Senin, 24 April 2017

KISAH SECANGKIR KOPI


Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.

Setelah saling menyapa dan berbasa-basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.

Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.

Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik.

Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh.. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.

Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.

Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,

“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?

_Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress_.

Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya. Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah.
Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!

Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.

Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.

Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi. Karena itu ku nasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.

Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.

Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.

Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.

Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,

” ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻓِﻲ ﺳِﺮْﺑِﻪِ، ﻣُﻌَﺎﻓًﻰ ﻓِﻲ ﺟَﺴَﺪِﻩِ، ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻣِﻪِ؛ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺣِﻴﺰَﺕْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ”

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya”. (HR. Tirmidzi)

Seorang bijak berpetuah, “Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!

Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.

Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiriii..copas dr sebelah

MENGENANG PERJALANAN PANJANG ROSULULLAH

Libur Nasional kali ini istimewa
Libur hari Senin ini ditunggu pegawai, guru dan siswa, tak ketinggalan dosen, mahasiswa bahkan pengusaha.
Tetapi, mengapa libur ini terasa hampa, seperti tanpa makna.

Padahal, libur ini adalah dalam rangka mengenang perjalanan Rasulullaah
Perjalanan istimewa yang dihadiahkan Allah.

Perjalanan yang sarat nilai iman, ilmu dan hikmah.

Tak seyogyanya kita mengabaikannya tanpa rasa bersalah.

Mengenang perjalanan istimewa Rasulullaah dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa lalu Sidratul Muntaha dalam satu malam.

Tak terbayangkan di masa itu sehingga beliau banyak dikecam. Hanya orang² beriman yang bisa menerima dan paham.

Mari menelaah peristiwa Isra' Mi'raj dengan iman
Rasulullah shalat bersama para rasul sebagai imam
Kemudian ke Sidratul Muntaha di mana surga dan neraka diperlihatkan
Serta shalat wajib lima waktu diperintahkan.

Perjalanan darat yang dulu tak terbayangkan,
Di masa sekarang menjadi kenyataan
Namun perjalanan ghaib ke Sidratul Muntaha secara iptek manusia masih dipertentangkan
Sebagai orang beriman, *"semua itu benar"* yang kita katakan

Padahal di satu sisi kita kerjakan
Shalat wajib lima waktu yang diperintahkan
Tak perlu kita meragukan
Melainkan segera istighfar & membenarkan.

Perjalanan istimewa membawa sebuah pelajaran penting.
Apalagi buat para ilmuwan yang idenya tak pernah kering.
Perjalanan ghaib Rasulullaah jangan dipikir sampai pening
Cukuplah engkau mengimani, niscaya cahaya iman terpancar bening.

Saatnya kita dirikan shalat wajib lima waktu dengan taat, Karena di situlah semua muslimin mendapat manfaat
Di dunia dan di akhirat.
Maka perjalanan istimewa itu terbumikan bersama genggaman iman yang erat.

Rabbighfir warham wa anta khairur-raahimiin

Minggu, 23 April 2017

MENTAL MISKIN

Inspirasi Hidup 😁

"Orang bermental miskin adalah orang yang paling susah dilayani".

Diberi suatu peluang dengan gratis mereka pikir jebakan.

Ditawarkan investasi kecil mereka bilang hasilnya ga banyak.

Diajak investasi besar ga ada duit katanya.

Diajak melakukan hal-hal baru merasa gak ada pengalaman.

Diajak jalanin bisnis tradisional katanya berat persaingannya.

Diajak menjalankan model bisnis baru katanya MLM.

Diajak buka toko mengeluh gak bebas.

Diajak bisnis apa aja bilang gak punya keahlian.

Mereka punya kesamaan:
Nanya google, dengerin teman yg sama - sama  hopeless.

Mereka berpikir lebih banyak dari pada professor, namun bertindak lebih sedikit dari pada orang buta.

Tanyakan apa yg dapat mereka lakukan untuk hidup mereka, pastinya mereka gak bisa menjawab.

*Orang bermental miskin gagal karena satu kesamaan sikap : "SEPANJANG HIDUP MEREKA HANYA MENUNGGU"*

Lebih baik gagal dalam melakukan sesuatu.
Daripada gagal karena tidak melakukan apa-apa dalam hidup.

Salam sukses ... !!!

Echo Motive & Culture ^_^

Kamis, 20 April 2017

KARTINI 2017

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;

"Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

"Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca".

"Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya".

"Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?"

RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.

"Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya".

"Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab ini teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya".

Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, menceritakan pertemuan RA. Kartini dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat dan menuliskan kisah tsb sbb:

Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Alquran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

"Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban".

"Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan".

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; "Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disun dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah SWT.

RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.

RA Kartini lantas meminta romo gurunya itu agar Al-Qur'an diterjemahkan. Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Mbah Shaleh Darat menentang larangan ini. Karena permintaan Kartini itu, dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf Arab pegon sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.

Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.

Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”

Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).

Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.

Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.

Dalam surat-suratnya kepada sahabat Belanda-nya, JH Abendanon, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Sayangnya, istilah “Dari Gelap Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda “Door Duisternis Tot Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan Armijn Pane dengan kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Mr. Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini menjadikan kata-kata tersebut sebagai judul dari kumpulan surat Kartini. Tentu saja ia tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut sebenarnya dipetik dari Al-Qur’an. Kata “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“ dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan) ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran).
"Selamat Hari Kartini"
⁠⁠⁠

MONYET DAN ANGIN


Monyet dan Angin

Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.

Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.

Angin Topan, Tornado dan Bahorok.

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.

Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik, katanya.

Angin Bahorok senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

Angin TOPAN duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…

Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.

Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Nggak lama, datang angin SEPOI-SEPOI..

Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…

Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia terus lepas lah pegangannya

Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

PESAN MORAL :

Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…

Dicoba dengan PENDERITAAN…

Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…

Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...

Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi.

Jangan sampai kita terlena…terbuai..

Tetap
”Rendah hati”,
“Mawas diri”,
“Sederhana”,
Karena bukan KRITIKAN yang membuat anda "JATUH" tapi *sanjungan & pujian. Slmt beraktivitas.

Selasa, 18 April 2017

BUBUR AYAM DAN TAI AYAM

Kemaren di  kampus  teman nanya ke saya ,

Temen : besok nyoblos tadz ?
Saya : insya Allah, KTP saya DKI

Temen : saya juga,... besok nyoblos no berapa tadz ?
Saya : ya no 3 lah, masa saya pilih orang kafir

Temen : Kalo saya sih bukan pilih ahok nya, tapi pilih djarot ...., Engak apa apa kan ya tadz, ... Djarot kan muslim juga ...

Saya : Kalo ente di sediain satu piring, isinya setengah bubur ayam, setengah lagi tai ayam, ente masih mao makan tuh bubur?

Temen : ya engak lah tadz ...
Saya : kenapa ? Kan yang ente makan bubur ayamnya

Temen : ya karena satu paket sih ya tadz ...
Saya : Nah ... Tuh ente ngerti 😁

Hikmah : Analogi kadang bisa lebih di mengerti, gugah akalnya insya Allah bersinar imannya,,coblos no 3,, Allohu akbar!!

Senin, 17 April 2017

OBROLAN IBLIS DENGAN RASULULLAH

Obrolan antara Rasulullah & Iblis

Rasulullah bertanya : 
"Apa yg kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak Sholat ?"

Iblis menjawab :
"Aku merasa Panas dingin dan Gementar"

Rasulullah : “Kenapa ?”

Iblis :
"Sebab setiap seorang hamba berSujud 1X kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 Derajat”

Rasulullah :
“Jika seorang umatku berpuasa ?”

Iblis :
“Tubuhku terasa terikat hingga dia berbuka”

Rasulullah :  “Jika ia berhaji ?”

Iblis :
“Aku seperti orang Gila”

Rasulullah :
“Jika ia membaca Al-Quran ?”

Iblis :
“Aku merasa meleleh laksana air timah di atas Api"

Rasulullah :
“Jika ia bersedekah ?”

Iblis :
“Itu sama saja org tersebut membelah tubuhku dgn gergaji”

Rasulullah :
“Mengapa bisa begitu ?“

Iblis:
”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu :

1. Keberkahan dlm hartanya,
2. Hidupnya disukai,
3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dgn api neraka,
4. Terhindar dari segala macam musibah akan terjauh darinya,

Rasulullah :
“Apa yg dapat mematahkan pinggangmu ?"

Iblis :
“Suara kuda perang di jalan Allah”

Rasulullah :
“Apa yg dapat melelehkan tubuhmu ?”

Iblis :
“Taubat org yg bertaubat”

Rasulullah :
Apa yg dpt membakar hatimu?”

Iblis :
“Istighfar di waktu siang & malam”

Rasulullah :
“Apa yg dpt mencoreng wajahmu ?”

Iblis :
“Sedekah yang diam-diam”

Rasulullah :
“Apa yg dpt menusuk matamu ?”

Iblis :
“Sholat fajar”

Rasulullah :
“Apa yg dpt memukul kepalamu ?”

Iblis :
“Sholat berjamaah”

Rasulullah :
“Apa yg paling mengganggumu ?”

Iblis :
“Majlis para ulama”

Rasulullah :
“Bagaimana cara makanmu ?”

Iblis :
“Dengan Tangan kiri dan jariku”

Rasulullah :
“Dimanakah kau menaungi anak2mu di musim panas ?”

Iblis :
“Dibawah kuku Manusia”

Rasulullah :
“Siapa temanmu wahai iblis ?”

Iblis :
“Pezina”

Rasulullah :
“Siapa teman tidurmu ?”

Iblis :
“Pemabuk”

Rasulullah :
“Siapa tamumu ?”

Iblis :
“Pencuri”

Rasulullah :
“Siapa utusanmu ?”

Iblis :
“Tukang Sihir (Dukun)”

Rasulullah :
“Apa yg membuatmu Gembira ?”

Iblis :
“Bersumpah untuk cerai”

Rasulullah :
“Siapa kekasihmu ?”

Iblis :
“Org yg meninggalkan Sholat Jumat”

Rasulullah :
“Siapa Manusia yg paling
membahagiakanmu ?"

Iblis :
“Org yg meninggalkan sholat dengan sengaja"

Sebarkan biar 1 dunia tahu apa kelemahan Iblis

..Sharing is caring   
Ingat : Nabi berpesan Sebarkan walau sepotong ayat

Semoga bermanfaat