Selasa, 30 Januari 2018

"Sekolah 'KNOWING' vs Sekolah 'BEING'"


Kantor kami, Perusahaan PMA dari Jepang, mendapat pimpinan baru 
dari Perusahaan induknya di Jepang.

Ia akan menggantikan Pimpinan yang lama yang memang sudah waktunya untuk  balik ke negaranya.

Sebagai patner, saya ditugaskan untuk mendampinginya selama ia di Indonesia.

Saya menawarkan kepadanya selain perkenalan kpd relasi, juga utk  melihat - melihat objek wisata kota Jakarta dan Bandung . 

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman saya ini selalu berusaha utk mencari zebra cross.

Berbeda dgn saya dan orang Jakarta yang lain, dgn mudah menyeberang di mana saja sesukanya.

Teman saya ini tetap tdk terpengaruh oleh situasi.

Dia terus mencari zebra cross ataupun jembatan penyeberangan, setiap kali akan menyeberang.

Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dgn sarana seperti itu.

Yang lebih memalukan, meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang.

Teman saya geleng - geleng kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Akhirnya saya coba menanyakan pandangan teman saya ini mengenai fenomena menyeberang jalan tadi.

Saya bertanya, mengapa orang - orang di negara ini menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah sarana untuk menyeberang jalan.

Sementara kenapa dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dgn sarana tersebut.

Pelan - pelan  dia menjawab pertanyaan saya :

"It's ALL HAPPENS BECAUSE OF THE EDUCATION SYSTEM."

Saya kaget juga mendengar jawabannya.

Apa hubungan nya menyeberang jalan sembarangan dgn sistem pendidikan ?

Dia melanjutkan penjelasan nya, "Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak - anak kita menjadi mahluk 'KNOWING' atau SEKEDAR TAHU SAJA, sedangkan yg kedua sistem pendidikan yang mencetak anak - anak  menjadi mahluk 'BEING'.

Apa maksudnya ?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal UNTUK DIKETAHUI PARA SISWA.

Sekolah TIDAK MAMPU MEMBUAT SISWA MAU MELAKUKAN APA YANG DIKETAHUI SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPAN NYA.

Anak - anak tumbuh hanya menjadi 'MAHKLUK KNOWING', hanya sekedar 'MENGETAHUI' bahwa :
» ZEBRA CROSS adalah TEMPAT MENYEBERANG,
»  TEMPAT SAMPAH ADALAH UNTUK MENARUH SAMPAH.

Tapi "MEREKA TETAP AKAN MENYEBERANG DAN MEMBUANG SAMPAH SECARA SEMBARANGAN".

Sekolah semacam ini BIASANYA  MENGAJARKAN "BANYAK SEKALI MATA PELAJARAN".

Tak jarang membuat para siswanya STRESS, PRESSURE & akhirnya MOGOK SEKOLAH.

"SEGALA MACAM DIAJARKAN" dan BANYAK HAL DIUJIKAN, "TETAPI TAK SATUPUN DARI SISWA YANG MENERAPKANNYA SETELAH UJIAN".

Ujiannya pun HANYA SEKEDAR TAHU, 'KNOWING'

Di negara kami, sistem pendidikan BENAR-BENAR DIARAHKAN UNTUK MENCETAK MANUSIA2 YANG " TIDAK HANYA TAHU apa yg benar tetapi MAU MELAKUKAN APA YANG BENAR SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPANNYA'.

Di negara kami, anak2 hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:
1. Basic Sains
2. Basic Art
3. Social

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dgn kejadian nyata di seputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yg diketahui dlm keseharian hidupnya.

Anak2 ini jg TAHU PERSIS ALASAN MENGAPA MEREKA MAU atau TIDAK MAU MELAKUKAN SESUATU.

Cara ini mulai diajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yg kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk 'BEING', yakni MANUSIA2 YANG MELAKUKAN APA YANG MEREKA TAHU BENAR."

Betapa sekolah begitu MEMEGANG PERAN YANG SANGAT PENTING BAGI PEMBENTUKAN PERILAKU & MENTAL ANAK2 BANGSA.

Tidak hanya sekadar berfungsi sebagai "LEMBAGA SERTIFIKASI" yg "HANYA MAMPU MEMBERI IJAZAH" kepada para anak bangsa.

KARAKTER, PERILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk membangun anak didik  yang LEBIH BERADAB DALAM BERPERILAKU.

BUKAN SEKEDAR ANGKA-ANGKA AKADEMIK seperti yang tertera di buku-buku raport sekolah ataupun Indeks Prestasi IPK..

KEJUJURAN dan ETIKA MORAL adalah PRIORITAS UTAMA, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian,  karena SETIAP ANAK TERLAHIR PINTAR dan pendidikan itu sendiri adalah perkembangan

Oleh sebab itu, Seyogyanya, kita TIDAK PERLU TERLALU RISAU jika seorang anak belum bisa calistung ( baca tulis hitung ) atau Pipolondo ( Ping Poro Lan Sudo )  saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD sekalipun,

Tapi mestinya  harus peduli jika seorang anak TIDAK JUJUR dan BERETIKA BURUK.

Pendidikan itu BUKAN PERSIAPAN UNTUK HIDUP,  karena  PENDIDIKAN ADALAH KEHIDUPAN.. SEPANJANG HIDUP..

Minggu, 28 Januari 2018

KITA SEMUA BERBEDA, TETAPI TETAP BELAJAR, BERLATIH & BERKARYA BERSAMA

Assalammu'alaikum...

Hari ini adalah hari yang teramat penting dan teramat indah, bagi anda para Karate-Ka Gojukai DKI Jaya.

Kita Semua adalah bagian dari sedikit orang – orang yang dipilih Allah SWT untuk diangkat derajat hidupnya, sebagai Pelatih Karate-Do (Guru)  beserta dengan Ilmu yang kita dapatkan.

Sebagai seorang Karate-Ka yang beruntung, tidak pada tempatnya apabila melewatkan hari – hari tanpa  belajar, berlatih dan berkarya.

Rekan – rekan pelatih Karate-Do Gojukai DKI Jaya, dinamika kehidupan saat ini ditandai oleh semakin menguatnya persaingan hidup, yang berkembang bteramat ketat,  juga sudah berubah dari persaingan konvensional ke persaingan  IPTEK tingkat tinggi.

Pelatih, atlet, anggota, pengurus, orang tua…,  turut  bersaing ditengah keberagaman sikap, pemikiran, konsep, kepentingan dan pola pembinaan yang kompleks dan berbenturan.

Di Dojo – Dojo Gojukai Komda DKI Jaya, kreatifitas kepelatihan adalah harta karun yang tak ternilai, sentuhan kreatifitas  dalam latihan / melatih akan membuat hal yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa menginspirasi, bahkan mengubah !

Di Gojukai DKI Jaya, setiap karate ka adalah Jenius !, Baik Semangat, kreatifitas, maupun terobosan tidak ada artinya jika tidak mengandung kebermanfaatan bagi  lingkungan dan orang banyak.

Pelatih, atlet, anggota, pengurus, orang tua… harus bekerja sama menciptakan sesuatu yang luar biasa sekaligus bermanfaat nyata bagi karate ka sendiri dan perguruan.

Bersiaplah :

Pengurus dan Pelatih Karate-Do Gojukai DKI Jaya bersaing dengan teknologi: WA, email dan lainnya.

Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada  atlet dan murid kita besok mau membuat apa… ? Jangan bertanya mau jadi apa… ?

Pengurus dan Pelatih Karate-Do Gojukai DKI Jaya jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di dojo dan di ruang komunitas.

Wassalammu'alaikum...

Eko Sensei

KOIN PENYOK

Seorang lelaki berjalan TAK TENTU ARAH dengan RASA PUTUS ASA.
Kondisi keuangan morat-marit.
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk dan menggerutu kecewa.

"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok".

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno",
kata teller itu memberi saran.

Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp.500 ribu.

Lelaki itu begitu senang.

Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp. 500 ribu untuk membuat rak buat istrinya.
Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati tempat pengerajin mebel.
Mata pemilik bengkel mebel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu.
Dia menawarkan lemari Rp. 2 juta untuk menukar kayu itu.
Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan.
Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya Rp. 10 juta. Dia ragu-ragu.
Si wanita pun menaikkan tawarannya menjadi Rp. 12 juta. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya.
Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai Rp. 12 juta.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya,

"Apa yang terjadi?"
"Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata,
"Oh bukan apa-apa.
Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar, kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikian lah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Saat kehilangan sesuatu, kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa.

Jadi "kehilangan" itu tidak lah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan.

Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke-"aku"-an.

Ke "aku" an itu lah yang membuat kita menderita.

Rumah ku, harta ku, istri ku, suami ku, anak ku, semuanya bukan milik ku.
Kita lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak bawa apa-apa dan tidak ngajak siapa-siapa.

Sesungguhnya semua milik Allah dan sesungguhnya semua akan kembali kepada Allah.

(QS. al-Baqarah 2:155-157)

Barokallohu fikum

Wass. 🙏

Jumat, 19 Januari 2018

KAPAN KITA BICARA DAN KAPAN KITA DIAM

Assalamualaikum...
Alangkah indahnya DIAM
bila BICARA dapat menyakiti orang lain ...

Alangkah terhormatnya DIAM
bila BICARA hanya untuk merendahkan orang lain ...

Alangkah bagusnya DIAM
bila BICARA bisa mengakibatkan terhinanya orang lain ...

Alangkah cerdiknya DIAM
bila BICARA dapat menjerumuskan orang lain ...

Alangkah bijaknya DIAM
bila BICARA hanya untuk merugikan orang lain ...

Maka pertimbangkanlah
Kapan kita BICARA dan kapan kita DIAM

Jangan bicara tentang hartamu
dihadapan orang miskin ...
Jangan bicara tentang kesehatanmu
dihadapan orang sakit ...
Jangan bicara tentang kekuatanmu
dihadapan orang lemah ...
Jangan bicara tentang kebahagiaanmu
dihadapan orang yang sedih ...
Jangan bicara tentang kebebasanmu
dihadapan orang yang terpenjara
Jangan bicara tentang anakmu
dihadapan orang yang tidak punya anak

Seorang yang BIJAK ibarat AIR
yang selalu tenang dan menyenangkan
Suci dan menyucikan
Sejuk dan menyejukkan
Segar dan menyegarkan
Lembut dan melembutkan

Jadilah seperti AIR
yang selalu mencari tempat lebih rendah ...
Bermakna
(rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain ... )

Jadilah seperti AIR yang selalu memberi kehidupan bagi apapun dan siapapun.   
          
Wassalam....

🌹🌹🌹

REAKSI vs RESPONS

REAKSI vs RESPONS

CEO Google, Sundar Pichai mulai banyak dikenal orang setelah menjabat pimpinan tertinggi raksasa perusahaan Google. Pichai terlahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Pichai dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek dia yang sukses yakni browser Chrome dan Android

Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras.

Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato oleh Sundar Pichai kepada anak buahnya–
Ia berpidato tentang kecoa. Kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan.

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.

Seorang pelayan wanita bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan wanita.

Pelayan wanita berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.

Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkan nya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka ?

Jika demikian, maka mengapa pelayan wanita tidak terganggu ?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya :

“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”

Ia melanjutkan pidatonya..

“Dari tempat saya duduk, saya berpikir..

Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?

Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.

Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Macet di jalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, target yang besar, deadline yang ketat, customer yang demanding, tetangga yang mengganggu, dsb.

Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.

Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian.”

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Di situ saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu.

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.

Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.

Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP.

Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya..

Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya benar..!

Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO Google, Sundar Pichai.

"Masalah adalah sebuah masalah ..... RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah ...."

Mari Sahabat2ku  kita sudah melewati 15 hari di awal tahun 2018 marilah kita senantiasa merespon dengan benar setiap masalah yang kita hadapi.
Semangat pagi..

GAGALNYA FIRAUN

Anda tahu apa yang Qur'an ajarkan kepada kita ? Qur'an mengajarkan kepada kita bahwa orang yang sangat kaya bisa menjadi sebuah kegagalan ( Fir'aun contohnya) dan seorang tunawisna bisa menjadi sukses ( Nabi Ibrahim).

Ini mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan tidak ada hubungannya dengan kekayaan dan kegagalan tidak ada hubungannya dengan kemiskinan.

Selasa, 16 Januari 2018

ARIF DALAM MASALAH

Utamakan KeArifan , saling memaafkan, Fokus Program Latihan Yg berkualitas seřta Quality Control, uji Tanding standar Internasional dan lakukan sport Intelijen, haqul yakin hasilnya akan maksimal...

Allah beserta kita..., Aamiin....

Sesungguhnya DUNIA itu Luas & Bebas dan Leluasa.

Hanya PIKIRANlah yang membelenggu Diri kita.

Sesungguhnya KEHIDUPAN Tidak memberi MASALAH.

Hanya Pikiranlah yang terus menciptakan MASALAH.

Selama Hidup, kita tidak akan pernah bisa BEBAS dari MASALAH.

Hidup BAHAGIA bukan hidup tanpa MASALAH, melainkan hidup yang melepaskan MASALAH & tidak mempermasalahkan MASALAH.

Masalah memunculkan penderitaan & kesedihan.

Kedamaian akan muncul jika menguasai seni hidup bahagia yaitu :

Tidak mempermasalahkan setiap muncul masalah.

Menerima kenyataan yang tidak sesuai dg harapan.

Kemampuan membuat hidup yang bebas tanpa memikirkan masalah

Dengan proses melepaskan masalah & beban batin, maka kedamaian akan muncul dengan sendirinya.

Hidup yang indah adalah Hidup yang bahagia dalam kedamaian Terbebas dari genggaman kemelekatan & cengkraman nafsu keinginan tak terpuaskan.

Apapun yang terjadi
Hidup Ini Selalu indah
Belajarlah Menikmatinya
Dan Mengmbil Hikmah,
Dari Setiap Kenyataan Hidup
Baik atau Buruk Yang Kita Alami.

Mulai sekarang buanglah
Semua pikiran yang membuat kita "Terbelenggu"

Rabu, 10 Januari 2018

10 TAHUN YANG LALU

1. 25 Tahun lalu Wartel (Warung Telekomunikasi) adalah bisnis yg menguntungkan, namun saat ini Wartel sudah tidak kita jumpai lagi, karena semua orang memiliki hand phone

2. 20 tahun lalu Telepon Umum masih terbilang alat yg sangat membantu, namun saat ini yg tersisa hanya bangkainya saja.

3.20 tahun yang lalu, Nokia dengan symbiannya adalah raja ponsel di seluruh dunia.
Fakta hari ini Symbian tinggal kenangan, dihajar oleh Black Berry.

4. 10 thn lalu Black Berry merajai Chating di Indonesia, semua orang selalu meminta pin BB, namun sekarang sudah dilibas oleh Android dgn Whatsapp dan Line

5. 10 tahun yang lalu Yahoo adalah raksasa dunia internet.
Fakta hari ini habis terlindas oleh Google.

6. 10 tahun yang lalu, surat kabar, majalah, dan televisi adalah media informasi paling efektif.
Fakta hari ini, mereka tergerus oleh YouTube, Facebook,Twitter, Instagram, Linkedin.

7.10 tahun yang lalu gerai Matahari, Ramayana, Carrefour, Hypermart adalah raja dunia retail .
Fakta hari ini, gerai mereka banyak tutup, tergantikan oleh Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dll.

8. 10 tahun yang lalu kita masih pakai kertas, survey, dll jika ingin kredit, Fakta hari ini, mereka akan segera tergerus oleh akulaku dan kredivo.

9. 10 tahun yang lalu ojek adalah profesi yang bahkan tidak dipandang sebelah mata pun.
Fakta hari ini, tukang ojek adalah S1 bahkan S2, karena sudah online.

10. 10 tahun lalu order Taxi sangat menjengkelkan, sekarang sudah ada Grab, Uber dll

11. 10 tahun lalu, dunia investasi hanyalah milik orang kaya, orang banyak duit.
Fakta hari ini, dengan uang 100 rb rupiah pun pengamen jalanan bisa beli Reksadana saham.

12. 10 tahun yang lalu Anda buka toko kelontong harus pakai modal besar.
Fakta hari ini, hanya bermodal Smartphone Anda bisa jadi grosir dengan aplikasi Kudo.

13. 10 tahun lalu anda pesan hotel dan ticket pesawat lewat travel agent.
Fakta hari ini, ribuan travel agent berguguran tergantikan oleh Traveloka, Agoda, Pegipegi dll..

14. 10 tahun lalu saya kesulitan mencari makanan halal jika ke luar negeri, namun sekarang begitu mudahnya mencari restorant halal dan masjid terdekat dengan applikasi Halal Trip

15. 10 tahun lalu mencari teman lama cukup sulit terutama teman srkolah SD, SMP ataupun SMA saat ini hp sudah penuh dengan Group WA Alumni

16. 10 tahun yang lalu, jika Anda tidak terbuka pada perubahan jaman, maka hari ini Anda adalah orang yg tergilas oleh jaman.

Mungkin suatu saat kantor2 pelayanan (Services Office) sudah tidak lagi dilayani oleh karyawan tetapi semuanya sudah memakai mesin, contoh saat ini sudah mulai terjadi di Bank seperti layanan Transfer, tarik tunai ataupun setor tunai sudah memakai mesin.

Dan tidak menutup kemungkinan suatu saat (dalam waktu yg sangat cepat) transaksi perbankan memakai Alipay ataupun WeChatpay, krn ini sdh mulai terjadi dinegara2 lain. contoh Hong Kong dan China

Dan jika hari ini pun Anda tidak terbuka oleh informasi dan perubahan, Percayalah 10 tahun yang akan datang Anda adalah orang orang yang Tertinggal karena Perubahan & Inovasi, tidak akan pernah berhenti, meski Anda berkeras untuk tidak ikut berubah.

Di Dunia ini tidak ada tempat berhenti
jangan pernah LAMBAT
nanti engkau TERGILAS
jangan pernah BERHENTI
nanti engkau MATI

teruslah bergerak, ikutilah perubahan itu

Senin, 08 Januari 2018

MELIHAT PESAN ALAM



Kalau ingin memelihara kupu-kupu,
Jangan tangkap kupu-kupunya , pasti ia akan terbang. Tetapi tanamlah bunga​.  Maka kupu-kupu
akan datang sendiri
dan membentangkan sayap-sayapnya, yang indah,bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang,
tetapi kawanan yang lain juga datang,
lebah,.....
capung....
dan lainnya,
juga akan datang
menambah warna warni dari keindahan​

Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini...

​Ketika kita ingin​
Kebahagiaan dan Keberuntungan Tanam saja kebaikan demi kebaikan,  kejujuran demi kejujuran,

Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan dilimpahkan oleh Allah, ​bukan hanya satu, tetapi seribu​...

_Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup,

mari kita membangun taman-taman bunga kita,  bunga kebaikan dan bunga  kejujuran.

Selamat Pagi dan Selamat Beraktifitas, semoga sukses....

GENERASI EMAS

GOLDEN GENERATION....

Anda Yang Lahir Angkatan Tahun 1930-80an ( yg Usianya skrg 40 an - 80 an Tahun)

Sekedar Anda tahu...

Kita yg Lahir di Tahun 1930-s/d-80an, adalah Generasi yg layak Disebut Generasi Paling Beruntung..! karena kitalah Generasi yg mengalami Loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di Abad ini, dgn Kondisi Usia Prima..!.

Sebagian Kita pernah menikmati "Lampu Petromax dan Lampu Minyak, sekaligus menikmati Lampu Bohlam, TL, hingga LED".

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah  Menikmati Riuhnya suara Mesin Ketik".Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari Laptop kita.

Kitalah Generasi terakhir yg Merekam Lagu dari Radio dgn Tape Recorder kita (kadang pitanya mbulet). Sekaligus kita juga menikmati Mudahnya Men-Download Lagu dari Gadget.

Kitalah Generasi dgn masa kecil Bertubuh Lebih Sehat dari Anak Masa Kini, karena Lompat Tali, Loncat Tinggi, Petak Umpet, Gobak Sodor, Main Kelereng, Main Karetan, Sumpit2an, Galasin dan Layangan adalah Permainan yg Tiap Hari Akrab dgn kita , Sekaligus saat ini Mata dan Jari kita Tetap Lincah memainkan berbagai Game di Gadget..!

Di Masa Remaja.., Kitalah Generasi Terakhir yg Pernah mempunyai Kelompok/Geng yg Tanpa Janji, Tanpa Telpon/SMS tapi Selalu Bisa Kumpul Bersama menikmati Malam Minggu sampai pagi. Karena Kita adalah Generasi yg Berjanji Cukup dgn Hati..!. Kalau Dulu kita harus bertemu untuk Tertawa Terbahak bahak Bersama..!.,

Kini Kitapun Tetap bisa Ber "'Wkwkwkwk.." Di Grup Facebook WhatsApp

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah "Menikmati Lancarnya jalan Raya tanpa Macet Dimana-mana..!". Juga Bersepeda Jengki atau Onthel / Motor sambil Menikmati Segarnya Udara /Angin di Jalan Raya Tanpa Helm di Kepala.  Belum ada wajib helm.!.

Kitalah Generasi terakhir yg pernah Menikmati Jalan Kaki Berkilo Meter tanpa perlu berpikir ada Penculik Rampok  yg Membayangi kita....

Kitalah Generasi terakhir yg Pernah Merasakan nikmatnya Nonton TV (cuman hitam putih layarnya) dgn "Senang Hati tanpa Diganggu Remote untuk Pindah2 Chanel" sana sini rame rame....

Kita adalah Generasi yang selalu Berdebar debar menunggu Hasil Cuci-Cetak Foto, seperti apa hasil jepretan kita..!. Selalu Menghargai dan Ber-Hati2 dalam Mengambil  Foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek. Saat itu Hasil dengan Muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas..!. Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto itu...,Tanpa ada Editan Camera 360 Photoshop atau Beauty Face. Kita Betul2 Generasi yg Menerima Apa Adanya..!.

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah begitu "Mengharapkan datangnya Pak Pos" menyampaikan Surat dari Sahabat dan Kekasih Hati...

Kita Mungkin Bukan Generasi Terbaik...., Tapi Kita Adalah Generasi yg "LIMITED EDITION".Kita Adalah Generasi yg Patuh & Takut kepada OrTu (Meskipun kadang sembunyi2 Nakal & Melawan) tapi Kita juga Generasi yg Mau Mendengar & Komunikatif terhadap Anak dan Cucu..!

Itulah Kita.... Selalu Bersyukur atas Nikmat yg Telah Kita Terima...!

Anda Di Generasi itu...?

Bagikan ini...
Betapa Indahnya Waktu itu...!

SEBUAH BOTOL

Sebuah BOTOL
Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah; KARAKTER yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"

Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun...

"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"

Ingat! Umur itu seperti es batu.
dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan._

"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."*

Jumat, 05 Januari 2018

MEMBAWA SEGELAS AIR BERKELILING MASJID


Ada seorang anak yang setiap hari rajin shalat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya,  "Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"_

"Lho kenapa?, sahut sang ayah.

"Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".

Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".

"Apa itu?".

"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".

Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?",

"Sudah".

"Apakah ada yang tumpah?"

"Tidak".

"Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".

"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.

"Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?"  tanya sang ayah lagi.

"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".

Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".

Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Mohon maaf kalo sdh pernah dpt sharing yg sama

Selasa, 02 Januari 2018

CUCIAN TETANGGA

Renungan :

Sepasang suami istri muda menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi sambil sarapan, si istri menatap keluar melalui jendela kaca dan melihat tetangganya sedang menjemur baju.

Lalu si Istri berkata kepada suaminya : "lihat Pa.. Cuciannya kelihatan kurang bersih ya, Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar, Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus".

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur baju, selalu saja si istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci bajunya.

Seminggu berlalu..
dipagi yang sama si istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat bersih cemerlang.

Lalu si istri berkata kepada suaminya : "Lihat Pa.. sepertinya dia telah belajar bagaimana cara mencuci dengan benar, pagi ini baju cuciannya telah bersih, mungkin dia melihat hasil cucianku yang bersih".

Lalu si suami berkata :
"Ma.. Papa bangun lebih pagi hari ini untuk membersihkan jendela kaca kita".

si isteri terkejut dan sangat malu mendengar jawaban suaminya,
dia malu telah mencerca tetangganya selama ini tidak bersih mencuci baju padahal kaca jendelanya yang kotor.

dan begitulah kehidupan..
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran kita.

Lewat jendela mana kita memandangnya,
jika kaca jendela yang kita pakai kotor sudah pasti apa yang kita lihat didepan akan kotor juga.

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih, maka bersih pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.
Itulah sebabnya orang tua kita selalu berpesan : "jaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan".

Yaahh.. Selayaknya kita menjaga itu, sebab seburuk apapun baju yang kita  pakai tidak akan melukai orang lain, tapi lidah dan sudut pandang yang kotor dapat melukai bahkan menghancurkan orang lain.

Lalu.. Apakah kaca jendela kita sudah bersih hari ini ?

Semoga illustrasi ini bermanfaat. Terlebih kadang kita menganggap diri kita selalu benar dan lupa buat introspeksi

Senin, 01 Januari 2018

RENUNGAN DIAWAL TAHUN

Agama adalah Akhlak.
Agama adalah Perilaku.
Agama adalah Sikap.
Agama pasti mengajarkan CINTA & KASIH SAYANG

Bila kita cuma puasa, sholat, baca Al-Quran, pergi pengajian, datang ke masjid, ke majlis dzikir, itu BELUM benar2 disebut orang beragama.

Tapi bila saat bersamaan, kita menjaga dan membangun, hubungan sesama dengan baik
memberi manfaat kepada orang lain menyantuni fakir miskin,  memberi makan anak2 terlantar, dll.

Maka itulah sebaik-baik manusia beragama dan menjalankan perintah agama, seperti sabda Nabi : "Khoirun nash anfa'uhum lin-nash" ~ "se-baik² manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain..."

Ukuran beragama seseorang bukan hanya dari keshalehan pribadinya, tapi juga dari "KESHALEHAN SOSIALNYA...."

Dalam sebuah hadist dikisahkan, suatu ketika Nabi SAW mendengar berita tentang seorang yang rajin sholat dimalam hari & puasa di siang hari, tetapi LIDAHNYA MENYAKITI HATI ORANG LAIN...

‘’IA DI NERAKA !’’ sahut Nabi.

Dalam hadist lain juga diceritakan, seorang sahabat yang memuji keshalehan orang lain di depan Nabi.

Nabi bertanya: "Mengapa ia kau sebut orang shaleh?"

Sahabat itu menjawab: *"Karena, tiap saya masuk masjid dia sudah sholat dgn khusyuk & tiap saya sudah pulang, dia masih khusyuk berdoa."

"Lalu siapa yang memberinya makan & minum?’’ tanya Nabi lagi.

"Kakaknya," sahut sahabat tersebut.

Lalu kata Nabi:
"Kakaknya itulah yg layak disebut orang shaleh".

Nabi mengajarkan keutamaan ibadah sosial, kemanfaatan diri buat manusia lain, yang memang sebenarnya setiap diri adalah "Kholifatullah fil ardli" ~ "Wakil Allah di Bumi.."                                                  

Maka orang beragama ialah ORANG YANG PUNYA SOLIDARITAS & KEPRIHATINAN KEPADA MANUSIA LAIN....

Orang beragama dan beriman...,
Bukan sekedar orang2 yang meratakan dahinya dan ik'tikaf masjid saja,  sementara beberapa meter darinya ada orang yang butuh pertolongan / uluran tangan tidak dipedulikan.

🌾Sabda Nabi : "Kasihilah makhluk yang dibumi, maka engkau akan dikasihi yang "di langit" !
(HR.Thabrani)

KERETA KENCANA JADI BAJAI

Puisi akhir tahun
by Iramawati Oemar

KALEIDOSKOP 2017
•••••••

Ada kereta kencana tanpa raja.
Ada raja tanpa wibawa.
Karena hanya singgasana saja yang dia punya.
Singgasana tanpa kuasa.
Kuasa ada di tangan patih serba bisa.
Menjalankan titah penyandang dana.

Ada wibawa di lisan ulama.
Yang diikuti karena keteguhan imannya.
Tak pernah terbeli harga dirinya.
Meski ditekan dan dinista.
Dengan berbagai fitnah dan dusta.
Namun ummat tetap percaya.

Ada pejuang anti rasuah yang dianiaya.
Secangkir air keras menyiram matanya.
Sebelah mata pun menjadi buta.
Hampir sembilan bulan lamanya,
Pelakunya tak juga jadi tersangka.

Ada pakar IT dibacok di pagi buta.
Hampir melayang nyawa dari raganya.
Sang pembacok diajak makan bersama.
Tangan hanya diikat borgol plastik sekenanya.
Sekarang entah kemana mereka semua.
Tak terdengar lagi kabar berita.
Tersangka tak pernah duduk di kursi terdakwa.
Mungkin kini mereka tertawa-tawa.

Ada yang katanya dipenjara.
Tak pernah keluarga menjenguknya.
Tak ada tahanan yang pernah melihatnya.
Semua yang mengaku menjenguk tak pernah ada fotonya.
Mungkin dia punya sel istimewa.
Yang tak terlihat kasat mata.

Ada dua tiga ulama,
Selalu dihalangi ceramahnya.
Para muallaf Pancasila,
Yang merasa kelompoknya paling ber-bhinneka,
Berteriak toleransi sambil bawa senjata.
Tafsir Pancasila ada di tangan mereka.
Ritual nya hanya cium bendera,
Sambil berteriak "Saya Pancasila!"
"Saya Indonesia!"
Padahal saudaranya tertimpa bencana,
Mereka tak hendak hadir kesana.
Medan berat jadi kendala.
Teriakan "Saya Indonesia" cukup lewat media sosial saja.

*** *** ***

WELKAM TAHUN POLITIK 2018

Semula saya kira,
Kereta kencana menjelma jadi bajay sederhana,
Baru akan terjadi di tahun 2019 nantinya.
Demi slogan "SEDERHANA"
Tapi ternyata saya salah duga.

Tetiba muncullah sandal jepit.
Sederhana berubah wujud dalam sepasang sandal jepit.
Ditengah rakyat yang kian menjerit,
Karena tarip listrik yang terus melangit.
Dan ibu-ibu yang semakin terjepit,
Antri gas elpiji berhimpit-himpit.

2018 tahun politik kawan,
Maka kau jangan heran.
Sebentar lagi akan ada orang bersurban.
Keluar masuk pondok pesantren.
Pada kyai dan ulama dia akan cium tangan.
Seolah lupa telah berapa banyak pengajian dibubarkan,
Sudah berapa ulama dikriminalkan,
Namun tak ada suara tanda keprihatinan.

Kita akan masuk tahun politik, kawan.
Kalau ada yang kembali berjilbab, kamu jangan heran.
Penduduk Muslim memang menggiurkan.
Suara mereka sayang untuk diabaikan.
Lumayan banyak untuk meraih kemenangan.

2018 tahun politik, sahabat.
Pengaruhnya akan sangat dahsyat.
Tiba-tiba akan ramai foto para pejabat,
Yang sedang khusyuk sholat,
Sementara kameramannya sibuk jeprat-jepret.

Meski hanya 3-4 gelintir jamaahnya.
Walaupun tak rapat shafnya.
Yang penting terlihat ibadahnya.
Meski mungkin kesehariannya,
Sholat Subuh mereka alpa,
Tak berjamaah di masjid dekat rumahnya.
Meski sesungguhnya itu yang utama.
Allah perintahkan kepada hambaNya,
Laki-laki yang dihatinya ada taqwa.
Meski tak ada crew yang meliputnya.
Cukuplah malaikat yang mencatatnya.

Ini tahun politik, kawan!
Tak peduli kau makan di restoran dengan bill belasan juta,
Yang penting kau ajak juru warta,
Ketika kau minum kopi di warung kaki lima.
Tak jadi masalah kau sewa yacht harga berjuta-juta.
Yang penting sandal jepitmu belasan ribu saja.
Sudah siap para penulis handal yang luar biasa
Mereka akan giring pikiranmu ke kaki saja.
Ya, cukup sampai di kaki saja.
Tak usah naik hingga ke hati dan isi kepala.

Selamat datang tahun politik.
Mungkin akan makin penuh intrik.
Ustad gadungan akan makin dilirik.

Yang mempersetankan hadist Nabi akan jadi panutan.
Yang berani menantang firman Tuhan akan jadi jagoan.
Ustadz yang istiqomah akan makin disisihkan.
Ceramahnya akan terus dihadang berbagai alasan.
Yang menyuarakan kebenaran mungkin akan dipenjarakan.
Tapi percayalah kawan,
Kebenaran akan mencari jalan,
Mungkin hanya bisa sedikit diredam,
Atau diupayakan untuk dibungkam,
Dengan cara dikriminalikan.
Tapi semangatnya tak akan pernah padam.

Karena kebenaran akan mencari jalannya sendiri.
Sesuai kehendak Illahi Robbi.
Maka istiqomahlah meski engkau sendiri.
Lihatlah ulama kita dipersekusi.
Tapi mereka tak surut nyali.
Marilah kita saling kuatkan diri.
Dalam jalan panjang yang penuh onak duri.
Yakinlah, tak ada perjuangan yang tak berarti.