Selasa, 31 Oktober 2017

DO'A SAUDARA ISLAM

Assalamu'alaikum  
Ya Allah aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Mu                

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada di antara Kami yang sakit...
Mohon angkatlah penyakitnya...
Ya Allah berilah kesembuhan untuknya...
Karena hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan...

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada diantara kami yang bermasalah dengan pekerjaannya atau sedang kesulitan rizki....
Mohon mudahkanlah dan bukalah jalan rizki nya.
Ya Allah...
Karena hanya Engkau Sang Maha Pemberi Rezeki...

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada diantara kami...
Hatinya sedang susah, sedih dan berduka, atau sedang menerima dan menghadapi ujian-Mu...
Mohon Kuatkanlah dia untuk bisa bertahan dan bersabar..
Dan hiburlah dia dengan penuh karunia-Mu..
Karena janji-Mu yang tak pernah Kau ingkari...
Setelah kesusahan ada kemudahan...

Ya Allah...
Jika hari ini....
Ada diantara kami yang sedang ada benih-benih sakit hati dihatinya...
Sombong, Iri hati, dengki dan dusta...
Mohon bersihkan...
dan sucikanlah Ya Allah. 

Ya Allah....
Ampunilah segala kesalahan dan Dosa ke dua orang tua kami baik yang masih ada maupun yang sudah tiada.....
                                                            Ya Allah...
Mohon ampunilah segala dosa dan khilaf kami...
Pun jika sampai hari ini...
Ada diantara kami, yg merasa tersakiti dan terdzolimi....
Kesalahan kami yang disengaja atau pun yang tidak disengaja...
Bukakanlah pintu hatinya...
Agar bisa memaafkan kami...

Ya Allah...
Hanya Engkau yg tahu semua rencana untuk kami.....
Apapun itu, berikanlah yang terbaik utk hari ini dan hari2 selanjutnya....

Jadikanlah hari ini awal yg indah bagi terbukanya pintu rahmat-Mu kepada kami...

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya hingga akhir zaman

Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin....

Jumat, 27 Oktober 2017

IBU - IBU HEBAT

Renungan buat ibu2 hebat disini ( bacanya besok pagi ngga apa2😊)....

Sebuah narasi antara Iblis dan Syetan :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi

jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya

biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya

setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri

sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki,

buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga

jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya,

gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya, dari suaminya

goda lisannya untuk berkata kasar,
Hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura syurga dalam rumah

dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang IBU
....

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu,

Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya syetan,

Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu,

Jangan biarkan syetan mengambil itu,
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu merasa sakit sendiri
jika kau pandai menghargai dirimu,

Ringankan tugasmu bu,
Jangan menekan dirimu terlalu keras,
Sesekali tak masalah rumahmu kotor
tak masalah betapa banyaknya pekerjaan yang belum kau tuntaskan

Jangan terjebak dalam waktumu bu,
sungguh tugas muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas yang kau lakukan setiap harinya

rehatlah,
Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri,

Sekedar menepi, menepilah
beri waktu untuk dirimu sendiri,

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya,
betapa manisnya keceriaan anak-anakmu,
betapa bertanggungjawabnya suamimu,

rasakan pelukannya,
ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya

Kau berharga ibu, jangan pernah lupakan itu.

tapi, saat mendengar masalah orang lain,kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah

jika kita melihat peran ini sebagai beban,maka kita hanya akan sampai pada titik lelah

jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas,kita tidak akan menemukan ruhnya

rewarding your self mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu

jangan biarkan syetan merusak bahagia dengan mengambil rasa SABAR dan SYUKURMU

karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga

semoga pesan ini ada manfaatnya....demi niat yg tulus dn berharga.....Baarakallahu fiikum...

Selamat menjemput surga dalam aktifitas mu Ibu2 Hebat..

Minggu, 08 Oktober 2017

JIN PUN TIDAK BISA BERBUAT APA APA


Seorang  pengusaha sedang memancing di tengah sebuah danau.

Di saat sedang menunggui mata kail pancingnya disambar ikan, ia melihat  sebuah botol terapung.

Diambilnya dan dibukanya penutup botol.

Setelah tutup botol terbuka, keluar asap tebal yang tak lama kemudian menjelma menjadi jin raksasa dan mengambang di depan si pengusaha.

"Terimakasih Tuan. Tuan telah membebaskan saya. Untuk ini Tuan saya beri kesempatan mengajukan tiga permintaan.

Saya akan mengabulkannya," kata Jin,
Seperti dalam kisah-kisah lain yang mirip dengan kisah ini.

Setelah kagetnya reda, si pengusaha lalu berkata:

'"Baiklah Jin, saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di Indonesia"

Pertama saya ingin nilai rupiah menguat lagi menjadi Rp 2.500 per 1 dolar AS.

Kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan.

Ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di Indonesia."

Sang Jin diam.

Keningnya berkerut memperlihatkan dia sedang berpikir keras, sekeras-kerasnya.

Tak lama sang Jin menggeleng-gelengkan kepala.

Jasadnya perlahan-lahan kembali menjadi asap dan masuk lagi ke dalam botol.

Lalu dari dalam botol terdengar suara sang Jin seperti menahan tangis:

Tuan, tolong botolnya ditutup lagi, aku gak mampu, ribet

Si pengusaha sadar ternyata Sedemikian parah dan sulitnya situasi di  Indonesia, sampai Jin pun tak bisa berbuat apa-apa, padahal di Indonesia banyak orang pinternya, atau mrk hanya merasa pinter?!.

Sabtu, 07 Oktober 2017

JIN PUN TIDAK BISA BERBUAT APA APA


Seorang  pengusaha sedang memancing di tengah sebuah danau.

Di saat sedang menunggui mata kail pancingnya disambar ikan, ia melihat  sebuah botol terapung.

Diambilnya dan dibukanya penutup botol.

Setelah tutup botol terbuka, keluar asap tebal yang tak lama kemudian menjelma menjadi jin raksasa dan mengambang di depan si pengusaha.

"Terimakasih Tuan. Tuan telah membebaskan saya. Untuk ini Tuan saya beri kesempatan mengajukan tiga permintaan.

Saya akan mengabulkannya," kata Jin,
Seperti dalam kisah-kisah lain yang mirip dengan kisah ini.

Setelah kagetnya reda, si pengusaha lalu berkata:

'"Baiklah Jin, saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di Indonesia"

Pertama saya ingin nilai rupiah menguat lagi menjadi Rp 2.500 per 1 dolar AS.

Kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan.

Ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di Indonesia."

Sang Jin diam.

Keningnya berkerut memperlihatkan dia sedang berpikir keras, sekeras-kerasnya.

Tak lama sang Jin menggeleng-gelengkan kepala.

Jasadnya perlahan-lahan kembali menjadi asap dan masuk lagi ke dalam botol.

Lalu dari dalam botol terdengar suara sang Jin seperti menahan tangis:

Tuan, tolong botolnya ditutup lagi, aku gak mampu, ribet

Si pengusaha sadar ternyata Sedemikian parah dan sulitnya situasi di  Indonesia, sampai Jin pun tak bisa berbuat apa-apa, padahal di Indonesia banyak orang pinternya, atau mrk hanya merasa pinter?!.

Sabtu, 23 September 2017

MANUSIA

Seorang yg bijak sewaktu ditanya
"Apakah yang Paling Membingungkan" di Dunia ini ?

Beliau menjawab : "Manusia",

Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya"hanya "Demi uang", Lalu dia "Mengorbankan Uang"nya demi Kesehatan".

Lalu dia "Sangat Khawatir" dengan "Masa Depannya".

Sampai’ dia "Tidak Menikmati Masa Kini";
Akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini";

Dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati", lalu dia "Mati" tanpa "Benar2
Menikmati" apa itu "Hidup"....

Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati.....
Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok..

Ketika lahir dua tangan kita kosong.....
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong...

Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa²......

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan..
Jangan minder karena miskin...

Kaya belum tentu mulia...
Miskin belum tentu hina...

Kaya belum tentu bahagia...
Miskin belum tentu menderita....

Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman..

Tetaplah RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita.....

Tetaplah PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita.

Karena kita hadir tidak membawa apa2 dan kembali juga tidak membawa apa2...
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.

Datang kita menangis....
Pergi juga ditemani oleh Tangis.....

Maka dari itu tetaplah BERSYUKUR dalam segala keadaan apa pun....

Hiduplah disaat yg benar-benar ADA dan NYATA untuk kita, yaitu SAAT INI...
bukan dari bayang2 masa lalu maupun mencemaskan masa mendatang yg belum lagi tiba..

“Pemenang kehidupan” adalah orang :

Yang TETAP SEJUK di tempat yang panas...

Yang TETAP MANIS di tempat yang sangat pahit....

Yang TETAP RENDAH HATI meskipun telah menjadi besar....

Yang TETAP TENANG di tengah badai yang paling hebat...

HIDUP lah dengan BAHAGIA karena Anda berHAK BAHAGIA...

Selasa, 12 September 2017

ISTIGHFAR

Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Dimasa akhir hidupnya beliau bercerita;

Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.

Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya; "Kamu mau ngapain  disini, syaikh?."

----------- Penjelasan -------------

Kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan:
1⃣bisa untuk orang tua, 2⃣orang kaya ataupun 3⃣orang yg berilmu.
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena marbot taunya sebagai orang tua.
---------------------------------

Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab,  "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata marbot, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."

Imam Ahmad bercerita,
"Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."

Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?" Kata marbot.
"Mau tidur, saya musafir" kata imam Ahmad.

Lalu marbot berkata;
"Di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh." Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita,  "saya didorong-dorong sampai jalanan."

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.

Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."

Kata imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau imam Ahmad ngajak bicara, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil (terus-menerus) melafalkan ISTIGHFAR. "Astaghfirullah"_

Saat memberi garam, _astaghfirullah_, memecah telur_astaghfirullah_ ,  mencampur gandum _astaghfirullah_ . Dia senantiasa mengucapkan _istighfar_.  Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu imam Ahmad bertanya, _"sudah berapa lama kamu lakukan ini?"_

Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatanmu ini?"

Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat/keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. semua yg saya minta ya Allah...., langsung diwujudkan."

Rasulullah
صلى الله عليه وسلم
pernah bersabda;

"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"

Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad."

Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, "Allahu Akbar..!  Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai didorong-dorong oleh marbot masjid - Sampai ke jalanan ternyata karena ISTIGHFARMU."

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg didepannya adalah Imam Ahmad.

Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.

(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)

Minggu, 10 September 2017

DAKWAH

Dakwah itu .....

Jalan dakwah itu susah, tidak semudah tebar pesona di sosial media. Cukup melangkah dan fokus ke depan, karena apa yang terjadi saat ini hanyalah pengulangan sejarah dari para Rasul utusan.

Dakwah itu bukan profesi, tapi apapun profesinya kita tetap harus berdakwah. Sebagaimana persahabatan bukanlah tentang orang yang baik di depanmu, tapi tentang orang yang selalu baik di belakangmu.

Yang namanya orang tak suka, itu ibarat orang yang sariawan; diberikan makanan seenak apapun ia tetap tak suka. Sebab masalahnya bukan pada makananya, tapi pada lidahnya yang sakit. Oleh karenanya, ketika kita sibuk mengoreksi diri sendiri, rasanya tak ada waktu untuk mencari-cari keburukan orang lain.

Ngurusin bekal buat masuk kuburan dan mentarbiyyah anak-anak kita untuk menjadi muwahhid & mujahid ke depan, itu lebih baik daripada harus memenuhi keinginan syaithon yang hanya membawa kepada jurang kenistaan.

Cobaan yang ada, masalah yang menimpa, biar menjadi dinamika yang mewarnai kehidupan. Karena sejatinya, tak ada manusia yang terbebas dari ujian.

Jika sudah melangkah ke depan, jangan lagi liat kiri dan kanan. Karena Allah maha perkasa atas segala sesuatu. Seberapa perkasa mereka dalam menunjukkan “keperkasaannya”, Allah LEBIH PERKASA DAN MAHA PERKASA dari segala sesuatu yang perkasa.

Kadang, kita ingin maksimal menyelesaikan problematika dengan cara dan kemampuan kita. Tapi Allah punya cara sendiri untuk mengatur semuanya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.

Yang terpenting bagi seorang pejuang, adalah MENCARI NAFKAH BUAT ANAK ISTRI DAN MENYEBARKAN AGAMA ILAHI; tanpa harus terjebak dalam lumpur kehinaan sehingga membuat tanggung jawab yang lebih REAL menjadi berantakan?

Melangkah ke depan, tanpa harus tengok kiri dan kanan. Abaikan segala hal tak urgent yang hanya menjadi kepuasaan emosional dan hawa nafsu pihak-pihak berkepentingan. Karena selama nafas dikandung badan, jangan harap bisa lepas dari ucapan dan penilaian orang. Tinggal kembali ke diri kita; akan terus mencari pengakuan manusia atau memperbaiki diri di hadapan sang Pencipta.

Hidup adalah fitnah, ambil pelajaran sebagai bekal bermuhasabah.

Maju ke depan dan habiskan waktu untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pemilik Kehidupan; tanpa harus perdulikan rumput yang bergoyang, atau penjual obat yang sedang berdagang.

Baarakallahfiikum.