Senin, 12 November 2018

AYAH KADANG - KADANG

Ayah Kadang-Kadang
9 Juni 2012  |  Sentuhan Budi Ashari

“Alhamdulillah…saya punya waktu yang cukup untuk anak saya,” kata sebagian ayah. Tentu menggembirakan mendengarnya. Tetapi, sayangnya kalimat ini masih berbuntut. “Tapi saya tidak tahu harus menjadi ayah seperti apa?” Oohhh… nampaknya seorang ayah yang sedang kebingungan tentang perannya sebagai ayah.

Kadang ayah, kadang bukan. Ayah kadang-kadang. Malah ada yang tidak terasa sama sekali keayahannya. Sang anak tidak merasa punya ayah. Yatim sebelum waktunya. Kalau lisan mereka boleh berucap, mereka akan berkata kepada bundanya: bunda, carikan aku ayah…
Berapa banyak ya, jumlah ayah di Indonesia seperti ilustrasi di atas? Banyak atau sedikit?

Nah, Anda sendiri tipe ayah yang mana?

Para ayah yang baik….
Mari kita terus belajar. Kalimat-kalimat di atas bukan untuk memojokkan apalagi hanya menyalahkan. Astaghfirullah…

Tetapi untuk melakukan evaluasi, berharap solusi untuk permasalahan dan petunjuk untuk peran keayahan. Untuk generasi yang lebih istimewa dari kita.

Ayah…sebagai pengingat kembali untuk kita, inilah kalimat Ibnu Qoyyim yang akan kita analisa kata per kata, “Betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya, buah hatinya di dunia dan akhirat karena ia tidak memperhatikannya, tidak mendidiknya dan memfasilitasi syahwat (keinginannya), sementara dia mengira telah memuliakannya padahal dia telah merendahkannya.”

Kesengsaraan anak di dunia bahkan hingga di akhirat nanti karena hilangnya perhatian seorang ayah terhadap anaknya.

Perhatian…? Bukankah banyak para ayah yang merasa telah memperhatikan anaknya? Di mana kurangnya?

Ya, perhatian itu berbagai macam bentuknya.
Ada perhatian secara fisik dengan sentuhan mantap atau ekspresi wajah seorang ayah.
Ada secara fasilitas hidup dengan sarana yang disediakan oleh ayah.

Ada sapaan menyejukkan di pagi hari dan ucapan selamat atas prestasi dengan lisan ayah.

Ada doa yang mengalir dari ketulusan hati seorang ayah.

Ini bukan pilihan, tetapi harus dilaksanakan semua. Sekarang para ayah tahu bukan, mengapa perhatian ayah masih dianggap kurang. Karena masih memilih satu atau beberapa saja. Biasanya hanya perhatian fasilitas hidup yang dipilih.

Kalau boleh, saya membagi perhatian menjadi tiga macam:

Perhatian dalam bentuk kuantitas

Perhatian dalam bentuk kualitas

Perhatian dalam sunyi

Perhatian dalam bentuk kuantitas, artinya kehadiran fisik sang ayah. Demikian juga pemenuhan fasilitas hidup yang merupakan kewajiban ayah.
Sang anak bisa menatap wajah ayahnya. Bisa menyentuh tubuh ayah. Bisa meraba rambut ayah. Bisa menggandeng tangan ayah.
Sang anak bisa mendapatkan fasilitas untuk belajarnya, sekolahnya, bermainnya, komunikasinya, kebutuhan hidup sehari-harinya.

Perhatian kuantitas itu ibarat wadah. Kalau wadah itu belum ada, bagaimana seorang ayah bisa mengisi anaknya dengan misi kebaikan?

Untuk poin ini, masalah muncul pada ayah yang sibuk atau bekerja di luar kota jauh dari anak-anaknya dan jarang ada pertemuan fisik. Bagaimana solusinya? Sabar ya ayah…insya Allah akan kita bahas pada tulisan berikutnya. Tetapi mohon dijauhkan dulu kalimat apologis, “Yang penting kualitas pertemuan. Buat apa kuantitas pertemuan sering, tetapi tidak berkualitas.” Karena bukan itu jawabannya!

Perhatian dalam bentuk kualitas, artinya kehadiran fisik dan pemenuhan fasilitas itu harus ada ruhnya. Bukan pertemuan kosong. Permainan tanpa visi. Jalan-jalan tanpa misi. Duduk tanpa dialog. Pembicaraan tanpa nilai.

Perhatian kuantitas itu ibarat wadah. Kalau sudah ada, jangan sampai tidak diisi dengan misi kebaikan. Sayang…
Untuk poin ini, akan kita bahas detailnya sepanjang kita belajar bersama tentang keayahan.

Perhatian dalam sunyi, artinya sang ayah tetap menyediakan ruang yang lapang dalam hati dan lisannya saat ia sendirian. Dalam perencanaan hidupnya, dalam doa dan dzikirnya.

Saat nanti kita belajar tentang Ibrahim, para ayah akan tahu betapa Ibrahim ayah dahsyat itu selalu membasahi lisannya dengan doa untuk generasinya. Dalam sendirinya. Dalam kesunyiannya. Dari hatinya yang paling dalam.

Untuk poin ini, para ayah tinggal belajar bermacam doa untuk generasi dan terus berupaya mendekatkan diri kepada Allah.
Wadah yang telah terisi itu, semakin terlihat indah dengan hiasan yang mengitarinya.
Nah, ini ada hasil penelitian tentang anak yang ‘tidak punya’ ayah:

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kalter dan Rembar di Rumah Sakit Jiwa Anak, (University of Michigan), dari sampel 144 anak dan remaja awal yang orang tuanya bercerai, sering mengalami tiga hal:

63% masalah psikologis subjektif (didefinisikan sebagai kecemasan, kesedihan, suasana hati yang mudah berubah-ubah, fobia, dan depresi) 56% Prestasi rendah atau prestasi di bawah kemampuan yang pernah dicapainya 43% Melakukan agresi kepada orang tua (Clinical Observations on Interferences of Early Father Absence in the Achievement of Femininity by R. Lohr, C. g, A. Mendell and B. Riemer, Clinical Social Work Journal, V. 17, #4, Winter, 1989)

Para ayah yang baik…

Yuk ah, kita belajar kepada Rasulullah. Shalih bin Awwad al-Maghamisi (al-Ayyam an-Nadzirah wa as-Siroh al-Athiroh, h. 51, MS) menjelaskan, “Fathimah putri yang paling dicintai Nabi shallallahu alaihi wasallam. Imam adz-Dzahabi ketika menuliskan biografi Fathimah dalam al-a’lam berkata: (Dia adalah bagian dari kenabian dan pilihan). Fathimah adalah orang yang paling mirip cara jalannya dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Rasulullah mencintainya, memuliakannya, mengagungkannya, jika dia mendatangi Rasul beliau menciumnya dan memeluknya. Fathimah adalah bagian dari beliau, Rasul berkata: (Fathimah bagian dari diriku, apa saja yang membuatnya gundah juga akan membuatku gundah, apa saja yang menyakitinya juga menyakitiku), atau kalimat yang semisalnya.”

Penggambaran singkat ini, menggambarkan jelas bahwa Rasul hadir secara fisik, memperhatikannya, mampu bersatu dalam rasa dengan putrinya.

Mari kita semua menjadi para ayah yang bisa dirasakan kehadirannya. Bukan saja pada fasilitas hidup. Tetapi dalam seluruh lembaran kehidupan anak-anak kita.

Happy Father Day...

Jumat, 09 November 2018

KEGEMBIRAAN DALAM BELAJAR

Prof Agus Budiyono
KOLOM : Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking

Ada tiga konsep yang tidak saya percayai sepenuhnya dalam sistem pendidikan yaitu: NEM, IPK dan rangking. Saya mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2&3) dan kemudian dilanjut mengajar selama 15 tahun di universitas di tiga negara maju (AS, Korsel, Australia) dan tanah air. Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan. Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US.

Berdasarkan hasil penelitian blio ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan tentu saja rangking) hanyalah faktor sukses no ke 30! Sementara itu faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah ke universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana :

1. Anak anda nilai matematikanya 45? Tidak masalah.

2. Tidak lulus ujian fisika? Bukan masalah besar.

3. NEM tidak begitu sesuai harapan? Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit. Yang memang, menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan aniwei.

4. IPK termasuk golongan dua koma (baik dua koma sembilan….belas maupun dua koma pas)? Jangan sedih. IPK pan hanya mitos. Paling banter adalah hanya alat ukur. Yang tidak akurat aniwei.

5. Anak anda sekolah di SMA 11 dan bukan SMA 3 Bandung? No worries. Anak cemerlang akan tetap menemukan bakatnya di mana saja berada.

6. Anak anda lulusan universitas swasta di Jakarta dan bukan di Harvard? Not a big deal. Steve Jobs dan Bill Gates tidak lulus dari mana-mana.

Anak anda pernah tidak naik kelas atau mengulang mata kuliah? Oooh ini banyak temannya. Hampir semua teman kuliah saya di ITB ada di golongan ini. Termasuk saya, yang pernah tinggal kelas atau mengulang beberapa mata kuliah di ITB dulu. Tidak pengaruh sama sekali. Paling akibatnya adalah tidak bisa dapat predikat Cum Laude. Yang tentunya, menurut saya, hanya predikat yang sifatnya hanya untuk lucu-lucuan saja. Nothing serious, karena menurut penelitian itu sama sekali tidak termasuk dalam 100 faktor tadi.

Atau yang agak serius, anak anda tidak selesai kuliahnya? Baiklah saya akan membagi. Banyak para dropout yang akhirnya menjadi orang besar yang karyanya sekarang anda pakai. Ya, sekarang ini, sebagian malah sedang anda pakai untuk membaca essay ini (Iphone, Ipad, Ipod, PC, Macbook, Windows, OS, Oracle software…dsb). Mereka adalah orang-orang yang tidak selesai pendidikan formalnya. Thomas Edison adalah inventor yang paling produktif sepanjang sejarah manusia. Namanya ada pada lebih dari 1000 patent. Blio antara lain adalah penemu bola lampu, video camera, dan telepon. Ibunya mengajari Thomas kecil membaca dan menulis di rumah sesudah dia dikeluarkan dari sekolah karena gurunya menganggap dia terlalu lamban belajar. Pendidikan formal yang diselesaikan adalah 3 bulan di high school.

Wright Brothers adalah yang diterima secara aklamasi oleh dunia sebagai penemu “mesin terbang”. Merekalah yang pertama kali menerbangkan pesawat udara pertama. Batu bata pertama dari industri pesawat terbang yang kelak akan menjadi Boeing dan Airbus. Keduanya belajar di high school tapi tidak pernah lulus. Waktunya dihabiskan untuk mengamati dan meneliti bagaimana burung itu bisa terbang dan ngoprek di bengkelnya membuat berbagai jenis gliders.

Bill Gates adalah seorang droupout yang merevolusi industri komputer. Bersama Paul Allen mendirikan Microsoft. Paul hanya menyelesaikan 2 tahun pertama di University of Washington dan membujuk Bill untuk keluar dari Harvard (dan berhasil) pada tingkat 2. Keduanya menjadi billionaire pada usia awal 30an. Michael Dell drop out dari University of Texas pada umur 19 untuk mendirikan Dell Inc. perusahaan komputer yang termasuk paling sukses di Amerika. Steve Jobs memperkenalkan Macintosh kepada dunia dan menjadi tokoh kunci dari revolusi industri komputer. Salah satu karya kreatifnya adalah teknologi tablet (iPad) dan smart phone (iPhone) yang lantas ditiru oleh perusahaan2 raksasa dunia lainnya (Microsoft, Samsung, LG, Sony, Huawei, Oppo, Xiaomi, dll). Karyanya memberi impact kepada lebih dari 2 milyar penduduk dunia.

Contoh terakhir adalah yang paling kontekstual. Tanpa blio kita tidak bisa memanfaatkan dan menikmati platform media sosial yang paling user friendly dan efektif untuk ajang berinteraksi secara tertulis, arena untuk berlatih menulis dan medium untuk presentasi dan bisnis. Mark Zuckerberg hanya menyelesaikan dua tahun pertama di Harvard sebelum memutuskan untuk mendirikan dan membesarkan Facebook. Beautiful and highly effective platform yang sekarang bisa kita manfaatkan dengan luas.

Lalu apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu? Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan :
1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. Dalam kurikulum ini kita kategorikan softskill. Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

Saya mengajarkan wawasan ini sebagai bagian dari mata kuliah saya apapun subyek atau topiknya di tanah air maupun di negara maju tempat saya mengajar. Karena saya yakin bila peserta didik sudah bisa masuk ke track atau rel yang tepat dan frekuensi yang pas, everything else follows naturally. Dalam konteks ini saya ingin menggarisbawahi faktor “kecintaan pada apa yang dikerjakan” yang ternyata mempunyai pengaruh sangat tinggi (urutan ke-6) yang menentukan kesuksesan seseorang. Saya sangat mempercayai ini karena saya telah mengujinya selama 40 tahun terakhir karir saya sendiri maupun mahasiswa-mahasiswa maupun junior yang saya bimbing. Saya menemukan bahwa bila kita bisa menemukan ‘klik’ pada apa yang kita kerjakan maka kita akan mempunyai supply endorfin yang tidak ada habis-habisnya. Itu hukum alam. Kita hanya perlu menemukannya sekali dan setelah itu kita akan bergerak bersama semesta. Ada orang yang membahasakan Tuhan bersama kita. Kita akan bangun jam 4 setiap pagi dalam kondisi segar dan baterei penuh untuk bisa menaklukkan dunia pada hari itu. We will be somebody to whom the devil would say,”Damn, she is up”, upon our getting up in the morning. Kita akan menjadi seseorang yang tidak bisa dihalangi. Unstoppable. Menjadi orang yang gagal tujuh kali dan bangun delapan kali.

Ini resep yang senantiasa saya bagi dalam kuliah saya. Setiap kuliah saya akan saya tailor berdasarkan audiens yang ada di depan saya. Dalam kuliah di Universitas Teknologi Sumbawa beberapa minggu yang lalu, saya paham sekali bahwa yang diperlukan di sana adalah suntikan motivasi. Persis seperti prinsip yang saya gambarkan di atas. Misinya membawa peserta didik ini ke track yang benar dan frekuensi yang pas. All the technicalities follow. Bahan-bahan tekniks selalu bisa dicari dan dipelajari secara mandiri. Tapi landasan spirit dan motivasi harus kuat terpancang. Hal ini pula yang dititipkan oleh pak Direktur dan Co-founder UTS (bersama pak Gubernur Zulkieflimansyah). Saya mengerti dan paham saya berbicara di Nusa Tenggara Barat bukan Jawa Barat, semua faktornya berbeda. Harapannya berbeda. Kendalanya tidak sama. Sumberdayanya berbeda. Namun ada mimpi yang sama: menjadi contender dalam dunia yang serba berubah dengan cepat ini. Thriving. Not only surviving. Apapun kondisinya dan dari mana saja titik mulainya.

Saya membaca seseorang tidak harus dari resumenya. Seringkali cukup dari aura ketika mereka saya ajak bicara. Ketika sesi kuliah umum di depan ratusan mahasiswa, acara dimulai dengan pemutaran video dipandu Pak Direktur yang menayangkan peristiwa bersejarah dimana beberapa tahun silam tim Sumbawagen UTS berhasil meraih medali perunggu, best policy and practice shout-out dan Chairman's awards 2014 pada sebuah kompetisi bergengsi di MIT. Saya lantas diperkenalkan sebagai seseorang yang belajar dan bekerja di MIT selama hampir 10 tahun. Di kelas saya di UTS saya membaca adanya semangat. Adanya keberanian untuk bermimpi. Mimpi yang besar. Ini harus didukung agar sustainable. Oleh karena itu saya pagi itu memulai kuliah saya dengan kalimat pembuka: saya dulu ketika kecil telat dan lama tidak bisa membaca. Saya akan bercerita bagaimana seorang yang didera ADHD kemudian bisa bangkit dan tumbuh sehingga mempunyai empat gelar akademis, dua dari MIT. If I can do it, you can too. Tidak perlu risau dengan titik mulai sebagai daerah tertinggal dengan index kemajuan no 2 dari belakang. Index ini mirip NEM, IPK dan rangking yang tidak perlu sepenuhnya kita percayai. Fokus saja tiap hari untuk mencari kegembiraan.

Dalam dua hari kelas saya di UTS belajar dengan penuh kegembiraan. Saya bisa merasakannya. Dan saya tahu, dengan kegembiraan itu mereka akan bisa berjalan jauh dan mencapai sesuatu yang tinggi.

Selasa, 16 Oktober 2018

Nasehat Bijaksana Bob Sadino (1933-2015)


1. Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan yang hakiki.

2. Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.

3. Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

4. Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.

5. Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.

6. Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.

7. Kosmetika bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan sejati.

8. Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

9. Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”—dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.

10. Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah “titipan sementara”. Itulah kehidupan.

11. Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu! Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, “Ini saatnya pulang!”—memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan, serta sombongkan.

Sumber: andriewongso.com

Semangaattt
Mareee kita Bermetamorfosis menjadi pribadi yg bersinar & lbh baik lagi....

Rabu, 25 Juli 2018

POSITIF Vs NEGATIF


Medan peperangan terbesar ada di pikiran manusia. Karena  Pikiran itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.

Ada ungkapan mengatakan : ”Menabur dalam pikiran akan menuai tindakan; menabur tindakan akan menuai kebiasaan; menabur kebiasaan akan menuai karakter.”

Pikiran kita seperti  tanah; tanah tidak pernah peduli jenis benih apa yang hendak kita tanam.

Jika kita menabur benih jagung, maka  tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkannya.

Apapun yang kita tanamkan dalam pikiran, entah itu hal-hal yang baik atau buruk, pikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya.

Sadar atau tidak, seringkali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri, misalnya: hidupku penuh masalah, aku tidak akan berhasil, sakitku tidak akan sembuh, keluargaku hancur berantakan, aku bodoh, miskin, masa depanku suram, dsb.

Hal-hal negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh pikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan, yang pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yang sama seperti yang kita tanamkan dalam pikiran kita.
                           
Oleh sebab itu mari kita tanamkan hal yang positif dibenak kita, maka kita akan menjadi orang-orang yang menang, bahkan Lebih dari Pemenang !

KOPI PAGI

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.

Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu, sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu,

Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa.

Hidup itu ...
Butuh masalah supaya kita punya kekuatan.
Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.
Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati.
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.
Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,
Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta,
Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri

Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap.

Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.

Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, Sungguh mengajari hati BERBAIK SANGKA itu Indah.

Niscaya kita semua diberikan keselamatan, kesehatan, kekuataan, kesabaran dan rezeki yang melimpah, Aamiin.

Awali  pagi ini dengan doa dan hati yg ikhlas.

Selasa, 10 Juli 2018

Hidup Adalah Proses Ujian Menuju Derajat Kepantasan

"Hidup Adalah Proses Ujian Menuju Derajat Kepantasan"

Ketika hidupmu sedang terpuruk, pada saat itulah kamu berada dalam posisi  sempurna untuk berdoa.

Hidup adalah sebuah ujian, jika Allah menjawab doa-doamu, berarti Allah ingin meningkatkan keimananmu.

Jika Allah menunda menjawab doamu, berarti Allah ingin meningkatkan kesabaranmu.

Jika Allah tidak menjawab doamu, maka yakinlah bahwa Allah memiliki rencana yang lebih baik untukmu.

Ada sumur yang pengap yang menghantarkan kesuksesan Nabi Yusup, Ada  api Menyala untuk kesabaran Nabi Ibrahim, ada Fir'aun yang zalim untuk Ketabahan Nabi Musa sampai terbelah Laut merah.

Dan bisa jadi ada sebuah masalah besar yang dititipkan Allah untukmu hari ini karena Allah ingin dekat denganmu setelah selama ini engkau ABAI dan semakin jauh.

Selalu ada pesan CintaNya yang dititipkan Melalui Ujiannya untukmu

Senin, 09 Juli 2018

AWAL TAHUN AJARAN BARU ANAK KITA MASUK SEKOLAH

Besok senin tgl 16 putra putri kita sudah masuk sekolah
Copas dari teman
_Animals Schooling_
(Renungan Menyongsong Tahun Pelajaran Baru)

Di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para  binatang.

Statusnya "disamakan" dengan sekolah manusia.

Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tersebut:
a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di "animals schooling", ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak.

Terlihat di awal masuk sekolah, masing masing siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.

Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yang berada di atas kemampuan binatang lain.

Demikian juga katak, sangat mahir pada pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian karena "animals schooling" mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel.

Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.

Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yg tinggi karena belajar terbang.

Bebek seringkali ditertawakan meski sudah bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik.

Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.

Kini, lama kelamaan.
Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat.

Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan kita.
Orangtua berharap anaknya serba bisa.
Sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5.

Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E dan sebagainya dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan fokus pd potensi anaknya masing masing.

Mari kita syukuri karunia  luar biasa yang sudah Allah amanahkan kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang sehat dan lucu.

Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing masing.

Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak.

Sehingga masing masing memiliki kelebihannya sendiri sendiri.

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang.

Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.

Karena sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas (di kelebihannya masing-masing), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar di antara kegelapan Malam.

Inilah saatnya kita bergandeng tangan  menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin.

Ganbatekudasai 👍

Jumat, 01 Juni 2018

JANGAN PERNAH PUTUS TALI SILATURAHMI ANTARA TEMAN DAN PERSAUDARAAN

karena Silaturrahmi banyak membawa Makna yg Berarti :

Berteman Dengan Berbagai Karakter Manusia akan Membuatmu Menjadi BIJAK..

1. Ada TEMAN yang bersifat KERAS... dari dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas......

2. Ada TEMAN yang LEMBUT, dari dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama..

3. Ada TEMAN yang CUEK dan masa BODOH, dari dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.....

4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang  kebenarannya, dari  dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianat maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.

5. Ada TEMAN yang JAHAT & JUDES yg hanya bisa memanfaatkan  kebaikan orang lain saja,  dari dialah  kita bisa  belajar, bgmn kita bertindak &  bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.....

6.Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik &  mendidik kita, bgmn sebaiknya kita hrs bersikap...

Perlu kita tau
Bahwa Besi menajamkan besi dan  manusia  menajamkan sesamanya...

Tanpa orang-orang  seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman & tidak berkembang.

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita.

Karena Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.

Karena karakter orang seperti diatas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran kita, juga membuat kita semakin  DEWASA & BIJAKSANA

Ketika ada orang bicara mengenai kita di belakang, itu adalah tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka.

Saat orang bicara merendahkan diri kita,  itu adalah tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

Saat orang bicara dengan nada iri mengenai kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka.

Saat orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka.

Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi Dengan Payung membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan.

Orang pintar bisa gagal,
Orang  hebat bisa jatuh,
Tetapi orang yang RENDAH HATI & SABAR
dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena kokoh pijakannya. SEMANGAT SELALU...

Jumat, 18 Mei 2018

PEMANDU SUKSES SANG PAHLAWAN


"Tenzing Norgay".
(Dengan sengaja dipilih judul demikian. Bukan Sir Edmund Hillary ).

Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu/sherpa) kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

Reporter :
"Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?"

Tenzing Norgay :
"Sangat senang sekali"

Reporter :
"Anda khan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yg menjadi org pertama yg menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?"

Tenzing Norgay :
"Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) utk menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia".

Reporter :
"Mengapa Anda lakukan itu?"

Tenzing Norgay :
"Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya".

Disekitar kita, byk sekali org spt Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay.

Pepatah mengatakan, "Bila Anda hendak jd pahlawan, hrs ada yg bertepuk tangan dipinggir jalan".

Di dunia ini, tdk semua manusia berkeinginan dan memiliki impian spt Sir Edmund Hillary, menjadi pahlawan.

Mrk ini ckp berbahagia dgn memberikan pelayanan dgn membantu org lain mencapai impiannya.

Mrk merasa ckp mjd "org2 yg bertepuk tangan saja dipinggir jalan".

Kadang, org2 spt ini diperlakukan ibarat "telor mata sapi".

Yg punya telur si Ayam, yg tersohor malah Sapi.

Sudahkah Anda menghargai, menghormati dan mengangkat org² spt Tenzing Norgay dlm tim Anda?

Rabu, 11 April 2018

MENTAL KAYA VS MENTAL MISKIN

Yang membedakan orang kaya dan orang miskin adalah :
1. Pola pikir dan mental mereka berbeda.
2. Cara mereka mencari uang berbeda.
3. Cara mereka mengelola dan menggunakan uang berbeda.

Tidak punya uang hanyalah keadaan sementara, tetapi kemiskinan adalah mental.

Alasan utama mengapa orang miskin tetap miskin dan orang kaya semakin kaya adalah cara mereka berpikir (Mental) dan cara mereka mencari uang (Kebiasaan).

Orang miskin karena tidak bisa mengatur uang.

Bagi orang miskin uang banyak juga tidak akan menyelesaikan masalah jangka panjang mereka selama mental kemiskinan tersebut masih ada.

Mayoritas orang miskin hanya berpikir mencari uang, uang, dan uang. Tetapi setelah mendapatkannya, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Jika orang miskin diberikan uang 1 milyar cuma-cuma, kemungkinan besar mereka akan menghabiskannya begitu saja.

Pada tahun 2005, ada sebuah penelitian dan dibuat film dokumenter yang menceritakan tentang bagaimana jika seorang gelandangan diberikan uang $100.000 (sekitar 1,4 milyar rupiah) dan dibiarkan melakukan apapun yang dia inginkan. Dan ternyata 6 bulan setelah itu, dia kehabisan semua uangnya dan kembali ketempat yang sama seperti sebelumnya.

Aset paling berharga yang dimiliki oleh orang miskin adalah waktu dan tenaga. Sayangnya aset ini sering dihabiskan sia-sia digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat dan bernilai tambah tinggi.

Orang miskin lebih suka mengambil keputusan bodoh yang akan semakin menyakiti keadaan finansial masa depannya, orang miskin lebih sering lebih memikirkan dan menghabiskan uangnya untuk kesenangan sekarang dan jangka pendek. Jangankan orang miskin, orang kayapun bisa jatuh miskin karena keputusan yang bodoh.

Uang itu bagaikan sebuah magnifyer (kaca pembesar) kata Oprah Winfrey. Orang bodoh dengan uang yang banyak, kebodohannya akan bertambah. Orang yang malas akan menggunakan uang yang banyak untuk bisa mempertahankan kemalasannya. Orang yang pada dasarnya suka pamer akan pamer lebih gila lagi. Orang yang pelit, akan mungkin bertambah pelit karena takut uang yang banyak tersebut habis. Orang dermawan akan menjadi lebih dermawan lagi.

Cara Anda menghabiskan uang bisa jauh lebih penting dari cara Anda menghasilkan uang.

Orang yang memiliki pola pikir kaya dan bermental kaya menggunakan waktu, uang dan tenaganya untuk membuat dirinya terus bernilai tambah sehingga kemampuannya untuk menghasilkan uang terus bertambah.

Otak kita adalah aset utama kita, yaitu otak yang berisi ilmu pengetahuan. Jika otak kita ilmunya tidak bertambah maka aset keuangan kita tidak akan bertambah.

Orang kaya fokus menggunakan waktu, uang dan tenaganya pada meningkatkan kemampuan dirinya untuk menghasilkan lebih banyak lagi uang. Mereka berinvestasi dengan membeli dan membaca buku, menonton video2 pembelajaran yang menambah pengetahuan, ikut seminar, ikut pelatihan, membeli alat atau perlengkapan yang bisa meningkatkan produktivitas, berkumpul dengan orang-orang dan mengikuti kegiatan yang bernilai tambah.

Bagaimana dengan anda ?

AKU SIAPA... ?

Dulu ....
Aku sangat Kagum pd manusia yang : Cerdas, Kaya, Berhasil dalam Karir, Hidup sukses, dan Hebat  Dunianya.

Sekarang ...
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.

Aku kagum dengan : Manusia yang Hebat di mata Tuhan,  Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

Dulu ...
Aku memilih Marah ketika merasa 'Harga Diriku' dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepadaku' dan menyakitiku dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran'.

Sekarang ...
Aku memilih untuk Banyak Besabar dan Memaafkan, Karena aku yakin 'Ada Hikmah Lain'.  yang datang dari mereka ketika aku mampu unt 'Memaafkan & Bersabar'.

Dulu ...
Aku memilih Mengejar Dunia dan 'Menumpuknya' sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah 'Makan dan Minum' untuk hari ini.

Sekarang ...
Aku memilih untuk Bersyukur dan Bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa 'Mengisi Waktuku' hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat 'Untuk Sesamaku'.

Dulu ...
Aku berpikir bahwa aku bisa Membahagiakan Orang tua, Saudara, dan teman-temanku,

jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia 'Bukan Itu', melainkan : Ucapan, Sikap, Tingkah, dan Sapaanku kepada mereka.

Sekarang ...
Aku memilih untuk 'Membuat Mereka Bahagia' dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-Manfaat-an ku ditengah-tengah mereka...
(Sebaik-baik Manusia adalah yg Bermanfaat buat Manusia lainnya)

Dulu ...
Fokus pikiranku adalah membuat Rencana - Rencana Dahsyat untuk Duniaku...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-NYA...

Sekarang ...
yang menjadi 'Fokus Pikiran' dan 'Rencana-Rencana' ku adalah Bagaimana agar Hidupku dapat Berkenan di mata Tuhan dan Sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-Nya.

Τak ada yang  dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi'

Τak ada yang  bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa 'Menghirup udara Besok Hari'.

Jadi apabila 'Hari Ini dan Esok Hari' aku masih hidup, itu adalah karena kehendak Tuhan  semata, bukan kehendak siapa-siapa...

Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
'Dulu' aku ini siapa?
Dan 'Sekarang' aku mau kemana?

Selasa, 06 Maret 2018

PEPATAH TIONGKOK

Ketika ada Kesempatan, pergilah bersama Teman2 Lama, Kumpul2 bukan sekedar Makan dan Ngobrol, tetapi ingat Waktu Hidup kita semakin Singkat, Mungkin Lain Waktu Kita Tidak Bisa Bertemu lagi, Mungkin Lain Waktu Kita Sudah Semakin Susah Untuk Berjalan.

Menghabiskan Sebagian Waktu Dengan Teman Atau Sahabat Akan Membuat Hidup Lebih " Sehat " Secara Mental Dan Fisik.....

Umur itu seperti Es Batu !!!
Dipakai atau Tidak Dipakai akan Tetap Mencair,
Begitu juga dengan Umur,
Digunakan/Tdk Digunakan
Umur kita akan Tetap Berkurang...!!!

Hal yang harus dilakukan Setiap Hari :
Tersenyum dan Berfikir positif

Air Yang Mengalir Tdk Dapat Berbalik Arah, itulah Hidup Kita, Tidak Dapat Berbalik Menjadi Muda Lagi !!!

-Jalani Hidup ini dgn sabar dan santai
-Jangan suka mau menang sendiri
-Jangan suka sakiti sesama
-Jangan suka mengeluh
-Jangan suka mencela
-Jangan suka berdusta sesama
-Jangan suka berkhianat......

😀 Hiduplah dengan Ceria
😀Perbanyak waktu utk  berkumpul dgn teman2 dan saudara2 kita

Semoga hari hari kita selalu Indah & diberi umur panjang , banyak melakukan kebajikan ......

Senin, 19 Februari 2018

MONYET MENGGENGGAM KACANG

Di Afrika, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan Afrika.
Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa harus menggunakan senapan dan obat bius, dan tanpa cidera.

Cara menangkapnya sederhana saja, pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.
Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma untuk mengundang monyet2 datang.

Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya disore hari.
Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet2 yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.

Kok, bisa ?

Monyet2 itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang2 yang ada di dalam.
Tapi karena menggenggam kacang, maka monyet2 itu tidak bisa menarik keluar tangannya.

Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak.

Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet2 itu tidak akan dapat pergi kemana2..!

Sebenarnya monyet2 itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya, tapi mereka tak mau melepaskannya... 

*******

Saudaraku... 

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah monyet2 itu.
Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yang sama seperti monyet2 itu.

Mereka mengenggam erat setiap permasalahan yang dimiliki tanpa mau melepaskannya. 

Mereka sering menyimpan dendam,
tak mudah memberi maaf,
tak mudah mengampuni.

Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Sehingga tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, terkadang membawa "toples2" itu kemana pun mereka pergi.
Mereka terus berusaha berjalan menapaki jalan kehidupan ini dengan beban berat itu.

Tanpa sadar, mereka sebenamya sudah terperangkap penyakit kepahitan yang akut,
yg bisa berakibat pada mengerutnya sel2 tubuh mereka, dan putusnya benang2 DNA-nya.

Jika hal ini dibiarkan berlarut, maka kemungkinan besar sel2 yg mengerut tadi perlahan namun pasti, bermutasi menjadi sel2 KANKER...!

Penelitian ttg sel tubuh yg bermutasi menjadi sel kanker inilah yg mengantarkan Prof. Dr. Bruce Lipton, dari USA, menerima hadiah Nobel dlm bidang Biologi Molecular. 

Sebenarnya mereka akan selamat dari sakit berbahaya ini jika mereka mau melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif (su'u zhan, kecemasan, sakit hati, marah, dendam, dll) terhadap siapapun.

Senin, 12 Februari 2018

NILAI SEBUAH BOTOL

Sebuah BOTOL
~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
~Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
~Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
~Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah ; KARAKTER yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

Minggu, 04 Februari 2018

POHON JABATAN

Jika kamu berada dalam struktur organisasi, kerjakanlah posisimu sebaik mungkin!

Tak perlu merasa tak dihargai karena tak ditampilkan…

Organisasi itu ibarat POHON…

Jika posisimu sebagai batang, maka jadilah batang yg kokoh utk menopang pohon..

Jika posisimu sebagai cabang, maka jadilah cabang yg mampu menggandeng setiap ranting dan daun…

Jika posisimu sebagai daun, maka jadilah daun yg rimbun supaya pohon bermanfaat utk menaungi orang kepanasan…

Jika posisimu sebagai buah, maka jadilah buah yg manis supaya nama baik pohonmu terjaga..

Jika posisimu sebagai bunga, maka jadilah bunga yg merekah indah supaya pohonmu terhiasi dan dikenal orang…

Bahkan jika posisimu sebagai akar yg TAK TERLIHAT, maka jadilah akar yang kuat mencengkram ke tanah demi tegaknya seluruh struktur pohon tersebut…

Maka hendaknya semua anggota menanamkan rasa tanggung jawabnya, supaya tak saling iri terhadap satu tubuh…

Sebagaimana AKAR …

Walau dirinya tak terlihat, tertimbun tanah, dan sering terinjak orang..

Namun dirinya TAK PERNAH iri untuk menjadi BUNGA merekah yg ada di atas dan dikenal banyak orang…

Karena ia tahu, BUNGA pun beresiko utk dipetik orang tanpa tujuan..

Mari kita bersyukur dengan apa pun yang ditugaskan kepada kita…

Have a Time

Kamis, 01 Februari 2018

3 PRINSIP YANG MEMBUAT TENANG HIDUP KITA

Mutiara Al Qur'an

Assalamualaikum Wr Wb ....
Saudaraku yang dirahmati Allah ...

Ketenangan hati tidak bergantung pada harta yang melimpah, rumah yang mewah atau jabatan yang tinggi. Lagi-lagi semuanya bergantung pada pola pikir kita dalam menjalani kehidupan.

Bila kita meyakini prinsip-prinsip yang tepat, maka kesedihan dan kegelisahan hati tidak akan singgah lama dalam hati kita.

Yakini dan resapi tiga prinsip ini maka hati kita akan tenang dalam menghadapi segala masalah kehidupan.

Apa tiga prinsip itu?

*1. Yakinilah bahwa tidak ada yang lebih menyayangi kita melebihi Allah.*

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS.Yusuf:64)

*2. Tidak ada yang lebih mengetahui dalamnya kesedihan kita melebihi Allah.*

اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِي أَنْفُسِهِمْ

“Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka.” (QS.Hud:31)

*3. Tidak ada yang mampu menyelesaikan masalahmu kecuali Allah.*

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan.” (QS.An-Naml:62)

Apabila tiga prinsip ini telah melekat kuat dalam hati kita, maka tidak akan ada lagi perasaan takut dan khawatir.

Kita selalu optimis bahwa yang paling menyayangi kita adalah Allah, maka mustahil Allah akan membiarkan kita dalam masalah.

Kita optimis bahwa tidak ada yang lebih mengetahui kesedihan dan rasa sakit kita melebihi Allah, maka mustahil Allah tidak mengobati kesedihan kita.

Kita yakin bahwa tidak seorang pun dapat menyelesaikan masalah kita kecuali Allah, lalu mengapa kita masih berharap kepada makhluk?

Selasa, 30 Januari 2018

"Sekolah 'KNOWING' vs Sekolah 'BEING'"


Kantor kami, Perusahaan PMA dari Jepang, mendapat pimpinan baru 
dari Perusahaan induknya di Jepang.

Ia akan menggantikan Pimpinan yang lama yang memang sudah waktunya untuk  balik ke negaranya.

Sebagai patner, saya ditugaskan untuk mendampinginya selama ia di Indonesia.

Saya menawarkan kepadanya selain perkenalan kpd relasi, juga utk  melihat - melihat objek wisata kota Jakarta dan Bandung . 

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman saya ini selalu berusaha utk mencari zebra cross.

Berbeda dgn saya dan orang Jakarta yang lain, dgn mudah menyeberang di mana saja sesukanya.

Teman saya ini tetap tdk terpengaruh oleh situasi.

Dia terus mencari zebra cross ataupun jembatan penyeberangan, setiap kali akan menyeberang.

Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dgn sarana seperti itu.

Yang lebih memalukan, meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang.

Teman saya geleng - geleng kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Akhirnya saya coba menanyakan pandangan teman saya ini mengenai fenomena menyeberang jalan tadi.

Saya bertanya, mengapa orang - orang di negara ini menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah sarana untuk menyeberang jalan.

Sementara kenapa dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dgn sarana tersebut.

Pelan - pelan  dia menjawab pertanyaan saya :

"It's ALL HAPPENS BECAUSE OF THE EDUCATION SYSTEM."

Saya kaget juga mendengar jawabannya.

Apa hubungan nya menyeberang jalan sembarangan dgn sistem pendidikan ?

Dia melanjutkan penjelasan nya, "Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak - anak kita menjadi mahluk 'KNOWING' atau SEKEDAR TAHU SAJA, sedangkan yg kedua sistem pendidikan yang mencetak anak - anak  menjadi mahluk 'BEING'.

Apa maksudnya ?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal UNTUK DIKETAHUI PARA SISWA.

Sekolah TIDAK MAMPU MEMBUAT SISWA MAU MELAKUKAN APA YANG DIKETAHUI SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPAN NYA.

Anak - anak tumbuh hanya menjadi 'MAHKLUK KNOWING', hanya sekedar 'MENGETAHUI' bahwa :
» ZEBRA CROSS adalah TEMPAT MENYEBERANG,
»  TEMPAT SAMPAH ADALAH UNTUK MENARUH SAMPAH.

Tapi "MEREKA TETAP AKAN MENYEBERANG DAN MEMBUANG SAMPAH SECARA SEMBARANGAN".

Sekolah semacam ini BIASANYA  MENGAJARKAN "BANYAK SEKALI MATA PELAJARAN".

Tak jarang membuat para siswanya STRESS, PRESSURE & akhirnya MOGOK SEKOLAH.

"SEGALA MACAM DIAJARKAN" dan BANYAK HAL DIUJIKAN, "TETAPI TAK SATUPUN DARI SISWA YANG MENERAPKANNYA SETELAH UJIAN".

Ujiannya pun HANYA SEKEDAR TAHU, 'KNOWING'

Di negara kami, sistem pendidikan BENAR-BENAR DIARAHKAN UNTUK MENCETAK MANUSIA2 YANG " TIDAK HANYA TAHU apa yg benar tetapi MAU MELAKUKAN APA YANG BENAR SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPANNYA'.

Di negara kami, anak2 hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:
1. Basic Sains
2. Basic Art
3. Social

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dgn kejadian nyata di seputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yg diketahui dlm keseharian hidupnya.

Anak2 ini jg TAHU PERSIS ALASAN MENGAPA MEREKA MAU atau TIDAK MAU MELAKUKAN SESUATU.

Cara ini mulai diajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yg kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk 'BEING', yakni MANUSIA2 YANG MELAKUKAN APA YANG MEREKA TAHU BENAR."

Betapa sekolah begitu MEMEGANG PERAN YANG SANGAT PENTING BAGI PEMBENTUKAN PERILAKU & MENTAL ANAK2 BANGSA.

Tidak hanya sekadar berfungsi sebagai "LEMBAGA SERTIFIKASI" yg "HANYA MAMPU MEMBERI IJAZAH" kepada para anak bangsa.

KARAKTER, PERILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk membangun anak didik  yang LEBIH BERADAB DALAM BERPERILAKU.

BUKAN SEKEDAR ANGKA-ANGKA AKADEMIK seperti yang tertera di buku-buku raport sekolah ataupun Indeks Prestasi IPK..

KEJUJURAN dan ETIKA MORAL adalah PRIORITAS UTAMA, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian,  karena SETIAP ANAK TERLAHIR PINTAR dan pendidikan itu sendiri adalah perkembangan

Oleh sebab itu, Seyogyanya, kita TIDAK PERLU TERLALU RISAU jika seorang anak belum bisa calistung ( baca tulis hitung ) atau Pipolondo ( Ping Poro Lan Sudo )  saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD sekalipun,

Tapi mestinya  harus peduli jika seorang anak TIDAK JUJUR dan BERETIKA BURUK.

Pendidikan itu BUKAN PERSIAPAN UNTUK HIDUP,  karena  PENDIDIKAN ADALAH KEHIDUPAN.. SEPANJANG HIDUP..

Minggu, 28 Januari 2018

KITA SEMUA BERBEDA, TETAPI TETAP BELAJAR, BERLATIH & BERKARYA BERSAMA

Assalammu'alaikum...

Hari ini adalah hari yang teramat penting dan teramat indah, bagi anda para Karate-Ka Gojukai DKI Jaya.

Kita Semua adalah bagian dari sedikit orang – orang yang dipilih Allah SWT untuk diangkat derajat hidupnya, sebagai Pelatih Karate-Do (Guru)  beserta dengan Ilmu yang kita dapatkan.

Sebagai seorang Karate-Ka yang beruntung, tidak pada tempatnya apabila melewatkan hari – hari tanpa  belajar, berlatih dan berkarya.

Rekan – rekan pelatih Karate-Do Gojukai DKI Jaya, dinamika kehidupan saat ini ditandai oleh semakin menguatnya persaingan hidup, yang berkembang bteramat ketat,  juga sudah berubah dari persaingan konvensional ke persaingan  IPTEK tingkat tinggi.

Pelatih, atlet, anggota, pengurus, orang tua…,  turut  bersaing ditengah keberagaman sikap, pemikiran, konsep, kepentingan dan pola pembinaan yang kompleks dan berbenturan.

Di Dojo – Dojo Gojukai Komda DKI Jaya, kreatifitas kepelatihan adalah harta karun yang tak ternilai, sentuhan kreatifitas  dalam latihan / melatih akan membuat hal yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa menginspirasi, bahkan mengubah !

Di Gojukai DKI Jaya, setiap karate ka adalah Jenius !, Baik Semangat, kreatifitas, maupun terobosan tidak ada artinya jika tidak mengandung kebermanfaatan bagi  lingkungan dan orang banyak.

Pelatih, atlet, anggota, pengurus, orang tua… harus bekerja sama menciptakan sesuatu yang luar biasa sekaligus bermanfaat nyata bagi karate ka sendiri dan perguruan.

Bersiaplah :

Pengurus dan Pelatih Karate-Do Gojukai DKI Jaya bersaing dengan teknologi: WA, email dan lainnya.

Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada  atlet dan murid kita besok mau membuat apa… ? Jangan bertanya mau jadi apa… ?

Pengurus dan Pelatih Karate-Do Gojukai DKI Jaya jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di dojo dan di ruang komunitas.

Wassalammu'alaikum...

Eko Sensei

KOIN PENYOK

Seorang lelaki berjalan TAK TENTU ARAH dengan RASA PUTUS ASA.
Kondisi keuangan morat-marit.
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk dan menggerutu kecewa.

"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok".

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno",
kata teller itu memberi saran.

Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp.500 ribu.

Lelaki itu begitu senang.

Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp. 500 ribu untuk membuat rak buat istrinya.
Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati tempat pengerajin mebel.
Mata pemilik bengkel mebel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu.
Dia menawarkan lemari Rp. 2 juta untuk menukar kayu itu.
Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan.
Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya Rp. 10 juta. Dia ragu-ragu.
Si wanita pun menaikkan tawarannya menjadi Rp. 12 juta. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya.
Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai Rp. 12 juta.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya,

"Apa yang terjadi?"
"Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata,
"Oh bukan apa-apa.
Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar, kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikian lah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Saat kehilangan sesuatu, kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa.

Jadi "kehilangan" itu tidak lah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan.

Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke-"aku"-an.

Ke "aku" an itu lah yang membuat kita menderita.

Rumah ku, harta ku, istri ku, suami ku, anak ku, semuanya bukan milik ku.
Kita lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak bawa apa-apa dan tidak ngajak siapa-siapa.

Sesungguhnya semua milik Allah dan sesungguhnya semua akan kembali kepada Allah.

(QS. al-Baqarah 2:155-157)

Barokallohu fikum

Wass. 🙏

Jumat, 19 Januari 2018

KAPAN KITA BICARA DAN KAPAN KITA DIAM

Assalamualaikum...
Alangkah indahnya DIAM
bila BICARA dapat menyakiti orang lain ...

Alangkah terhormatnya DIAM
bila BICARA hanya untuk merendahkan orang lain ...

Alangkah bagusnya DIAM
bila BICARA bisa mengakibatkan terhinanya orang lain ...

Alangkah cerdiknya DIAM
bila BICARA dapat menjerumuskan orang lain ...

Alangkah bijaknya DIAM
bila BICARA hanya untuk merugikan orang lain ...

Maka pertimbangkanlah
Kapan kita BICARA dan kapan kita DIAM

Jangan bicara tentang hartamu
dihadapan orang miskin ...
Jangan bicara tentang kesehatanmu
dihadapan orang sakit ...
Jangan bicara tentang kekuatanmu
dihadapan orang lemah ...
Jangan bicara tentang kebahagiaanmu
dihadapan orang yang sedih ...
Jangan bicara tentang kebebasanmu
dihadapan orang yang terpenjara
Jangan bicara tentang anakmu
dihadapan orang yang tidak punya anak

Seorang yang BIJAK ibarat AIR
yang selalu tenang dan menyenangkan
Suci dan menyucikan
Sejuk dan menyejukkan
Segar dan menyegarkan
Lembut dan melembutkan

Jadilah seperti AIR
yang selalu mencari tempat lebih rendah ...
Bermakna
(rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain ... )

Jadilah seperti AIR yang selalu memberi kehidupan bagi apapun dan siapapun.   
          
Wassalam....

🌹🌹🌹

REAKSI vs RESPONS

REAKSI vs RESPONS

CEO Google, Sundar Pichai mulai banyak dikenal orang setelah menjabat pimpinan tertinggi raksasa perusahaan Google. Pichai terlahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Pichai dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek dia yang sukses yakni browser Chrome dan Android

Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras.

Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato oleh Sundar Pichai kepada anak buahnya–
Ia berpidato tentang kecoa. Kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan.

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.

Seorang pelayan wanita bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan wanita.

Pelayan wanita berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.

Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkan nya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka ?

Jika demikian, maka mengapa pelayan wanita tidak terganggu ?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya :

“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”

Ia melanjutkan pidatonya..

“Dari tempat saya duduk, saya berpikir..

Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?

Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.

Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Macet di jalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, target yang besar, deadline yang ketat, customer yang demanding, tetangga yang mengganggu, dsb.

Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.

Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian.”

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Di situ saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu.

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.

Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.

Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP.

Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya..

Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya benar..!

Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO Google, Sundar Pichai.

"Masalah adalah sebuah masalah ..... RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah ...."

Mari Sahabat2ku  kita sudah melewati 15 hari di awal tahun 2018 marilah kita senantiasa merespon dengan benar setiap masalah yang kita hadapi.
Semangat pagi..

GAGALNYA FIRAUN

Anda tahu apa yang Qur'an ajarkan kepada kita ? Qur'an mengajarkan kepada kita bahwa orang yang sangat kaya bisa menjadi sebuah kegagalan ( Fir'aun contohnya) dan seorang tunawisna bisa menjadi sukses ( Nabi Ibrahim).

Ini mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan tidak ada hubungannya dengan kekayaan dan kegagalan tidak ada hubungannya dengan kemiskinan.

Selasa, 16 Januari 2018

ARIF DALAM MASALAH

Utamakan KeArifan , saling memaafkan, Fokus Program Latihan Yg berkualitas seřta Quality Control, uji Tanding standar Internasional dan lakukan sport Intelijen, haqul yakin hasilnya akan maksimal...

Allah beserta kita..., Aamiin....

Sesungguhnya DUNIA itu Luas & Bebas dan Leluasa.

Hanya PIKIRANlah yang membelenggu Diri kita.

Sesungguhnya KEHIDUPAN Tidak memberi MASALAH.

Hanya Pikiranlah yang terus menciptakan MASALAH.

Selama Hidup, kita tidak akan pernah bisa BEBAS dari MASALAH.

Hidup BAHAGIA bukan hidup tanpa MASALAH, melainkan hidup yang melepaskan MASALAH & tidak mempermasalahkan MASALAH.

Masalah memunculkan penderitaan & kesedihan.

Kedamaian akan muncul jika menguasai seni hidup bahagia yaitu :

Tidak mempermasalahkan setiap muncul masalah.

Menerima kenyataan yang tidak sesuai dg harapan.

Kemampuan membuat hidup yang bebas tanpa memikirkan masalah

Dengan proses melepaskan masalah & beban batin, maka kedamaian akan muncul dengan sendirinya.

Hidup yang indah adalah Hidup yang bahagia dalam kedamaian Terbebas dari genggaman kemelekatan & cengkraman nafsu keinginan tak terpuaskan.

Apapun yang terjadi
Hidup Ini Selalu indah
Belajarlah Menikmatinya
Dan Mengmbil Hikmah,
Dari Setiap Kenyataan Hidup
Baik atau Buruk Yang Kita Alami.

Mulai sekarang buanglah
Semua pikiran yang membuat kita "Terbelenggu"

Rabu, 10 Januari 2018

10 TAHUN YANG LALU

1. 25 Tahun lalu Wartel (Warung Telekomunikasi) adalah bisnis yg menguntungkan, namun saat ini Wartel sudah tidak kita jumpai lagi, karena semua orang memiliki hand phone

2. 20 tahun lalu Telepon Umum masih terbilang alat yg sangat membantu, namun saat ini yg tersisa hanya bangkainya saja.

3.20 tahun yang lalu, Nokia dengan symbiannya adalah raja ponsel di seluruh dunia.
Fakta hari ini Symbian tinggal kenangan, dihajar oleh Black Berry.

4. 10 thn lalu Black Berry merajai Chating di Indonesia, semua orang selalu meminta pin BB, namun sekarang sudah dilibas oleh Android dgn Whatsapp dan Line

5. 10 tahun yang lalu Yahoo adalah raksasa dunia internet.
Fakta hari ini habis terlindas oleh Google.

6. 10 tahun yang lalu, surat kabar, majalah, dan televisi adalah media informasi paling efektif.
Fakta hari ini, mereka tergerus oleh YouTube, Facebook,Twitter, Instagram, Linkedin.

7.10 tahun yang lalu gerai Matahari, Ramayana, Carrefour, Hypermart adalah raja dunia retail .
Fakta hari ini, gerai mereka banyak tutup, tergantikan oleh Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dll.

8. 10 tahun yang lalu kita masih pakai kertas, survey, dll jika ingin kredit, Fakta hari ini, mereka akan segera tergerus oleh akulaku dan kredivo.

9. 10 tahun yang lalu ojek adalah profesi yang bahkan tidak dipandang sebelah mata pun.
Fakta hari ini, tukang ojek adalah S1 bahkan S2, karena sudah online.

10. 10 tahun lalu order Taxi sangat menjengkelkan, sekarang sudah ada Grab, Uber dll

11. 10 tahun lalu, dunia investasi hanyalah milik orang kaya, orang banyak duit.
Fakta hari ini, dengan uang 100 rb rupiah pun pengamen jalanan bisa beli Reksadana saham.

12. 10 tahun yang lalu Anda buka toko kelontong harus pakai modal besar.
Fakta hari ini, hanya bermodal Smartphone Anda bisa jadi grosir dengan aplikasi Kudo.

13. 10 tahun lalu anda pesan hotel dan ticket pesawat lewat travel agent.
Fakta hari ini, ribuan travel agent berguguran tergantikan oleh Traveloka, Agoda, Pegipegi dll..

14. 10 tahun lalu saya kesulitan mencari makanan halal jika ke luar negeri, namun sekarang begitu mudahnya mencari restorant halal dan masjid terdekat dengan applikasi Halal Trip

15. 10 tahun lalu mencari teman lama cukup sulit terutama teman srkolah SD, SMP ataupun SMA saat ini hp sudah penuh dengan Group WA Alumni

16. 10 tahun yang lalu, jika Anda tidak terbuka pada perubahan jaman, maka hari ini Anda adalah orang yg tergilas oleh jaman.

Mungkin suatu saat kantor2 pelayanan (Services Office) sudah tidak lagi dilayani oleh karyawan tetapi semuanya sudah memakai mesin, contoh saat ini sudah mulai terjadi di Bank seperti layanan Transfer, tarik tunai ataupun setor tunai sudah memakai mesin.

Dan tidak menutup kemungkinan suatu saat (dalam waktu yg sangat cepat) transaksi perbankan memakai Alipay ataupun WeChatpay, krn ini sdh mulai terjadi dinegara2 lain. contoh Hong Kong dan China

Dan jika hari ini pun Anda tidak terbuka oleh informasi dan perubahan, Percayalah 10 tahun yang akan datang Anda adalah orang orang yang Tertinggal karena Perubahan & Inovasi, tidak akan pernah berhenti, meski Anda berkeras untuk tidak ikut berubah.

Di Dunia ini tidak ada tempat berhenti
jangan pernah LAMBAT
nanti engkau TERGILAS
jangan pernah BERHENTI
nanti engkau MATI

teruslah bergerak, ikutilah perubahan itu

Senin, 08 Januari 2018

MELIHAT PESAN ALAM



Kalau ingin memelihara kupu-kupu,
Jangan tangkap kupu-kupunya , pasti ia akan terbang. Tetapi tanamlah bunga​.  Maka kupu-kupu
akan datang sendiri
dan membentangkan sayap-sayapnya, yang indah,bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang,
tetapi kawanan yang lain juga datang,
lebah,.....
capung....
dan lainnya,
juga akan datang
menambah warna warni dari keindahan​

Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini...

​Ketika kita ingin​
Kebahagiaan dan Keberuntungan Tanam saja kebaikan demi kebaikan,  kejujuran demi kejujuran,

Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan dilimpahkan oleh Allah, ​bukan hanya satu, tetapi seribu​...

_Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup,

mari kita membangun taman-taman bunga kita,  bunga kebaikan dan bunga  kejujuran.

Selamat Pagi dan Selamat Beraktifitas, semoga sukses....

GENERASI EMAS

GOLDEN GENERATION....

Anda Yang Lahir Angkatan Tahun 1930-80an ( yg Usianya skrg 40 an - 80 an Tahun)

Sekedar Anda tahu...

Kita yg Lahir di Tahun 1930-s/d-80an, adalah Generasi yg layak Disebut Generasi Paling Beruntung..! karena kitalah Generasi yg mengalami Loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di Abad ini, dgn Kondisi Usia Prima..!.

Sebagian Kita pernah menikmati "Lampu Petromax dan Lampu Minyak, sekaligus menikmati Lampu Bohlam, TL, hingga LED".

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah  Menikmati Riuhnya suara Mesin Ketik".Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari Laptop kita.

Kitalah Generasi terakhir yg Merekam Lagu dari Radio dgn Tape Recorder kita (kadang pitanya mbulet). Sekaligus kita juga menikmati Mudahnya Men-Download Lagu dari Gadget.

Kitalah Generasi dgn masa kecil Bertubuh Lebih Sehat dari Anak Masa Kini, karena Lompat Tali, Loncat Tinggi, Petak Umpet, Gobak Sodor, Main Kelereng, Main Karetan, Sumpit2an, Galasin dan Layangan adalah Permainan yg Tiap Hari Akrab dgn kita , Sekaligus saat ini Mata dan Jari kita Tetap Lincah memainkan berbagai Game di Gadget..!

Di Masa Remaja.., Kitalah Generasi Terakhir yg Pernah mempunyai Kelompok/Geng yg Tanpa Janji, Tanpa Telpon/SMS tapi Selalu Bisa Kumpul Bersama menikmati Malam Minggu sampai pagi. Karena Kita adalah Generasi yg Berjanji Cukup dgn Hati..!. Kalau Dulu kita harus bertemu untuk Tertawa Terbahak bahak Bersama..!.,

Kini Kitapun Tetap bisa Ber "'Wkwkwkwk.." Di Grup Facebook WhatsApp

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah "Menikmati Lancarnya jalan Raya tanpa Macet Dimana-mana..!". Juga Bersepeda Jengki atau Onthel / Motor sambil Menikmati Segarnya Udara /Angin di Jalan Raya Tanpa Helm di Kepala.  Belum ada wajib helm.!.

Kitalah Generasi terakhir yg pernah Menikmati Jalan Kaki Berkilo Meter tanpa perlu berpikir ada Penculik Rampok  yg Membayangi kita....

Kitalah Generasi terakhir yg Pernah Merasakan nikmatnya Nonton TV (cuman hitam putih layarnya) dgn "Senang Hati tanpa Diganggu Remote untuk Pindah2 Chanel" sana sini rame rame....

Kita adalah Generasi yang selalu Berdebar debar menunggu Hasil Cuci-Cetak Foto, seperti apa hasil jepretan kita..!. Selalu Menghargai dan Ber-Hati2 dalam Mengambil  Foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek. Saat itu Hasil dengan Muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas..!. Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto itu...,Tanpa ada Editan Camera 360 Photoshop atau Beauty Face. Kita Betul2 Generasi yg Menerima Apa Adanya..!.

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah begitu "Mengharapkan datangnya Pak Pos" menyampaikan Surat dari Sahabat dan Kekasih Hati...

Kita Mungkin Bukan Generasi Terbaik...., Tapi Kita Adalah Generasi yg "LIMITED EDITION".Kita Adalah Generasi yg Patuh & Takut kepada OrTu (Meskipun kadang sembunyi2 Nakal & Melawan) tapi Kita juga Generasi yg Mau Mendengar & Komunikatif terhadap Anak dan Cucu..!

Itulah Kita.... Selalu Bersyukur atas Nikmat yg Telah Kita Terima...!

Anda Di Generasi itu...?

Bagikan ini...
Betapa Indahnya Waktu itu...!

SEBUAH BOTOL

Sebuah BOTOL
Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah; KARAKTER yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"

Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun...

"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"

Ingat! Umur itu seperti es batu.
dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan._

"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."*

Jumat, 05 Januari 2018

MEMBAWA SEGELAS AIR BERKELILING MASJID


Ada seorang anak yang setiap hari rajin shalat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya,  "Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"_

"Lho kenapa?, sahut sang ayah.

"Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".

Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".

"Apa itu?".

"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".

Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?",

"Sudah".

"Apakah ada yang tumpah?"

"Tidak".

"Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".

"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.

"Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?"  tanya sang ayah lagi.

"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".

Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".

Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Mohon maaf kalo sdh pernah dpt sharing yg sama

Selasa, 02 Januari 2018

CUCIAN TETANGGA

Renungan :

Sepasang suami istri muda menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi sambil sarapan, si istri menatap keluar melalui jendela kaca dan melihat tetangganya sedang menjemur baju.

Lalu si Istri berkata kepada suaminya : "lihat Pa.. Cuciannya kelihatan kurang bersih ya, Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar, Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus".

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur baju, selalu saja si istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci bajunya.

Seminggu berlalu..
dipagi yang sama si istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat bersih cemerlang.

Lalu si istri berkata kepada suaminya : "Lihat Pa.. sepertinya dia telah belajar bagaimana cara mencuci dengan benar, pagi ini baju cuciannya telah bersih, mungkin dia melihat hasil cucianku yang bersih".

Lalu si suami berkata :
"Ma.. Papa bangun lebih pagi hari ini untuk membersihkan jendela kaca kita".

si isteri terkejut dan sangat malu mendengar jawaban suaminya,
dia malu telah mencerca tetangganya selama ini tidak bersih mencuci baju padahal kaca jendelanya yang kotor.

dan begitulah kehidupan..
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran kita.

Lewat jendela mana kita memandangnya,
jika kaca jendela yang kita pakai kotor sudah pasti apa yang kita lihat didepan akan kotor juga.

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih, maka bersih pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.
Itulah sebabnya orang tua kita selalu berpesan : "jaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan".

Yaahh.. Selayaknya kita menjaga itu, sebab seburuk apapun baju yang kita  pakai tidak akan melukai orang lain, tapi lidah dan sudut pandang yang kotor dapat melukai bahkan menghancurkan orang lain.

Lalu.. Apakah kaca jendela kita sudah bersih hari ini ?

Semoga illustrasi ini bermanfaat. Terlebih kadang kita menganggap diri kita selalu benar dan lupa buat introspeksi

Senin, 01 Januari 2018

RENUNGAN DIAWAL TAHUN

Agama adalah Akhlak.
Agama adalah Perilaku.
Agama adalah Sikap.
Agama pasti mengajarkan CINTA & KASIH SAYANG

Bila kita cuma puasa, sholat, baca Al-Quran, pergi pengajian, datang ke masjid, ke majlis dzikir, itu BELUM benar2 disebut orang beragama.

Tapi bila saat bersamaan, kita menjaga dan membangun, hubungan sesama dengan baik
memberi manfaat kepada orang lain menyantuni fakir miskin,  memberi makan anak2 terlantar, dll.

Maka itulah sebaik-baik manusia beragama dan menjalankan perintah agama, seperti sabda Nabi : "Khoirun nash anfa'uhum lin-nash" ~ "se-baik² manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain..."

Ukuran beragama seseorang bukan hanya dari keshalehan pribadinya, tapi juga dari "KESHALEHAN SOSIALNYA...."

Dalam sebuah hadist dikisahkan, suatu ketika Nabi SAW mendengar berita tentang seorang yang rajin sholat dimalam hari & puasa di siang hari, tetapi LIDAHNYA MENYAKITI HATI ORANG LAIN...

‘’IA DI NERAKA !’’ sahut Nabi.

Dalam hadist lain juga diceritakan, seorang sahabat yang memuji keshalehan orang lain di depan Nabi.

Nabi bertanya: "Mengapa ia kau sebut orang shaleh?"

Sahabat itu menjawab: *"Karena, tiap saya masuk masjid dia sudah sholat dgn khusyuk & tiap saya sudah pulang, dia masih khusyuk berdoa."

"Lalu siapa yang memberinya makan & minum?’’ tanya Nabi lagi.

"Kakaknya," sahut sahabat tersebut.

Lalu kata Nabi:
"Kakaknya itulah yg layak disebut orang shaleh".

Nabi mengajarkan keutamaan ibadah sosial, kemanfaatan diri buat manusia lain, yang memang sebenarnya setiap diri adalah "Kholifatullah fil ardli" ~ "Wakil Allah di Bumi.."                                                  

Maka orang beragama ialah ORANG YANG PUNYA SOLIDARITAS & KEPRIHATINAN KEPADA MANUSIA LAIN....

Orang beragama dan beriman...,
Bukan sekedar orang2 yang meratakan dahinya dan ik'tikaf masjid saja,  sementara beberapa meter darinya ada orang yang butuh pertolongan / uluran tangan tidak dipedulikan.

🌾Sabda Nabi : "Kasihilah makhluk yang dibumi, maka engkau akan dikasihi yang "di langit" !
(HR.Thabrani)

KERETA KENCANA JADI BAJAI

Puisi akhir tahun
by Iramawati Oemar

KALEIDOSKOP 2017
•••••••

Ada kereta kencana tanpa raja.
Ada raja tanpa wibawa.
Karena hanya singgasana saja yang dia punya.
Singgasana tanpa kuasa.
Kuasa ada di tangan patih serba bisa.
Menjalankan titah penyandang dana.

Ada wibawa di lisan ulama.
Yang diikuti karena keteguhan imannya.
Tak pernah terbeli harga dirinya.
Meski ditekan dan dinista.
Dengan berbagai fitnah dan dusta.
Namun ummat tetap percaya.

Ada pejuang anti rasuah yang dianiaya.
Secangkir air keras menyiram matanya.
Sebelah mata pun menjadi buta.
Hampir sembilan bulan lamanya,
Pelakunya tak juga jadi tersangka.

Ada pakar IT dibacok di pagi buta.
Hampir melayang nyawa dari raganya.
Sang pembacok diajak makan bersama.
Tangan hanya diikat borgol plastik sekenanya.
Sekarang entah kemana mereka semua.
Tak terdengar lagi kabar berita.
Tersangka tak pernah duduk di kursi terdakwa.
Mungkin kini mereka tertawa-tawa.

Ada yang katanya dipenjara.
Tak pernah keluarga menjenguknya.
Tak ada tahanan yang pernah melihatnya.
Semua yang mengaku menjenguk tak pernah ada fotonya.
Mungkin dia punya sel istimewa.
Yang tak terlihat kasat mata.

Ada dua tiga ulama,
Selalu dihalangi ceramahnya.
Para muallaf Pancasila,
Yang merasa kelompoknya paling ber-bhinneka,
Berteriak toleransi sambil bawa senjata.
Tafsir Pancasila ada di tangan mereka.
Ritual nya hanya cium bendera,
Sambil berteriak "Saya Pancasila!"
"Saya Indonesia!"
Padahal saudaranya tertimpa bencana,
Mereka tak hendak hadir kesana.
Medan berat jadi kendala.
Teriakan "Saya Indonesia" cukup lewat media sosial saja.

*** *** ***

WELKAM TAHUN POLITIK 2018

Semula saya kira,
Kereta kencana menjelma jadi bajay sederhana,
Baru akan terjadi di tahun 2019 nantinya.
Demi slogan "SEDERHANA"
Tapi ternyata saya salah duga.

Tetiba muncullah sandal jepit.
Sederhana berubah wujud dalam sepasang sandal jepit.
Ditengah rakyat yang kian menjerit,
Karena tarip listrik yang terus melangit.
Dan ibu-ibu yang semakin terjepit,
Antri gas elpiji berhimpit-himpit.

2018 tahun politik kawan,
Maka kau jangan heran.
Sebentar lagi akan ada orang bersurban.
Keluar masuk pondok pesantren.
Pada kyai dan ulama dia akan cium tangan.
Seolah lupa telah berapa banyak pengajian dibubarkan,
Sudah berapa ulama dikriminalkan,
Namun tak ada suara tanda keprihatinan.

Kita akan masuk tahun politik, kawan.
Kalau ada yang kembali berjilbab, kamu jangan heran.
Penduduk Muslim memang menggiurkan.
Suara mereka sayang untuk diabaikan.
Lumayan banyak untuk meraih kemenangan.

2018 tahun politik, sahabat.
Pengaruhnya akan sangat dahsyat.
Tiba-tiba akan ramai foto para pejabat,
Yang sedang khusyuk sholat,
Sementara kameramannya sibuk jeprat-jepret.

Meski hanya 3-4 gelintir jamaahnya.
Walaupun tak rapat shafnya.
Yang penting terlihat ibadahnya.
Meski mungkin kesehariannya,
Sholat Subuh mereka alpa,
Tak berjamaah di masjid dekat rumahnya.
Meski sesungguhnya itu yang utama.
Allah perintahkan kepada hambaNya,
Laki-laki yang dihatinya ada taqwa.
Meski tak ada crew yang meliputnya.
Cukuplah malaikat yang mencatatnya.

Ini tahun politik, kawan!
Tak peduli kau makan di restoran dengan bill belasan juta,
Yang penting kau ajak juru warta,
Ketika kau minum kopi di warung kaki lima.
Tak jadi masalah kau sewa yacht harga berjuta-juta.
Yang penting sandal jepitmu belasan ribu saja.
Sudah siap para penulis handal yang luar biasa
Mereka akan giring pikiranmu ke kaki saja.
Ya, cukup sampai di kaki saja.
Tak usah naik hingga ke hati dan isi kepala.

Selamat datang tahun politik.
Mungkin akan makin penuh intrik.
Ustad gadungan akan makin dilirik.

Yang mempersetankan hadist Nabi akan jadi panutan.
Yang berani menantang firman Tuhan akan jadi jagoan.
Ustadz yang istiqomah akan makin disisihkan.
Ceramahnya akan terus dihadang berbagai alasan.
Yang menyuarakan kebenaran mungkin akan dipenjarakan.
Tapi percayalah kawan,
Kebenaran akan mencari jalan,
Mungkin hanya bisa sedikit diredam,
Atau diupayakan untuk dibungkam,
Dengan cara dikriminalikan.
Tapi semangatnya tak akan pernah padam.

Karena kebenaran akan mencari jalannya sendiri.
Sesuai kehendak Illahi Robbi.
Maka istiqomahlah meski engkau sendiri.
Lihatlah ulama kita dipersekusi.
Tapi mereka tak surut nyali.
Marilah kita saling kuatkan diri.
Dalam jalan panjang yang penuh onak duri.
Yakinlah, tak ada perjuangan yang tak berarti.