Senin, 08 Januari 2018

MELIHAT PESAN ALAM



Kalau ingin memelihara kupu-kupu,
Jangan tangkap kupu-kupunya , pasti ia akan terbang. Tetapi tanamlah bunga​.  Maka kupu-kupu
akan datang sendiri
dan membentangkan sayap-sayapnya, yang indah,bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang,
tetapi kawanan yang lain juga datang,
lebah,.....
capung....
dan lainnya,
juga akan datang
menambah warna warni dari keindahan​

Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini...

​Ketika kita ingin​
Kebahagiaan dan Keberuntungan Tanam saja kebaikan demi kebaikan,  kejujuran demi kejujuran,

Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan dilimpahkan oleh Allah, ​bukan hanya satu, tetapi seribu​...

_Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup,

mari kita membangun taman-taman bunga kita,  bunga kebaikan dan bunga  kejujuran.

Selamat Pagi dan Selamat Beraktifitas, semoga sukses....

GENERASI EMAS

GOLDEN GENERATION....

Anda Yang Lahir Angkatan Tahun 1930-80an ( yg Usianya skrg 40 an - 80 an Tahun)

Sekedar Anda tahu...

Kita yg Lahir di Tahun 1930-s/d-80an, adalah Generasi yg layak Disebut Generasi Paling Beruntung..! karena kitalah Generasi yg mengalami Loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di Abad ini, dgn Kondisi Usia Prima..!.

Sebagian Kita pernah menikmati "Lampu Petromax dan Lampu Minyak, sekaligus menikmati Lampu Bohlam, TL, hingga LED".

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah  Menikmati Riuhnya suara Mesin Ketik".Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari Laptop kita.

Kitalah Generasi terakhir yg Merekam Lagu dari Radio dgn Tape Recorder kita (kadang pitanya mbulet). Sekaligus kita juga menikmati Mudahnya Men-Download Lagu dari Gadget.

Kitalah Generasi dgn masa kecil Bertubuh Lebih Sehat dari Anak Masa Kini, karena Lompat Tali, Loncat Tinggi, Petak Umpet, Gobak Sodor, Main Kelereng, Main Karetan, Sumpit2an, Galasin dan Layangan adalah Permainan yg Tiap Hari Akrab dgn kita , Sekaligus saat ini Mata dan Jari kita Tetap Lincah memainkan berbagai Game di Gadget..!

Di Masa Remaja.., Kitalah Generasi Terakhir yg Pernah mempunyai Kelompok/Geng yg Tanpa Janji, Tanpa Telpon/SMS tapi Selalu Bisa Kumpul Bersama menikmati Malam Minggu sampai pagi. Karena Kita adalah Generasi yg Berjanji Cukup dgn Hati..!. Kalau Dulu kita harus bertemu untuk Tertawa Terbahak bahak Bersama..!.,

Kini Kitapun Tetap bisa Ber "'Wkwkwkwk.." Di Grup Facebook WhatsApp

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah "Menikmati Lancarnya jalan Raya tanpa Macet Dimana-mana..!". Juga Bersepeda Jengki atau Onthel / Motor sambil Menikmati Segarnya Udara /Angin di Jalan Raya Tanpa Helm di Kepala.  Belum ada wajib helm.!.

Kitalah Generasi terakhir yg pernah Menikmati Jalan Kaki Berkilo Meter tanpa perlu berpikir ada Penculik Rampok  yg Membayangi kita....

Kitalah Generasi terakhir yg Pernah Merasakan nikmatnya Nonton TV (cuman hitam putih layarnya) dgn "Senang Hati tanpa Diganggu Remote untuk Pindah2 Chanel" sana sini rame rame....

Kita adalah Generasi yang selalu Berdebar debar menunggu Hasil Cuci-Cetak Foto, seperti apa hasil jepretan kita..!. Selalu Menghargai dan Ber-Hati2 dalam Mengambil  Foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek. Saat itu Hasil dengan Muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas..!. Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto itu...,Tanpa ada Editan Camera 360 Photoshop atau Beauty Face. Kita Betul2 Generasi yg Menerima Apa Adanya..!.

Kitalah Generasi Terakhir yg pernah begitu "Mengharapkan datangnya Pak Pos" menyampaikan Surat dari Sahabat dan Kekasih Hati...

Kita Mungkin Bukan Generasi Terbaik...., Tapi Kita Adalah Generasi yg "LIMITED EDITION".Kita Adalah Generasi yg Patuh & Takut kepada OrTu (Meskipun kadang sembunyi2 Nakal & Melawan) tapi Kita juga Generasi yg Mau Mendengar & Komunikatif terhadap Anak dan Cucu..!

Itulah Kita.... Selalu Bersyukur atas Nikmat yg Telah Kita Terima...!

Anda Di Generasi itu...?

Bagikan ini...
Betapa Indahnya Waktu itu...!

SEBUAH BOTOL

Sebuah BOTOL
Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...
Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan...
Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...
Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!.
Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah; KARAKTER yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"

Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun...

"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"

Ingat! Umur itu seperti es batu.
dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan._

"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."*

Jumat, 05 Januari 2018

MEMBAWA SEGELAS AIR BERKELILING MASJID


Ada seorang anak yang setiap hari rajin shalat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya,  "Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"_

"Lho kenapa?, sahut sang ayah.

"Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".

Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".

"Apa itu?".

"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".

Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?",

"Sudah".

"Apakah ada yang tumpah?"

"Tidak".

"Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".

"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.

"Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?"  tanya sang ayah lagi.

"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".

Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".

Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Mohon maaf kalo sdh pernah dpt sharing yg sama

Selasa, 02 Januari 2018

CUCIAN TETANGGA

Renungan :

Sepasang suami istri muda menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi sambil sarapan, si istri menatap keluar melalui jendela kaca dan melihat tetangganya sedang menjemur baju.

Lalu si Istri berkata kepada suaminya : "lihat Pa.. Cuciannya kelihatan kurang bersih ya, Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar, Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus".

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur baju, selalu saja si istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci bajunya.

Seminggu berlalu..
dipagi yang sama si istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat bersih cemerlang.

Lalu si istri berkata kepada suaminya : "Lihat Pa.. sepertinya dia telah belajar bagaimana cara mencuci dengan benar, pagi ini baju cuciannya telah bersih, mungkin dia melihat hasil cucianku yang bersih".

Lalu si suami berkata :
"Ma.. Papa bangun lebih pagi hari ini untuk membersihkan jendela kaca kita".

si isteri terkejut dan sangat malu mendengar jawaban suaminya,
dia malu telah mencerca tetangganya selama ini tidak bersih mencuci baju padahal kaca jendelanya yang kotor.

dan begitulah kehidupan..
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran kita.

Lewat jendela mana kita memandangnya,
jika kaca jendela yang kita pakai kotor sudah pasti apa yang kita lihat didepan akan kotor juga.

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih, maka bersih pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.
Itulah sebabnya orang tua kita selalu berpesan : "jaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan".

Yaahh.. Selayaknya kita menjaga itu, sebab seburuk apapun baju yang kita  pakai tidak akan melukai orang lain, tapi lidah dan sudut pandang yang kotor dapat melukai bahkan menghancurkan orang lain.

Lalu.. Apakah kaca jendela kita sudah bersih hari ini ?

Semoga illustrasi ini bermanfaat. Terlebih kadang kita menganggap diri kita selalu benar dan lupa buat introspeksi

Senin, 01 Januari 2018

RENUNGAN DIAWAL TAHUN

Agama adalah Akhlak.
Agama adalah Perilaku.
Agama adalah Sikap.
Agama pasti mengajarkan CINTA & KASIH SAYANG

Bila kita cuma puasa, sholat, baca Al-Quran, pergi pengajian, datang ke masjid, ke majlis dzikir, itu BELUM benar2 disebut orang beragama.

Tapi bila saat bersamaan, kita menjaga dan membangun, hubungan sesama dengan baik
memberi manfaat kepada orang lain menyantuni fakir miskin,  memberi makan anak2 terlantar, dll.

Maka itulah sebaik-baik manusia beragama dan menjalankan perintah agama, seperti sabda Nabi : "Khoirun nash anfa'uhum lin-nash" ~ "se-baik² manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain..."

Ukuran beragama seseorang bukan hanya dari keshalehan pribadinya, tapi juga dari "KESHALEHAN SOSIALNYA...."

Dalam sebuah hadist dikisahkan, suatu ketika Nabi SAW mendengar berita tentang seorang yang rajin sholat dimalam hari & puasa di siang hari, tetapi LIDAHNYA MENYAKITI HATI ORANG LAIN...

‘’IA DI NERAKA !’’ sahut Nabi.

Dalam hadist lain juga diceritakan, seorang sahabat yang memuji keshalehan orang lain di depan Nabi.

Nabi bertanya: "Mengapa ia kau sebut orang shaleh?"

Sahabat itu menjawab: *"Karena, tiap saya masuk masjid dia sudah sholat dgn khusyuk & tiap saya sudah pulang, dia masih khusyuk berdoa."

"Lalu siapa yang memberinya makan & minum?’’ tanya Nabi lagi.

"Kakaknya," sahut sahabat tersebut.

Lalu kata Nabi:
"Kakaknya itulah yg layak disebut orang shaleh".

Nabi mengajarkan keutamaan ibadah sosial, kemanfaatan diri buat manusia lain, yang memang sebenarnya setiap diri adalah "Kholifatullah fil ardli" ~ "Wakil Allah di Bumi.."                                                  

Maka orang beragama ialah ORANG YANG PUNYA SOLIDARITAS & KEPRIHATINAN KEPADA MANUSIA LAIN....

Orang beragama dan beriman...,
Bukan sekedar orang2 yang meratakan dahinya dan ik'tikaf masjid saja,  sementara beberapa meter darinya ada orang yang butuh pertolongan / uluran tangan tidak dipedulikan.

🌾Sabda Nabi : "Kasihilah makhluk yang dibumi, maka engkau akan dikasihi yang "di langit" !
(HR.Thabrani)

KERETA KENCANA JADI BAJAI

Puisi akhir tahun
by Iramawati Oemar

KALEIDOSKOP 2017
•••••••

Ada kereta kencana tanpa raja.
Ada raja tanpa wibawa.
Karena hanya singgasana saja yang dia punya.
Singgasana tanpa kuasa.
Kuasa ada di tangan patih serba bisa.
Menjalankan titah penyandang dana.

Ada wibawa di lisan ulama.
Yang diikuti karena keteguhan imannya.
Tak pernah terbeli harga dirinya.
Meski ditekan dan dinista.
Dengan berbagai fitnah dan dusta.
Namun ummat tetap percaya.

Ada pejuang anti rasuah yang dianiaya.
Secangkir air keras menyiram matanya.
Sebelah mata pun menjadi buta.
Hampir sembilan bulan lamanya,
Pelakunya tak juga jadi tersangka.

Ada pakar IT dibacok di pagi buta.
Hampir melayang nyawa dari raganya.
Sang pembacok diajak makan bersama.
Tangan hanya diikat borgol plastik sekenanya.
Sekarang entah kemana mereka semua.
Tak terdengar lagi kabar berita.
Tersangka tak pernah duduk di kursi terdakwa.
Mungkin kini mereka tertawa-tawa.

Ada yang katanya dipenjara.
Tak pernah keluarga menjenguknya.
Tak ada tahanan yang pernah melihatnya.
Semua yang mengaku menjenguk tak pernah ada fotonya.
Mungkin dia punya sel istimewa.
Yang tak terlihat kasat mata.

Ada dua tiga ulama,
Selalu dihalangi ceramahnya.
Para muallaf Pancasila,
Yang merasa kelompoknya paling ber-bhinneka,
Berteriak toleransi sambil bawa senjata.
Tafsir Pancasila ada di tangan mereka.
Ritual nya hanya cium bendera,
Sambil berteriak "Saya Pancasila!"
"Saya Indonesia!"
Padahal saudaranya tertimpa bencana,
Mereka tak hendak hadir kesana.
Medan berat jadi kendala.
Teriakan "Saya Indonesia" cukup lewat media sosial saja.

*** *** ***

WELKAM TAHUN POLITIK 2018

Semula saya kira,
Kereta kencana menjelma jadi bajay sederhana,
Baru akan terjadi di tahun 2019 nantinya.
Demi slogan "SEDERHANA"
Tapi ternyata saya salah duga.

Tetiba muncullah sandal jepit.
Sederhana berubah wujud dalam sepasang sandal jepit.
Ditengah rakyat yang kian menjerit,
Karena tarip listrik yang terus melangit.
Dan ibu-ibu yang semakin terjepit,
Antri gas elpiji berhimpit-himpit.

2018 tahun politik kawan,
Maka kau jangan heran.
Sebentar lagi akan ada orang bersurban.
Keluar masuk pondok pesantren.
Pada kyai dan ulama dia akan cium tangan.
Seolah lupa telah berapa banyak pengajian dibubarkan,
Sudah berapa ulama dikriminalkan,
Namun tak ada suara tanda keprihatinan.

Kita akan masuk tahun politik, kawan.
Kalau ada yang kembali berjilbab, kamu jangan heran.
Penduduk Muslim memang menggiurkan.
Suara mereka sayang untuk diabaikan.
Lumayan banyak untuk meraih kemenangan.

2018 tahun politik, sahabat.
Pengaruhnya akan sangat dahsyat.
Tiba-tiba akan ramai foto para pejabat,
Yang sedang khusyuk sholat,
Sementara kameramannya sibuk jeprat-jepret.

Meski hanya 3-4 gelintir jamaahnya.
Walaupun tak rapat shafnya.
Yang penting terlihat ibadahnya.
Meski mungkin kesehariannya,
Sholat Subuh mereka alpa,
Tak berjamaah di masjid dekat rumahnya.
Meski sesungguhnya itu yang utama.
Allah perintahkan kepada hambaNya,
Laki-laki yang dihatinya ada taqwa.
Meski tak ada crew yang meliputnya.
Cukuplah malaikat yang mencatatnya.

Ini tahun politik, kawan!
Tak peduli kau makan di restoran dengan bill belasan juta,
Yang penting kau ajak juru warta,
Ketika kau minum kopi di warung kaki lima.
Tak jadi masalah kau sewa yacht harga berjuta-juta.
Yang penting sandal jepitmu belasan ribu saja.
Sudah siap para penulis handal yang luar biasa
Mereka akan giring pikiranmu ke kaki saja.
Ya, cukup sampai di kaki saja.
Tak usah naik hingga ke hati dan isi kepala.

Selamat datang tahun politik.
Mungkin akan makin penuh intrik.
Ustad gadungan akan makin dilirik.

Yang mempersetankan hadist Nabi akan jadi panutan.
Yang berani menantang firman Tuhan akan jadi jagoan.
Ustadz yang istiqomah akan makin disisihkan.
Ceramahnya akan terus dihadang berbagai alasan.
Yang menyuarakan kebenaran mungkin akan dipenjarakan.
Tapi percayalah kawan,
Kebenaran akan mencari jalan,
Mungkin hanya bisa sedikit diredam,
Atau diupayakan untuk dibungkam,
Dengan cara dikriminalikan.
Tapi semangatnya tak akan pernah padam.

Karena kebenaran akan mencari jalannya sendiri.
Sesuai kehendak Illahi Robbi.
Maka istiqomahlah meski engkau sendiri.
Lihatlah ulama kita dipersekusi.
Tapi mereka tak surut nyali.
Marilah kita saling kuatkan diri.
Dalam jalan panjang yang penuh onak duri.
Yakinlah, tak ada perjuangan yang tak berarti.