Umur kita akan Tetap Berkurang...!!!

Hal yang harus dilakukan Setiap Hari :
Tersenyum dan Berfikir positif

Air Yang Mengalir Tdk Dapat Berbalik Arah, itulah Hidup Kita, Tidak Dapat Berbalik Menjadi Muda Lagi !!!

-Jalani Hidup ini dgn sabar dan santai
-Jangan suka mau menang sendiri
-Jangan suka sakiti sesama
-Jangan suka mengeluh
-Jangan suka mencela
-Jangan suka berdusta sesama
-Jangan suka berkhianat......

😀 Hiduplah dengan Ceria
😀Perbanyak waktu utk  berkumpul dgn teman2 dan saudara2 kita

Semoga hari hari kita selalu Indah & diberi umur panjang , banyak melakukan kebajikan ......

Senin, 19 Februari 2018

MONYET MENGGENGGAM KACANG

Di Afrika, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan Afrika.
Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa harus menggunakan senapan dan obat bius, dan tanpa cidera.

Cara menangkapnya sederhana saja, pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.
Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma untuk mengundang monyet2 datang.

Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya disore hari.
Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet2 yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.

Kok, bisa ?

Monyet2 itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang2 yang ada di dalam.
Tapi karena menggenggam kacang, maka monyet2 itu tidak bisa menarik keluar tangannya.

Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak.

Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet2 itu tidak akan dapat pergi kemana2..!

Sebenarnya monyet2 itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya, tapi mereka tak mau melepaskannya... 

*******

Saudaraku... 

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah monyet2 itu.
Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yang sama seperti monyet2 itu.

Mereka mengenggam erat setiap permasalahan yang dimiliki tanpa mau melepaskannya. 

Mereka sering menyimpan dendam,
tak mudah memberi maaf,
tak mudah mengampuni.

Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Sehingga tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, terkadang membawa "toples2" itu kemana pun mereka pergi.
Mereka terus berusaha berjalan menapaki jalan kehidupan ini dengan beban berat itu.

Tanpa sadar, mereka sebenamya sudah terperangkap penyakit kepahitan yang akut,
yg bisa berakibat pada mengerutnya sel2 tubuh mereka, dan putusnya benang2 DNA-nya.

Jika hal ini dibiarkan berlarut, maka kemungkinan besar sel2 yg mengerut tadi perlahan namun pasti, bermutasi menjadi sel2 KANKER...!

Penelitian ttg sel tubuh yg bermutasi menjadi sel kanker inilah yg mengantarkan Prof. Dr. Bruce Lipton, dari USA, menerima hadiah Nobel dlm bidang Biologi Molecular. 

Sebenarnya mereka akan selamat dari sakit berbahaya ini jika mereka mau melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif (su'u zhan, kecemasan, sakit hati, marah, dendam, dll) terhadap siapapun.

Senin, 12 Februari 2018

NILAI SEBUAH BOTOL

Sebuah BOTOL
~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
~Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
~Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
~Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah ; KARAKTER yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

Minggu, 04 Februari 2018

POHON JABATAN

Jika kamu berada dalam struktur organisasi, kerjakanlah posisimu sebaik mungkin!

Tak perlu merasa tak dihargai karena tak ditampilkan…

Organisasi itu ibarat POHON…

Jika posisimu sebagai batang, maka jadilah batang yg kokoh utk menopang pohon..

Jika posisimu sebagai cabang, maka jadilah cabang yg mampu menggandeng setiap ranting dan daun…

Jika posisimu sebagai daun, maka jadilah daun yg rimbun supaya pohon bermanfaat utk menaungi orang kepanasan…

Jika posisimu sebagai buah, maka jadilah buah yg manis supaya nama baik pohonmu terjaga..

Jika posisimu sebagai bunga, maka jadilah bunga yg merekah indah supaya pohonmu terhiasi dan dikenal orang…

Bahkan jika posisimu sebagai akar yg TAK TERLIHAT, maka jadilah akar yang kuat mencengkram ke tanah demi tegaknya seluruh struktur pohon tersebut…

Maka hendaknya semua anggota menanamkan rasa tanggung jawabnya, supaya tak saling iri terhadap satu tubuh…

Sebagaimana AKAR …

Walau dirinya tak terlihat, tertimbun tanah, dan sering terinjak orang..

Namun dirinya TAK PERNAH iri untuk menjadi BUNGA merekah yg ada di atas dan dikenal banyak orang…

Karena ia tahu, BUNGA pun beresiko utk dipetik orang tanpa tujuan..

Mari kita bersyukur dengan apa pun yang ditugaskan kepada kita…

Have a Time

Kamis, 01 Februari 2018

3 PRINSIP YANG MEMBUAT TENANG HIDUP KITA

Mutiara Al Qur'an

Assalamualaikum Wr Wb ....
Saudaraku yang dirahmati Allah ...

Ketenangan hati tidak bergantung pada harta yang melimpah, rumah yang mewah atau jabatan yang tinggi. Lagi-lagi semuanya bergantung pada pola pikir kita dalam menjalani kehidupan.

Bila kita meyakini prinsip-prinsip yang tepat, maka kesedihan dan kegelisahan hati tidak akan singgah lama dalam hati kita.

Yakini dan resapi tiga prinsip ini maka hati kita akan tenang dalam menghadapi segala masalah kehidupan.

Apa tiga prinsip itu?

*1. Yakinilah bahwa tidak ada yang lebih menyayangi kita melebihi Allah.*

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS.Yusuf:64)

*2. Tidak ada yang lebih mengetahui dalamnya kesedihan kita melebihi Allah.*

اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِي أَنْفُسِهِمْ

“Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka.” (QS.Hud:31)

*3. Tidak ada yang mampu menyelesaikan masalahmu kecuali Allah.*

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan.” (QS.An-Naml:62)

Apabila tiga prinsip ini telah melekat kuat dalam hati kita, maka tidak akan ada lagi perasaan takut dan khawatir.

Kita selalu optimis bahwa yang paling menyayangi kita adalah Allah, maka mustahil Allah akan membiarkan kita dalam masalah.

Kita optimis bahwa tidak ada yang lebih mengetahui kesedihan dan rasa sakit kita melebihi Allah, maka mustahil Allah tidak mengobati kesedihan kita.

Kita yakin bahwa tidak seorang pun dapat menyelesaikan masalah kita kecuali Allah, lalu mengapa kita masih berharap kepada makhluk?