Senin, 03 April 2017

UBAN


Dalam studinya Ismael Galvan telah menemukan bahwa orang yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat.

Uban muncul karena berkurangnya kadar melanin yang merupakan faktor utama yang menentukan warna kulit dan rambut seseorang. Kebanyakan melanin akan membuat kulit dan rambut tubuh menjadi gelap. Jika melanin berkurang, ini pertanda bahwa tubuh sehat dan kulit menjadi normal.

Ismael Galvan menambahkan, mencabut uban berbahaya bagi kepala karena akan merusak kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala.

Dengan mencabut uban akibatnya jumlah rambut akan menipis lalu uban akan terlihat lebih banyak meskipun jumlahnya sama.

Selain itu, kerusakan folikel akan berdampak pada kesehatan selaput kepala.

“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban mengindikasikan kondisi yang baik,” ungkap Ismael Galvan.

Sudah dilarang sejak 1400 tahun silam.

Jika sains modern baru menemukan sekitar tiga tahun lalu terkait bahaya mencabut uban, maka Agama Islam telah melarang umatnya sejak 1400 tahun lalu agar tidak mencabut rambut putih ini.

Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah memerintahkan agar tidak mencabut uban dengan alasan keimanan.
Namun ternyata, tidak melulu soal iman, Allah memiliki alasan medis tersendiri terhadap larangan ini.

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan ;

“Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”

Selain itu, Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. ;
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,”

(HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Penelitian yang umumnya dilakukan oleh non muslim kerap kali menjadi penguat terhadap kebenaran Islam.

Pengetahuan ini didapatkan Nabi Muhammad pada saat zaman masih sangat jauh dari sains dan teknologi. Dimana perintah dan larangan yang Ia berikan, hanya dilakukan oleh umatnya sebagai bentuk ketaatan atas keimanan kepada Allah SWT.

Namun ternyata, perintah dan larangannya memang mengandung pengetahuan yang tidak dibayangkan sebelumnya.

Subhanallah....
Jgn di cabut ya yg punya uban

INSPIRASI HIDUP

Assalammu'alaikum....

Sahabatku ...
🌻Janganlah sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu.. Dan  kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian..

🌻Biasakanlah untuk mengucapkan empat kata kepada siapapun dengan santun : terima kasih, maaf, tolong dan permisi.

🌻Jika kamu benar, maka kamu tidak perlu marah.

🌻Jika kamu salah, maka kamu wajib minta maaf.

🌻Kesabaran dengan keluarga adalah kasih.

🌻Kesabaran dengan orang lain adalah hormat.

🌻Kesabaran dengan diri sendiri adalah keyakinan.

🌻Kesabaran dengan Allah adalah Iman.

🌻Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa air mata.

🌻Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa ketakutan.

🌻Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa keceriaan.

🌻Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik.

🌻Setiap masalah yang timbul bisa menghancurkan atau menguatkanmu.

🌻Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi *Pecundang atau Pemenang.*

🌻Carilah hati yang indah dan bukan wajah yang cantik.

🌻Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah."
Semua atas kehendak Allah SWT.

Wassalammu'alaikum

MEMUTUS SIKLUS ANAK NAKAL

Memutus siklus anak nakal ?

Saat minum bareng teman yg juga  seorang motivator,  di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya. "Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas ?"

Teman bernama Dodik itu mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran. "Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadis :

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orang tuanya, hal ini akan membuat Allah ridho juga. Tapi setiap anak nakal pasti membuat orang tuanya murka dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya. Waaah pak dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik karya  kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc. Ia menulis,  bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orang tuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2). Siklus Anak Baik ( siklus 1)

Anak Baik -> orang tua ridho -> Allah ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik

Siklus anak nakal (siklus 2)

Anak nakal -> orang tua murka -> Allah murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus anak nakal ? Ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANG TUANYA.

Anak nakal -> ORANG TUA RIDHO->Allah ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? Iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bagaimana caranya kita sebagai orang tua/guru bisa ridho ketika anak kita nakalv?

Ini kuncinya :

Bila kalian memaafkannya, menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Caranya orang tua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab :

Jika kalian melihat anakmu/anak didikmu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.

"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tahu.

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.

Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiikum..

Minggu, 02 April 2017

INGIN ANAK ANDA DISIPLIN SHOLAT 5 WAKTU

Ingin Anak Disiplin Shalat 5 Waktu, Ini Tipsnya

Semua orangtua mendambakan anak – anaknya disiplin menjalankan sholat, karena pendidikan anak akan dimintakan pertanggungjawaban oleh Allat Ta’ala, juga agar setelah meninggal ia mendapatkan aliran pahala dari amal shaleh yang dikerjakan anaknya. Tetapi realita di depan kita banyak sekali yang sudah besar bahkan berat sekali mealkukan sholat.

Tips berikut bisa dicoba:

1- Prinsip Penting

Pertama, bahwa mendidik anak untuk sholat harus dimulai sejak dini, tetapi bagi yang baru sadar maka tidak ada kata terlambat, mulai sekarang juga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyuruh kita mengajari anak sholat usia 7 tahun. Tetapi bukan berarti sebelum atau sesudah usia itu terlarang, yang penting saat baligh dia sudah melakukan, karena catatan amal ditulis sejak usia baligh.

Prinsip kedua, bahwa hakekat medidik shalat adalah mengenalkan dan membiasakan anak agar melakukan shalat dalam waktu lama (disertai pemahaman yang tepat tentangnya) sehingga jiwa anak terbiasa dan merasa nyaman dengannya, serta jiwanya akan gelisah jika belum melakukannya.

2- Mulai Dengan Keteladanan

Anak tumbuh dari meniru apa yang dilihat, maka jangan sia siakan. Saat sang ibu sholat maka biarkan ia di dekatnya dan menyaksikannya, saat sudah mulai bisa meniru maka ajaklah ia di sampingnya dan lama kelamaan pasti akan menirukan gerakannya. Saat kondisi memungkinkan (bisa diarahkan untuk tidak ribut) maka ajaklah shalat berjamaah ke masjid bersama ayahnya. Karena ini pembiasaan maka kalau sedang tidak mau jangan dipaksa, karena akan membuatnya tidak suka. Kondisikan kedekatan dan kasih sayang terjaga sehingga anak anak nyaman dan percayalah bahwa tahapan ini akan menjadi sebab terbesar anak-anak ringan menjalankan sholat nantinya.

3- Disemangati

Pemberian reward atau penghargaan termasuk bagian dari menyemangati. Penyemangat bisa berupa sesuatu yang ia sukai baik mainan maupun makanan (yang bermanfaat dan sehat) tetapi bisa juga yang bersifat non fisik seperti pujian tulus, perhatian yang lebih, dan lain sebagainya. Reward ini sifatnya kondisional dan sementara untuk mempertahankan anak pada saat membiasakan hingga ia menikmati.

4- Difahamkan

Sambil jalan anak-anak diberi pemahaman dan keilmuan tentang shalat sesuai tingkatan umurnya. Bahwa shalat adalah kebutuhan jiwa, banyak sekali manfaatnya, jalan masuk surga, bukti kecintaan dan ketundukan kepada Sang Pencipta kita dan pencipta jagat raya seluruhnya, hingga pada akhirnya dikenalkan bahwa shalat sebagai salah satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Sambil juga dikenalkan kepadanya dasar Tauhid, dimulai dari yang dasar; tentang kecintaan kepada Allah Ta’ala, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, Islam, akherat, dan sebagainya. Dari sini anak-anak mulai memiliki pemahaman yang lebih utuh tentang shalat dan urgensinya, disamping ia sudah mulai membiasakannya.

5- Lingkungan Dan Klarifikasi

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menegaskan pentingnya shahabat karib yang baik, dan dalam masalah shalat pun sama. Anak-anak kita sedikit banyak akan terpengaruh oleh lingkungan dan kawan-kawannya, sehingga separoh dari tugas besar ini adalah menjaga dan meminimalisir anak-anak kita dari pergaulan dengan anak-anak yang tidak sholat karena mereka akan menularkan prinsipnya yang negatif.

Tidak kalah penting adalah kita memberikan klarifikasi dan penjelasan jika ada (dan pasti ada) orang yang tidak sholat dan diketahui anak kita. Karen jika tidak ada penjelasan maka anak akan confuse mengapa saya sholat sementara ada kawan lain atau bahkan orang sudah besar kok tidak sholat. Bisa kita jelaskan bahwa mereka itu harusnya sholat tetapi karena ayah ibunya dulu tidak mengajari sehingga dia tidak tahu dan tidak mampu melaksanakannya, ia harus bersyukur (Abi-Umi nya) mengajarkannya serta mengajak mendoakan hidayah bagi orang yang dilihatnya tidak sholat itu. Begitu pula saat sang ibu atau kakak perempuannya datang bulan perlu dijelaskan agar semua clear dan jiwanya faham serta merasa mantap tanpa syubhat sedikitpun.

6- Komunikasi, Kedekatan dan Kasih Sayang

Semua proses dan tips diatas akan relatif berjalan baik –ba’dallah- tergantung kualitas komunikasi, kedekatan dan kasih sayang kita kepada anak-anak. Maka setiap orangtua harus terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas komunikasi, kedekatan dan kasih sayang kepada anak-anaknya.

7- Doa

Seluruh urusan ada dalam kekuasaan Allah Ta’ala, DIA lah yang memberi kemudahan, keberkahan dan hidayah. Maka termasuk penyempurna ikhtiar kita adalah mendoakan anak-anak agar menjadi anak yang shaleh dan taat kepada Allah Ta’ala, diringankan untuk shalat dan diberi kesitiqomahan hingga akhir hayatnya. Pilihlah waktu-waktu mustajab seperti di sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqomah, saat berbuka puasa, dan lainnya. Doa orang tua adalah termasuk doa yang kans nya sangat besar untuk diijabah oleh Allah Ta’ala.

Ketujuh tips diatas menggambarkan keseimbangan ihktiar fisik dan ihktiar non fisik (psikologis bahkan doa), dan kegagalan banyak orang sering diakibatkan karena hanya mengandalkan satu ikhtiar saja melalaikan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala merahmati anak-anak kita dan seluruh anak-anak kaum muslimin dan menjadikan mereka semua ahli sholat dan menjadi jariyah pahala yang pahalanya terus mengalir hingga setelah kematian kita orangtuanya.

BILA SAYA SUDAH TUA

Kalau anak² sudah berkeluarga & meninggalkan kita, giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri...

1. Bila Kita Tua...
Luangkan waktu bersama pasangan 🎎 kita karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu & yg masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yg indah...

2. Bila Kita Tua...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan²lah ⛱ ke beberapa tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA...

3. Bila Kita Tua...
Jangan susahkan diri memikirkan anak² secara berlebihan. Mereka akan mampu berusaha sendiri. Cuma tentukan hutang Kita lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka Tidak menanggung beban yg anda tinggalkan!

4. Bila Kita Tua...
Luangkan waktu bersama rekan² lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu...

5. Bila Kita Tua...
Terimalah penyakit apa adanya karena semua sama, kaya atau miskin akan melalui proses yg sama, yaitu: lahir bayi, kanak², dewasa, tua, sakit & mati ⚰

Nasihat Bijak...
"Cari Kawan yg seperti Cermin, kita Gembira dia Gembira, kita Sedih dia ikut Sedih. Jangan cari Kawan yg seperti Duit Logam: *Depan Lain Belakang Lain

PETUAH KOPI

Kyai : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

Santri : Baik, kyai.

Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya  beserta sendok kecil.

Kyai : Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

Santri : rasanya sangat pahit sekali kyai

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : sangat manis sekali, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.

Kyai : Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.

Santri : Ya kyai, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih  atas pelajaran ini, kyai.

Kyai : Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.

Kyai : Bagaimana rasanya?

Santri : rasanya nikmat, kyai...

Kyai : Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan yang memerlukan.

Santri : Terima kasih atas petuahnya, kyai.

Selamat ngopi
☕☕☕

TUHAN DAN ARWAH

Seorang manusia meninggal...

Ketika ia menyadarinya, ia melihat Tuhan mendekati dirinya dg sambil memegang sebuah koper di tangan-Nya.

Berikut dialog antara TUHAN & arwah manusia tersebut:

Tuhan : "Mari kita pergi."

Arwah : "Begitu cepat ? Tapi saya masih memiliki banyak rencana."

Tuhanv: "Maaf, waktumu sudah habis, saatnya untuk pergi."

Arwah : "Apakah isi koper yg Engkau pegang itu ?"

Tuhan : "Benda kamu."

Arwah :  "Benda saya ? Maksudnya barang - barang saya ? Spt baju saya, uang saya, perhiasan saya ?"

Tuhan : "Bukan, barang itu tak pernah menjadi milikmu. Itu milik Dunia."

Arwah : "Apakah itu ingatan & kenangan saya?"

Tuhanv: "Bukan, itu milik Waktu."

Arwah : "Apakah itu bakat & kesuksesan saya ?"

Tuhan : "Bukan juga, itu milik Anugerah."

Arwah : "Apakah itu istri & anak2 saya ?"

Tuhan : "Tidak juga, itu milik hatimu."

Arwah : "Kalau begitu, itu pasti tubuh saya."

Tuhan : "Tidak, bukan. Tubuhmu milik debu tanah."

Arwah : "Jika demikian isinya tentu jiwa saya."

Tuhan : "Kamu salah besar nak, sebab jiwamu itu milik-KU."

Tuhan lalu menyerahkan koper tsb ke sang Arwah. Dengan kebingungan & dengan ketakutan sang Arwah membuka koper tsb.

Dan ternyata isinya KOSONG !

Dengan hati kecewa & airmata berlinang sang Arwah bertanya pd Tuhan, "Maksud Tuhan, saya tak pernah memiliki apapun ?!"

Tuhan menjawab: "Iya, benar. Sesungguhnya kamu itu tak pernah memiliki apapun."

Arwah: "Lalu, apa yg menjadi milikku, Tuhan ?!"

Tuhan: "WAKTU-mu. Saat - saat di waktu kamu HIDUP.  Itulah milikmu !"

Sahabatku semua,
Hidup adalah waktu

Hargai waktu yg ada tersisa,
Jalani hidup dengan penuh rasa syukur & kebahagiaan.

Berhentilah bersungut-sungut dan mengomel.

Nikmatilah setiap saat - saat yang dilalui bersama pasangan dan anak - anakmu, dan bahagiakan mereka selagi kamu masih punya waktu.

Jangan simpan kebencian, dendam, kepahitan ; Tetaplah menjadi baik sampai akhir hidup...