Senin, 24 April 2017

KISAH SECANGKIR KOPI


Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.

Setelah saling menyapa dan berbasa-basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.

Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.

Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik.

Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh.. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.

Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.

Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,

“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?

_Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress_.

Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya. Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah.
Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!

Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.

Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.

Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi. Karena itu ku nasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.

Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.

Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.

Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.

Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,

” ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻓِﻲ ﺳِﺮْﺑِﻪِ، ﻣُﻌَﺎﻓًﻰ ﻓِﻲ ﺟَﺴَﺪِﻩِ، ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻣِﻪِ؛ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺣِﻴﺰَﺕْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ”

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya”. (HR. Tirmidzi)

Seorang bijak berpetuah, “Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!

Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.

Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiriii..copas dr sebelah

MENGENANG PERJALANAN PANJANG ROSULULLAH

Libur Nasional kali ini istimewa
Libur hari Senin ini ditunggu pegawai, guru dan siswa, tak ketinggalan dosen, mahasiswa bahkan pengusaha.
Tetapi, mengapa libur ini terasa hampa, seperti tanpa makna.

Padahal, libur ini adalah dalam rangka mengenang perjalanan Rasulullaah
Perjalanan istimewa yang dihadiahkan Allah.

Perjalanan yang sarat nilai iman, ilmu dan hikmah.

Tak seyogyanya kita mengabaikannya tanpa rasa bersalah.

Mengenang perjalanan istimewa Rasulullaah dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa lalu Sidratul Muntaha dalam satu malam.

Tak terbayangkan di masa itu sehingga beliau banyak dikecam. Hanya orang² beriman yang bisa menerima dan paham.

Mari menelaah peristiwa Isra' Mi'raj dengan iman
Rasulullah shalat bersama para rasul sebagai imam
Kemudian ke Sidratul Muntaha di mana surga dan neraka diperlihatkan
Serta shalat wajib lima waktu diperintahkan.

Perjalanan darat yang dulu tak terbayangkan,
Di masa sekarang menjadi kenyataan
Namun perjalanan ghaib ke Sidratul Muntaha secara iptek manusia masih dipertentangkan
Sebagai orang beriman, *"semua itu benar"* yang kita katakan

Padahal di satu sisi kita kerjakan
Shalat wajib lima waktu yang diperintahkan
Tak perlu kita meragukan
Melainkan segera istighfar & membenarkan.

Perjalanan istimewa membawa sebuah pelajaran penting.
Apalagi buat para ilmuwan yang idenya tak pernah kering.
Perjalanan ghaib Rasulullaah jangan dipikir sampai pening
Cukuplah engkau mengimani, niscaya cahaya iman terpancar bening.

Saatnya kita dirikan shalat wajib lima waktu dengan taat, Karena di situlah semua muslimin mendapat manfaat
Di dunia dan di akhirat.
Maka perjalanan istimewa itu terbumikan bersama genggaman iman yang erat.

Rabbighfir warham wa anta khairur-raahimiin

Minggu, 23 April 2017

MENTAL MISKIN

Inspirasi Hidup 😁

"Orang bermental miskin adalah orang yang paling susah dilayani".

Diberi suatu peluang dengan gratis mereka pikir jebakan.

Ditawarkan investasi kecil mereka bilang hasilnya ga banyak.

Diajak investasi besar ga ada duit katanya.

Diajak melakukan hal-hal baru merasa gak ada pengalaman.

Diajak jalanin bisnis tradisional katanya berat persaingannya.

Diajak menjalankan model bisnis baru katanya MLM.

Diajak buka toko mengeluh gak bebas.

Diajak bisnis apa aja bilang gak punya keahlian.

Mereka punya kesamaan:
Nanya google, dengerin teman yg sama - sama  hopeless.

Mereka berpikir lebih banyak dari pada professor, namun bertindak lebih sedikit dari pada orang buta.

Tanyakan apa yg dapat mereka lakukan untuk hidup mereka, pastinya mereka gak bisa menjawab.

*Orang bermental miskin gagal karena satu kesamaan sikap : "SEPANJANG HIDUP MEREKA HANYA MENUNGGU"*

Lebih baik gagal dalam melakukan sesuatu.
Daripada gagal karena tidak melakukan apa-apa dalam hidup.

Salam sukses ... !!!

Echo Motive & Culture ^_^

Kamis, 20 April 2017

KARTINI 2017

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;

"Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

"Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca".

"Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya".

"Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?"

RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.

"Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya".

"Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab ini teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya".

Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, menceritakan pertemuan RA. Kartini dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat dan menuliskan kisah tsb sbb:

Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Alquran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

"Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban".

"Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan".

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; "Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disun dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah SWT.

RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.

RA Kartini lantas meminta romo gurunya itu agar Al-Qur'an diterjemahkan. Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Mbah Shaleh Darat menentang larangan ini. Karena permintaan Kartini itu, dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf Arab pegon sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.

Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.

Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”

Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).

Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.

Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.

Dalam surat-suratnya kepada sahabat Belanda-nya, JH Abendanon, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Sayangnya, istilah “Dari Gelap Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda “Door Duisternis Tot Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan Armijn Pane dengan kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Mr. Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini menjadikan kata-kata tersebut sebagai judul dari kumpulan surat Kartini. Tentu saja ia tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut sebenarnya dipetik dari Al-Qur’an. Kata “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“ dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan) ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran).
"Selamat Hari Kartini"
⁠⁠⁠

MONYET DAN ANGIN


Monyet dan Angin

Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.

Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.

Angin Topan, Tornado dan Bahorok.

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.

Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik, katanya.

Angin Bahorok senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

Angin TOPAN duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…

Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.

Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Nggak lama, datang angin SEPOI-SEPOI..

Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…

Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia terus lepas lah pegangannya

Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

PESAN MORAL :

Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…

Dicoba dengan PENDERITAAN…

Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…

Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...

Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi.

Jangan sampai kita terlena…terbuai..

Tetap
”Rendah hati”,
“Mawas diri”,
“Sederhana”,
Karena bukan KRITIKAN yang membuat anda "JATUH" tapi *sanjungan & pujian. Slmt beraktivitas.

Selasa, 18 April 2017

BUBUR AYAM DAN TAI AYAM

Kemaren di  kampus  teman nanya ke saya ,

Temen : besok nyoblos tadz ?
Saya : insya Allah, KTP saya DKI

Temen : saya juga,... besok nyoblos no berapa tadz ?
Saya : ya no 3 lah, masa saya pilih orang kafir

Temen : Kalo saya sih bukan pilih ahok nya, tapi pilih djarot ...., Engak apa apa kan ya tadz, ... Djarot kan muslim juga ...

Saya : Kalo ente di sediain satu piring, isinya setengah bubur ayam, setengah lagi tai ayam, ente masih mao makan tuh bubur?

Temen : ya engak lah tadz ...
Saya : kenapa ? Kan yang ente makan bubur ayamnya

Temen : ya karena satu paket sih ya tadz ...
Saya : Nah ... Tuh ente ngerti 😁

Hikmah : Analogi kadang bisa lebih di mengerti, gugah akalnya insya Allah bersinar imannya,,coblos no 3,, Allohu akbar!!

Senin, 17 April 2017

OBROLAN IBLIS DENGAN RASULULLAH

Obrolan antara Rasulullah & Iblis

Rasulullah bertanya : 
"Apa yg kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak Sholat ?"

Iblis menjawab :
"Aku merasa Panas dingin dan Gementar"

Rasulullah : “Kenapa ?”

Iblis :
"Sebab setiap seorang hamba berSujud 1X kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 Derajat”

Rasulullah :
“Jika seorang umatku berpuasa ?”

Iblis :
“Tubuhku terasa terikat hingga dia berbuka”

Rasulullah :  “Jika ia berhaji ?”

Iblis :
“Aku seperti orang Gila”

Rasulullah :
“Jika ia membaca Al-Quran ?”

Iblis :
“Aku merasa meleleh laksana air timah di atas Api"

Rasulullah :
“Jika ia bersedekah ?”

Iblis :
“Itu sama saja org tersebut membelah tubuhku dgn gergaji”

Rasulullah :
“Mengapa bisa begitu ?“

Iblis:
”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu :

1. Keberkahan dlm hartanya,
2. Hidupnya disukai,
3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dgn api neraka,
4. Terhindar dari segala macam musibah akan terjauh darinya,

Rasulullah :
“Apa yg dapat mematahkan pinggangmu ?"

Iblis :
“Suara kuda perang di jalan Allah”

Rasulullah :
“Apa yg dapat melelehkan tubuhmu ?”

Iblis :
“Taubat org yg bertaubat”

Rasulullah :
Apa yg dpt membakar hatimu?”

Iblis :
“Istighfar di waktu siang & malam”

Rasulullah :
“Apa yg dpt mencoreng wajahmu ?”

Iblis :
“Sedekah yang diam-diam”

Rasulullah :
“Apa yg dpt menusuk matamu ?”

Iblis :
“Sholat fajar”

Rasulullah :
“Apa yg dpt memukul kepalamu ?”

Iblis :
“Sholat berjamaah”

Rasulullah :
“Apa yg paling mengganggumu ?”

Iblis :
“Majlis para ulama”

Rasulullah :
“Bagaimana cara makanmu ?”

Iblis :
“Dengan Tangan kiri dan jariku”

Rasulullah :
“Dimanakah kau menaungi anak2mu di musim panas ?”

Iblis :
“Dibawah kuku Manusia”

Rasulullah :
“Siapa temanmu wahai iblis ?”

Iblis :
“Pezina”

Rasulullah :
“Siapa teman tidurmu ?”

Iblis :
“Pemabuk”

Rasulullah :
“Siapa tamumu ?”

Iblis :
“Pencuri”

Rasulullah :
“Siapa utusanmu ?”

Iblis :
“Tukang Sihir (Dukun)”

Rasulullah :
“Apa yg membuatmu Gembira ?”

Iblis :
“Bersumpah untuk cerai”

Rasulullah :
“Siapa kekasihmu ?”

Iblis :
“Org yg meninggalkan Sholat Jumat”

Rasulullah :
“Siapa Manusia yg paling
membahagiakanmu ?"

Iblis :
“Org yg meninggalkan sholat dengan sengaja"

Sebarkan biar 1 dunia tahu apa kelemahan Iblis

..Sharing is caring   
Ingat : Nabi berpesan Sebarkan walau sepotong ayat

Semoga bermanfaat

Minggu, 16 April 2017

GAGAL JADI MISKIN

GAGAL JADI MISKIN

"Jika sudah jatahmu, maka rejeki itu akan mengejarmu, sebagaimana kematian"

ABDUL RAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdul Rahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah Saw berkata, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga TERAKHIR karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat r.hum tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur.. Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf.

Sahabat gembira.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab... berharap jatuh miskin!

MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
Usaha baru goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.

Abdul Rahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik..

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahuakbar..Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

"Wahai manusia, di langit ada rezeki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi..yang lebih banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

ALLAH Azza WaJalla lah yang Memberi Rezeki.

Ibroh dari kisah ini sangat special buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah.
Bukan hanya karena usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.

Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.....rizki sdh ditetapkan Allah bg masing2 hambaNya....ketika kita punya hati iri dengki kpd saudara kt yg dikaruniai lebih di atas kita....disitulah ternyata iman kita sangat lemah...kr tdk percaya taqdir Allah...bahkan dr iri dan dengki itu...semua ibadah kita akan musnah dan hanguss...sia sia...sbgmna api membakar kayu bakar...Naudzubillah...smg kita menjdi hamba yg sll ridho dg taqdir Allah... Aamiiin...

Senin, 03 April 2017

UBAN


Dalam studinya Ismael Galvan telah menemukan bahwa orang yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat.

Uban muncul karena berkurangnya kadar melanin yang merupakan faktor utama yang menentukan warna kulit dan rambut seseorang. Kebanyakan melanin akan membuat kulit dan rambut tubuh menjadi gelap. Jika melanin berkurang, ini pertanda bahwa tubuh sehat dan kulit menjadi normal.

Ismael Galvan menambahkan, mencabut uban berbahaya bagi kepala karena akan merusak kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala.

Dengan mencabut uban akibatnya jumlah rambut akan menipis lalu uban akan terlihat lebih banyak meskipun jumlahnya sama.

Selain itu, kerusakan folikel akan berdampak pada kesehatan selaput kepala.

“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban mengindikasikan kondisi yang baik,” ungkap Ismael Galvan.

Sudah dilarang sejak 1400 tahun silam.

Jika sains modern baru menemukan sekitar tiga tahun lalu terkait bahaya mencabut uban, maka Agama Islam telah melarang umatnya sejak 1400 tahun lalu agar tidak mencabut rambut putih ini.

Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah memerintahkan agar tidak mencabut uban dengan alasan keimanan.
Namun ternyata, tidak melulu soal iman, Allah memiliki alasan medis tersendiri terhadap larangan ini.

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan ;

“Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”

Selain itu, Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. ;
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,”

(HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Penelitian yang umumnya dilakukan oleh non muslim kerap kali menjadi penguat terhadap kebenaran Islam.

Pengetahuan ini didapatkan Nabi Muhammad pada saat zaman masih sangat jauh dari sains dan teknologi. Dimana perintah dan larangan yang Ia berikan, hanya dilakukan oleh umatnya sebagai bentuk ketaatan atas keimanan kepada Allah SWT.

Namun ternyata, perintah dan larangannya memang mengandung pengetahuan yang tidak dibayangkan sebelumnya.

Subhanallah....
Jgn di cabut ya yg punya uban

INSPIRASI HIDUP

Assalammu'alaikum....

Sahabatku ...
🌻Janganlah sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu.. Dan  kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian..

🌻Biasakanlah untuk mengucapkan empat kata kepada siapapun dengan santun : terima kasih, maaf, tolong dan permisi.

🌻Jika kamu benar, maka kamu tidak perlu marah.

🌻Jika kamu salah, maka kamu wajib minta maaf.

🌻Kesabaran dengan keluarga adalah kasih.

🌻Kesabaran dengan orang lain adalah hormat.

🌻Kesabaran dengan diri sendiri adalah keyakinan.

🌻Kesabaran dengan Allah adalah Iman.

🌻Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa air mata.

🌻Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa ketakutan.

🌻Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa keceriaan.

🌻Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik.

🌻Setiap masalah yang timbul bisa menghancurkan atau menguatkanmu.

🌻Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi *Pecundang atau Pemenang.*

🌻Carilah hati yang indah dan bukan wajah yang cantik.

🌻Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah."
Semua atas kehendak Allah SWT.

Wassalammu'alaikum

MEMUTUS SIKLUS ANAK NAKAL

Memutus siklus anak nakal ?

Saat minum bareng teman yg juga  seorang motivator,  di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya. "Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas ?"

Teman bernama Dodik itu mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran. "Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadis :

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orang tuanya, hal ini akan membuat Allah ridho juga. Tapi setiap anak nakal pasti membuat orang tuanya murka dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya. Waaah pak dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik karya  kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc. Ia menulis,  bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orang tuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2). Siklus Anak Baik ( siklus 1)

Anak Baik -> orang tua ridho -> Allah ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik

Siklus anak nakal (siklus 2)

Anak nakal -> orang tua murka -> Allah murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus anak nakal ? Ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANG TUANYA.

Anak nakal -> ORANG TUA RIDHO->Allah ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? Iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bagaimana caranya kita sebagai orang tua/guru bisa ridho ketika anak kita nakalv?

Ini kuncinya :

Bila kalian memaafkannya, menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Caranya orang tua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab :

Jika kalian melihat anakmu/anak didikmu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.

"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tahu.

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.

Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiikum..

Minggu, 02 April 2017

INGIN ANAK ANDA DISIPLIN SHOLAT 5 WAKTU

Ingin Anak Disiplin Shalat 5 Waktu, Ini Tipsnya

Semua orangtua mendambakan anak – anaknya disiplin menjalankan sholat, karena pendidikan anak akan dimintakan pertanggungjawaban oleh Allat Ta’ala, juga agar setelah meninggal ia mendapatkan aliran pahala dari amal shaleh yang dikerjakan anaknya. Tetapi realita di depan kita banyak sekali yang sudah besar bahkan berat sekali mealkukan sholat.

Tips berikut bisa dicoba:

1- Prinsip Penting

Pertama, bahwa mendidik anak untuk sholat harus dimulai sejak dini, tetapi bagi yang baru sadar maka tidak ada kata terlambat, mulai sekarang juga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyuruh kita mengajari anak sholat usia 7 tahun. Tetapi bukan berarti sebelum atau sesudah usia itu terlarang, yang penting saat baligh dia sudah melakukan, karena catatan amal ditulis sejak usia baligh.

Prinsip kedua, bahwa hakekat medidik shalat adalah mengenalkan dan membiasakan anak agar melakukan shalat dalam waktu lama (disertai pemahaman yang tepat tentangnya) sehingga jiwa anak terbiasa dan merasa nyaman dengannya, serta jiwanya akan gelisah jika belum melakukannya.

2- Mulai Dengan Keteladanan

Anak tumbuh dari meniru apa yang dilihat, maka jangan sia siakan. Saat sang ibu sholat maka biarkan ia di dekatnya dan menyaksikannya, saat sudah mulai bisa meniru maka ajaklah ia di sampingnya dan lama kelamaan pasti akan menirukan gerakannya. Saat kondisi memungkinkan (bisa diarahkan untuk tidak ribut) maka ajaklah shalat berjamaah ke masjid bersama ayahnya. Karena ini pembiasaan maka kalau sedang tidak mau jangan dipaksa, karena akan membuatnya tidak suka. Kondisikan kedekatan dan kasih sayang terjaga sehingga anak anak nyaman dan percayalah bahwa tahapan ini akan menjadi sebab terbesar anak-anak ringan menjalankan sholat nantinya.

3- Disemangati

Pemberian reward atau penghargaan termasuk bagian dari menyemangati. Penyemangat bisa berupa sesuatu yang ia sukai baik mainan maupun makanan (yang bermanfaat dan sehat) tetapi bisa juga yang bersifat non fisik seperti pujian tulus, perhatian yang lebih, dan lain sebagainya. Reward ini sifatnya kondisional dan sementara untuk mempertahankan anak pada saat membiasakan hingga ia menikmati.

4- Difahamkan

Sambil jalan anak-anak diberi pemahaman dan keilmuan tentang shalat sesuai tingkatan umurnya. Bahwa shalat adalah kebutuhan jiwa, banyak sekali manfaatnya, jalan masuk surga, bukti kecintaan dan ketundukan kepada Sang Pencipta kita dan pencipta jagat raya seluruhnya, hingga pada akhirnya dikenalkan bahwa shalat sebagai salah satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Sambil juga dikenalkan kepadanya dasar Tauhid, dimulai dari yang dasar; tentang kecintaan kepada Allah Ta’ala, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, Islam, akherat, dan sebagainya. Dari sini anak-anak mulai memiliki pemahaman yang lebih utuh tentang shalat dan urgensinya, disamping ia sudah mulai membiasakannya.

5- Lingkungan Dan Klarifikasi

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menegaskan pentingnya shahabat karib yang baik, dan dalam masalah shalat pun sama. Anak-anak kita sedikit banyak akan terpengaruh oleh lingkungan dan kawan-kawannya, sehingga separoh dari tugas besar ini adalah menjaga dan meminimalisir anak-anak kita dari pergaulan dengan anak-anak yang tidak sholat karena mereka akan menularkan prinsipnya yang negatif.

Tidak kalah penting adalah kita memberikan klarifikasi dan penjelasan jika ada (dan pasti ada) orang yang tidak sholat dan diketahui anak kita. Karen jika tidak ada penjelasan maka anak akan confuse mengapa saya sholat sementara ada kawan lain atau bahkan orang sudah besar kok tidak sholat. Bisa kita jelaskan bahwa mereka itu harusnya sholat tetapi karena ayah ibunya dulu tidak mengajari sehingga dia tidak tahu dan tidak mampu melaksanakannya, ia harus bersyukur (Abi-Umi nya) mengajarkannya serta mengajak mendoakan hidayah bagi orang yang dilihatnya tidak sholat itu. Begitu pula saat sang ibu atau kakak perempuannya datang bulan perlu dijelaskan agar semua clear dan jiwanya faham serta merasa mantap tanpa syubhat sedikitpun.

6- Komunikasi, Kedekatan dan Kasih Sayang

Semua proses dan tips diatas akan relatif berjalan baik –ba’dallah- tergantung kualitas komunikasi, kedekatan dan kasih sayang kita kepada anak-anak. Maka setiap orangtua harus terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas komunikasi, kedekatan dan kasih sayang kepada anak-anaknya.

7- Doa

Seluruh urusan ada dalam kekuasaan Allah Ta’ala, DIA lah yang memberi kemudahan, keberkahan dan hidayah. Maka termasuk penyempurna ikhtiar kita adalah mendoakan anak-anak agar menjadi anak yang shaleh dan taat kepada Allah Ta’ala, diringankan untuk shalat dan diberi kesitiqomahan hingga akhir hayatnya. Pilihlah waktu-waktu mustajab seperti di sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqomah, saat berbuka puasa, dan lainnya. Doa orang tua adalah termasuk doa yang kans nya sangat besar untuk diijabah oleh Allah Ta’ala.

Ketujuh tips diatas menggambarkan keseimbangan ihktiar fisik dan ihktiar non fisik (psikologis bahkan doa), dan kegagalan banyak orang sering diakibatkan karena hanya mengandalkan satu ikhtiar saja melalaikan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala merahmati anak-anak kita dan seluruh anak-anak kaum muslimin dan menjadikan mereka semua ahli sholat dan menjadi jariyah pahala yang pahalanya terus mengalir hingga setelah kematian kita orangtuanya.

BILA SAYA SUDAH TUA

Kalau anak² sudah berkeluarga & meninggalkan kita, giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri...

1. Bila Kita Tua...
Luangkan waktu bersama pasangan 🎎 kita karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu & yg masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yg indah...

2. Bila Kita Tua...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan²lah ⛱ ke beberapa tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA...

3. Bila Kita Tua...
Jangan susahkan diri memikirkan anak² secara berlebihan. Mereka akan mampu berusaha sendiri. Cuma tentukan hutang Kita lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka Tidak menanggung beban yg anda tinggalkan!

4. Bila Kita Tua...
Luangkan waktu bersama rekan² lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu...

5. Bila Kita Tua...
Terimalah penyakit apa adanya karena semua sama, kaya atau miskin akan melalui proses yg sama, yaitu: lahir bayi, kanak², dewasa, tua, sakit & mati ⚰

Nasihat Bijak...
"Cari Kawan yg seperti Cermin, kita Gembira dia Gembira, kita Sedih dia ikut Sedih. Jangan cari Kawan yg seperti Duit Logam: *Depan Lain Belakang Lain

PETUAH KOPI

Kyai : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

Santri : Baik, kyai.

Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya  beserta sendok kecil.

Kyai : Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

Santri : rasanya sangat pahit sekali kyai

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : sangat manis sekali, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.

Kyai : Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.

Santri : Ya kyai, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih  atas pelajaran ini, kyai.

Kyai : Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.

Kyai : Bagaimana rasanya?

Santri : rasanya nikmat, kyai...

Kyai : Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan yang memerlukan.

Santri : Terima kasih atas petuahnya, kyai.

Selamat ngopi
☕☕☕

TUHAN DAN ARWAH

Seorang manusia meninggal...

Ketika ia menyadarinya, ia melihat Tuhan mendekati dirinya dg sambil memegang sebuah koper di tangan-Nya.

Berikut dialog antara TUHAN & arwah manusia tersebut:

Tuhan : "Mari kita pergi."

Arwah : "Begitu cepat ? Tapi saya masih memiliki banyak rencana."

Tuhanv: "Maaf, waktumu sudah habis, saatnya untuk pergi."

Arwah : "Apakah isi koper yg Engkau pegang itu ?"

Tuhan : "Benda kamu."

Arwah :  "Benda saya ? Maksudnya barang - barang saya ? Spt baju saya, uang saya, perhiasan saya ?"

Tuhan : "Bukan, barang itu tak pernah menjadi milikmu. Itu milik Dunia."

Arwah : "Apakah itu ingatan & kenangan saya?"

Tuhanv: "Bukan, itu milik Waktu."

Arwah : "Apakah itu bakat & kesuksesan saya ?"

Tuhan : "Bukan juga, itu milik Anugerah."

Arwah : "Apakah itu istri & anak2 saya ?"

Tuhan : "Tidak juga, itu milik hatimu."

Arwah : "Kalau begitu, itu pasti tubuh saya."

Tuhan : "Tidak, bukan. Tubuhmu milik debu tanah."

Arwah : "Jika demikian isinya tentu jiwa saya."

Tuhan : "Kamu salah besar nak, sebab jiwamu itu milik-KU."

Tuhan lalu menyerahkan koper tsb ke sang Arwah. Dengan kebingungan & dengan ketakutan sang Arwah membuka koper tsb.

Dan ternyata isinya KOSONG !

Dengan hati kecewa & airmata berlinang sang Arwah bertanya pd Tuhan, "Maksud Tuhan, saya tak pernah memiliki apapun ?!"

Tuhan menjawab: "Iya, benar. Sesungguhnya kamu itu tak pernah memiliki apapun."

Arwah: "Lalu, apa yg menjadi milikku, Tuhan ?!"

Tuhan: "WAKTU-mu. Saat - saat di waktu kamu HIDUP.  Itulah milikmu !"

Sahabatku semua,
Hidup adalah waktu

Hargai waktu yg ada tersisa,
Jalani hidup dengan penuh rasa syukur & kebahagiaan.

Berhentilah bersungut-sungut dan mengomel.

Nikmatilah setiap saat - saat yang dilalui bersama pasangan dan anak - anakmu, dan bahagiakan mereka selagi kamu masih punya waktu.

Jangan simpan kebencian, dendam, kepahitan ; Tetaplah menjadi baik sampai akhir hidup...