Senin, 05 Juni 2017

CATATAN HATI

CATATAN HATI KECILKU

Jika semua yang kita kehendaki  terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar

Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar

Seorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang taat pada jalanNya bukan berarti tidak ada kekurangan

Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena hanya Dialah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang terbaik

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan dan pengampunan

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan dan keteguhan

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan

Ketika kamu harus membayar harga yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurah-hatian

Tetap semangat….
Tetap sabar....
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang kuliah di universitas kehidupan

Allah menempatkanmu di posisi yang sekarang, bukan karena kebetulan, tetapi karena rencanaNya

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan bahkan air mata

Semoga Bermanfaat..
,
SELAMAT PAGI ....
TERUS BERKARYA ...
SELALU SEMANGAT
😊😊👍

Minggu, 04 Juni 2017

HIDUP SEPERTI UAP

                               
Hidup itu seperti *UAP*,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji *MILIKKU*,
aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?
*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
_kusebut itu_ *MUSIBAH,*
_kusebut itu_ *UJIAN*,
_kusebut itu_ *PETAKA*,
_kusebut itu apa saja ..._
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*....

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan
*KEBUTUHAN DUNIAWI*,
_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,
_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,
_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,
_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,

_Dan kutolak_ *SAKIT*,
_Kutolak *KEMISKINAN*,_
Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.

Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*, 
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra   Dagang_ ku
dan bukan sebagai *Kekasih!*

Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

Padahal setiap hari kuucapkan,
*_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya *ALLAH* ...

Sebab aku yakin....
*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
*KEHENDAKMU*  adalah yang ter *BAIK* bagiku ..

Ketika aku ingin hidup *KAYA*,
aku lupa,
bahwa *HIDUP* itu sendiri
adalah sebuah *KEKAYAAN*.

Ketika aku berat utk *MEMBERI*,
aku lupa,
bahwa *SEMUA* yang aku miliki
juga adalah *PEMBERIAN*.

Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*,
....aku lupa,
bahwa dalam *KELEMAHAN*,
Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.

Ketika aku takut *Rugi*,
Aku lupa,
bahwa *HIDUPKU* adalah
sebuah *KEBERUNTUNGAN*,
kerana *AnugerahNYA.*

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepada *NYA*

Bukan karena hari ini *INDAH* kita *BAHAGIA*.
Tetapi karena kita *BAHAGIA*,
maka hari ini menjadi *INDAH*.

Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*.
Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.

Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*.
Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!
semuanya menjadi *MUDAH*.

Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*.
Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,

Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK*
yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi *LENTERA*
yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka *BERDOALAH* untuk
kebaikan...
Mari kita tebar virus kebaikan.

Sabtu, 03 Juni 2017

CARA ALLAH MENYAYANGI KITA

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.

Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu, sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu,

Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa.

Hidup itu ...
Butuh masalah supaya kita punya kekuatan.
Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.
Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati.
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.
Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,

Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta,
Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri

Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap.

Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.

Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, Sungguh mengajari hati BERBAIK SANGKA itu Indah.

Kamis, 01 Juni 2017

SEJARAH KETUPAT

SEJARAH KETUPAT

Adalah Sunan Kalijaga dalam syi'arnya yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat.
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus.

Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari :

NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.

Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.
NGAKU LEPAT.

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

LAKU PAPAT.
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.

LEBAR-AN
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.

LUBER-AN
Meluber atau melimpah,
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

LEBUR-AN
Sudah habis dan lebur.
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap kita dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

LABUR-AN
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air
maupun pemutih dinding.

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT - LEPET
KUPAT

Kenapa mesti dibungkus JANUR ?
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ).

Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.

Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti KUPAT YANG DIBELAH, pasti isinya putih bersih,
hati yang tanpa iri dan dengki.

Kenapa?
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja'a nur).

LEPET
Lepet = silep kang rapet.
TUTUP YANG RAPAT.

Jadi setelah ngaku lepat/salah dan meminta maaf, kita juga harus menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diusik/d ungkap lagi, atau jgn d ulang lagi agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET

Semoga bermanfaat,

Selasa, 30 Mei 2017

ANTARA BENAR DAN MERASA BENAR

ANTARA BENAR DAN MERASA BENAR

📖 Bagus sekali utk dibaca & direnungkan.

Menjadi Benar itu penting, namun Merasa Benar itu tidak baik.

Kearifan akan membuat seorang menjadi Benar, tetapi Bukan Merasa Benar.

Perbedaan Orang Benar & Orang Yg Merasa Benar :

1⃣ Orang Benar, tidak Akan Berpikiran bahwa ia adalah yang Paling Benar.

2⃣ Sebaliknya orang yg Merasa Benar, di dlm pikirannya hanya dirinyalah yg paling  Benar.

3⃣ Orang Benar,  bisa Menyadari KeSalahannya.

4⃣ Sedangkan Orang Yg Merasa Benar, merasa tidak perlu utk Mengaku Salah.

5⃣ Orang Benar, setiap saat akan introspeksi diri & Bersikap Rendah Hati.

6⃣ Tetapi Orang Yg Merasa Benar, merasa Tidak Perlu Introspeksi,  Karena merasa Paling Benar, mereka cenderung Tinggi Hati.

7⃣ Orang Benar Memiliki Kelembutan Hati. Ia dpt Menerima Masukan & Kritikan dari siapa saja, Sekalipun itu dari anak kecil.

8⃣ Orang Yg Merasa Benar, Hatinya Keras Ia Sulit untuk  menerima  Nasihat & Masukan:apalagi Kritikan.

9⃣ Orang Benar akan selalu Menjaga Perkataan & Perilakunya, serta berucap Penuh Kehati-Hatian.

🔟 Orang Yg Merasa Benar : Berpikir, Berkata & Berbuat Sekehendak Hatinya, tanpa Pertimbangan atau Mempedulikan Perasaan Orang Lain

1⃣1⃣ Pada akhirnya, Orang Benar akan DiHormati, DiCintai & DiSegani oleh hampir semua orang

1⃣2⃣ Sedangkan Orang yg Merasa Benar Sendiri hanya akan diSanjung oleh mereka yg berpikiran sempit & yg sepemikiran dgnnya, atau mereka yg hanya 'sekedar ingin Memanfaatkan' Dirinya.

1⃣3⃣ Mari terus memperbaiki diri untuk bisa Menjadi Benar, agar Tidak Selalu Merasa Benar.

1⃣4⃣ Bila kita sudah termasuk tipe Orang Benar, tetaplah dlm Kebenaran & selalu Rendah Hati.

Wallahu a'lam bish shawab...
Semoga menginspirasi kita semua & Semoga ada manfaat.

APA YANG DIKHAWATIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI

"Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau berkata, _'Semoga penyakitmu ini menjadi penawar dosamu’._

Orang itu menjawab, _'Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang menimpa orangtua yang sudah peot, yang bisa menyeretnya ke lubang kubur’._

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw berkata, _‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’._ (HR. Ibnu Majah)

Sungguh indah apa yang dikatakan Rasulullah saw. Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini :

_"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"_
(HR. at-Tirmidzi)

_"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."_
(HR. Ahmad)

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal

Jika kita berpikiran sakit, kita pun menjadi sakit.

*You are what you think* Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Selalu berfikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak, dan kehidupan.

_Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan. Tugas kita hanya 2, yaitu : *Berdoa dan Berusaha optimal*, selanjutnya serahkan kepada ALLAH SWT._

Nabi SAW bersabda :
_"Ketika seorang hamba berkata *Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah*, maka ALLAH berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu"."_
(HR. Ahmad).

Semoga Bermanfaat
     🍃🍃🌸🍃🍃

Senin, 29 Mei 2017

TERLENA By Prof. HAMKA

Assalammu'alaikum..

Puisi Almarhum Prof Hamka.. "TERLENA"

_Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena_

_Belum sempat berdzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi._

_Niat pukul 9.00 pagi hendak Sholat Dhuha, tiba-tiba adzan Dhuhur sudah terdengar.._

_Teringin setiap pagi membaca 1 juz Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan._

_Rancangan untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan Tahajjud dan Witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan._

_Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berseronok dengan usia?_

_Lalu tiba-tiba menjelmalah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mula memanggil kita dengan panggilan "Tok Wan, Atok...Nek" menandakan kita sudah tua._

_Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah buat...._

_Astaghfirullah, ternyata tidak seberapa sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tidak pernah ada, silaturrohim tidak pernah buat._

_Justeru, apakah roh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat berpisah daripada tubuh ketika Sakaratul Maut?_

_Tambahkan usiaku ya Allah, aku memerlukan waktu untuk beramal sebelum Kau akhiri ajalku._

_Belum cukupkah kita menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun?_

_Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, petang dan malam, perlu berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar kita BERSEDIA untuk mati?_

_Kita tidak pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang-orang yang terlena._

Buya Hamka.
(Pujangga Nusantara)